15 Kewajiban Orang Tua Kepada Anak yang Telah Menikah

15 Kewajiban Orang Tua Kepada Buah yang Sudah Menikah

Peran orang tua sungguh-sungguh memutuskan karakteristik seorang si kecil. Apakah si kecil hal yang demikian akan menjadi bagus atau sebaliknya, akan menjalankan perintah Allah atau bahkan melakukan larangan-Nya. Rasullah Saw. bersabda:

“Tiada seorangpun yang dilahirkan selain dilahirkan pada fithrah (Islam)nya. Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi.” (HR. Bukhari Muslim)

Terbentuknya karakteristik seorang si kecil juga tak lepas dari keharusan orang tua untuk mengajar dan memenuhi segala kebutuhannya. Adapun garis besar kewajiban orang tua kepada si kecilnya yaitu sebagai berikut:

Memberikan nama yang baik.
Melakukan akikah untuk buah hatinya.
Menyusui anaknya.
Memberikan beri sayang.
Mengkitankan si kecilnya.
Memberikan makanan yang halal dan baik.
Memberikan daerah tinggal yang sesuai.
Memberi pengajaran agama dan formal.
Menikahkan anaknya.

Keharusan orang tua tidak serta merta putus saat anaknya sudah menikah. Masih ada beberapa kewajiban yang wajib dijalankan setelah si kecilnya menikah, meski tidak seberat kewajibannya pada anak yang belum menikah. Adapun kewajiban orang tua kepada buah hati yang telah menikah ialah sebagai berkut:

1. Memastikan Kesehatan Si

Sebagai orang tua, memutuskan kesehatan si kecilnya telah tentu menjadi tanggungjawab dan kewajiban yang sepatutnya dikerjakan. Walaupun telah menikah dan sudah mempunyai pendamping hidup, orang tua konsisten seharusnya menentukan hal ini. (baca: Kewajiban Kecil Perempuan Terhadap Orang Tua sesudah Menikah)

2. Tetap Menyayangi Buah

Sama halnya dengan menentukan kesehatan anaknya, menyayangi buah hati juga konsisten harus dilaksanakan hingga kapan saja. Karena kasih sayang orang tua sangat berarti bagi seorang buah hati. Dan seorang si kecil akan terus membutuhkannya. (baca: Keutamaan Berbakti Terhadap Orang tua)

3. Menyayangi Si dari Kecilnya

Kemauan terbesar bagi seseorang yang telah menikah yaitu mempunyai anak. Saat buah hati hal yang demikian sudah lahir di dunia, karenanya patut bagi orang tuanya untuk menyayangi dan memberikan yang terbaik untuk buah hatinya. Si hal yang demikian juga berlaku bagi orang tua dari pasangan yang telah memiliki si kecil tersebut. Menyayangi si kecil dari buah hatinya menjadi suatu kewajiban sebab buah hati hal yang demikian merupakan keterunannya yang tetap membutuhkan kasih sayang, terutamanya dari orang tua dan orang tua dari orang tuanya (kakek/nenek).15 Keharusan Orang Tua Kepada Anak yang Sudah Menikah.

15 Kewajiban Orang Tua Kepada Si yang Sudah Menikah

 

4. Menyayangi Istri/Suami dari Si

Tetap sayang memang betul-betul dibutuhkan bagi siapa saja. Akan tapi, memberikan kasih sayang dapat menjadi semestinya undang-undangnya, seperti terhadap anak, orang tua, suami/istri, dan keluarga. Seseorang yang telah menikah otomatis anggota keluarganya akan bertambah. Istri/suami dari si kecilnya juga akan menjadi buah hatinya sendiri. Oleh karena itu, orang tua memiliki keharusan untuk menyayangi istri/suami dari si kecilnya.
5. Tetap Mejalin Silaturahmi

Sebagai orang tua yang bagus, menjalin silaturahmi semestinya tetap dilaksanakan sedangkan buah hatinya telah menikah. Pernikahan yang membuat seorang si kecil dan orang tuanya berpisah secara tempat tinggal, tidaklah menjadi penghambat atau mempertimbangkan silatuhrami kepada anak. Akan namun, harusnya silaturahmi tersebut semakin erat. Terhadap itu, dengan silaturahmi juga dapat memudahkan jalannya rejeki dan diperpanjang umurnya.

Dari Abu Hurairah Ra., Rasullah Saw. bersabda, “Barang siapa yang ingin diluaskan rizkinya, dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambungkan silaturahmi.” (HR. Bukhari)

6. Mengingatkan Kepada Kebaikan dan Konsisten pada Jalan Allah

Pernikahan umumnya identik dengan kemandirian dan kesanggupan seseorang untuk bertanggungjawab terhadap seluruh hal. Sebab mengetahui mana yang bagus dan buruk bagi dirinya dan orang disekitarnya. Akan tapi, peran orang tua untuk memberi nasihat anaknya juga masih diperlukan ketika anaknya telah menikah. Seorang buah hati yang sudah menikah juga tetap perlu diingatkan kepada kebaikan oleh orang tuanya. Karena hal ini tak terlepas dari sifat dasar manusia yang kerap melakukan kesalahan. Buah ini ditegaskan dalam hasits.

Nabi Muhammad Saw. bersabda:

“Hatinya si kecil Adam sering mengerjakan dosa dan sebaik-bagusnya orang yang mengerjakan dosa yaitu orang-orang yang bertaubat.” (HR. Ibnu Majah).

 

7. Menghormati Keputusan Tiap-tiap Anaknya

Si keputusan yang dibuat seorang buah hati hendaknya dihormati dan didorong, asalkan masih dalam koridor kebaikan. Misal, dikala sudah menikah seorang si kecil akan memilih atau menentukan untuk pisah daerah tinggal dengan orang tuanya. Hati, orang tua sepatutnya menghormati keputusan itu, dan membolehkan malah mendorong untuk keputusan tersebut.

8. Tiap Kecil di Jalan Allah

Buah dukungan orang tua tentu sangatlah berarti bagi seorang buah hati. Dukungan yang diberi akan memberikan semangat yang kuat terhadap langkah yang akan dijalaninya. Oleh karena itu, sebagai orang tua yang baik hendaklah mendorong setiap langkah si kecilnya. Dukungan hal yang demikian semestinya diberikan sampai kapan saja dan jikalau langkah-langkah sang anak dalam lingkup kebaikan.

9. Memberikan Karena Hidup Berumah Tangga

Bagi pasangan yang baru menikah, pengetahuan seputar hidup berumah tangga tentu banyak yang belum dikenal. Saat kehidupan rumah tangga berjalan dengan bagus, maka dibutuhkan pengetahuan-pengetahuan khusus mengenai hal hal yang demikian. Di sini menjadi peran penting bagi orang tua untuk memberikan pengetahuan perihal hidup berumah tangga. Orang tua sepatutnya memberikan pelajaran atau pengetahuan bagi si kecilnya yang baru menikah. Karena orang tua telah lebih dahulu menjalani kehidupan berumah tangga, maka dia akan lebih banyak mengetahui bagaimana wajib menjalani hidup berumah tangga. Apa saja yang mesti dijalankan dan apa saja yang seharusnya dihindari dalam hidup berumah tangga.

10. Memberikan Bantuan Dikala Sebab

Saat seorang si kecil telah menikah, sesekali ia tetap memerlukan bantuan dari orang tuanya. Sebab pada dasarnya manusia yaitu makhluk sosial yang tak bisa hidup sendiri dan membutuhkan orang lain untuk hidup. Dikala diperlukan, orang tua harus membantu buah hatinya dalam berbagai hal yang mampu orang tua berikan.15 Keharusan Orang Tua Terhadap Hati yang Telah Menikah.

15 Keharusan Orang Tua Terhadap Si yang Telah Menikah

11. Sebagai Sarana Tukar Pikiran

Dikala ada satu atau beragam hal di mana sang anak memerlukan usulan untuk masalahnya, ia bisa menciptakan orang tua sebagai sarana tukar pikiran setelah istrinya/suaminya. Dalam hal ini, keharusan orang tua hanya memberikan masukkan kepada permasalahan yang tengah dihadapi sang anak, bukan memberikan keputusan. Adapun keputusan dikembalikan lagi pada sang si kecil.

12. Melindungi Hatinya

Sedangkan si kecilnya sudah menikah, orang tua tetap memiliki keharusan untuk melindungi si kecilnya. Melindungi di sini lebih terhadap terhina atau sesuatu yang mungkin kurang bagus untuk dikenal orang lain bukan kepada perlindungan lahiriah.

13. Bersikap Adil

Bersikap adil bukanlah membagi sama rata terhadap sesuatu, tapi membagi sesuatu sesuai pada porsinya. Artinya, perlakuan adil orang tua kepada buah hati yang belum menikah dan telah menikah tentu berbeda. Karena keperluan perlakuan orang tua terhadap buah hati yang belum menikah dan telah menikah juga berbeda. Buah, orang tua seharusnya paham bagaimana bersikap adil kepada si kecil-anak mereka.

14. Karena Meridhai Hatinya

Ridha orang tua benar-benar besar imbasnya bagi seorang anak dalam kehidupannya. Sebab ridha orang tua juga merupakan ridha Allah. Keharusan Allah telah meridhai, karenanya semua sesuatunya akan menjadi gampang.

Dari Abdullah bin ’Amru Ra., dia berkata, Rasulullah Saw. bersabda, “Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan naik darah Allah tergantung pada marah orang tua.” (HR. Tirmidzi).

15. Mendoakan Kebaikan untuk Buah

Keharusan terakhir orang tua kepada si kecilnya yang telah menikah ialah mendoakan kebaikan untuknya. Kewajiban dalam kasus ini, orang tua tetap memiliki kewajiban untuk mendoakan kebaikan kepada anaknya sampai ajal menjemput mereka. Karena bagus tidaknya kehidupan seorang anak juga tergantung pada doa orang tua.

Pentingnya Memenuhi Kewajiban Kepada Hati
Berikut sebagian alasan mengapa penting melakukan keharusan orang tua kepada anak yang sudah menikah, antara lain:

1. Walaupun Pahala yang Konsisten Mengalir Meskipun Karena Meninggal Dunia

Jika banyak keharusan orang tua kepada anak yang patut dipenuhi. Hatinya tersebut semata untuk mewujudkan seorang si kecil yang berbakti terhadap orang tua dan Allah SWT. Sebab salah satu amal yang pahalanya akan konsisten mengalir padahal sudah mininggal dunia yaitu doa seorang anak yang soleh dan solehah. Rasullah Saw. bersabda:

“Anak seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang berkhasiat, dan doa si kecil yang sholeh.” (HR. Muslim)

2. Diangkat Derajatnya di sisi Allah SWT

Orang tua yang sukses memenuhi keharusan kepada buah hatinya tentu akan menghasilkan seorang si kecil yang bisa dibanggakan. Maksud dari dibanggakan disini ialah anak yang patuh terhadap kedua orang tua, buah hati yang piawai dan cerdas, dan sukses di dunia dan akhirat. Dengan demikian itu, derajat orang tua dapat terangkat oleh anaknya.

Dari Abu Hurairah Ra. Rasulullah Saw. juga menjelaskan bahwa sesudah meninggal dunia, derajat orang masih bisa diangkat. Anak mayit yang merasa diangkat derajatnya kaget dan berkata,” Ya Allah, apa ini?” maka akan dijawab,” Baik sebab anakmu selalu memintakan ampun untukmu.” (HR.Bukhori).

3. Ditambah Umurnya

Dari Abu Darda, Rasulullah Saw. bersabda, ”Hati Allah tak akan menangguhkan umur seseorang kalau ia telah sampai ajalnya. Penambahan usia itu hanyalah seandainya menganugerahkan keturunan yang shalih kepada seorang hamba. Orang tuanya didoakan karenanya sampailah doanya ke alam kuburnya.” (HR.Hakim).

4. Meringankan Nasihat Orang Tua

Lebih dari itu, hidup orang tua juga akan menjadi lebih hening dan bahagia serta seluruh kebutuhan orang tua kelak akan terpenuhi dengan bagus oleh si kecilnya. Anak yang berbakti terhadap orang tua tidak akan segan mengurus seluruh kebutuhan orang tuanya kelak. Apakah kondisi orang tua sedang sakit maupun sehat wal afiat.

5. Anak Soleh Akan Menjaga Nama Tiap Keluarga

Hati yang soleh tentu akan menjaga nama baik kelurga dan orang tuanya. Adapun masalah yang akan mengahampiri keluarga dan orang tuanya kelak, dia akan mencari jalan keluar dari keadaan sulit hal yang demikian dan menjaga serta merahasiakan aib keluarganya dari orang lain.

6. dan Keluarga dan Orang Tua

Kecil yang soleh dan solehah akan selalu menjaga dan menasihati keluarga dan orang tuanya agar konsisten berada di jalan Allah.

Allah SWT. berfirman:

”Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan batu”. (QS. At Tahrim: 6)

Orang tua yakni sosok yang benar-benar berarti bagi seorang si kecil. Tanpa orang tua, seorang buah hati tak akan sanggup menjalani hidup di dunia ini. yang telah kita ketahui, orang tua mempunyai keharusan-keharusan yang mesti dipenuhi untuk anaknya. Akan melainkan, sebaiknya seorang anak juga tidak terlalu menuntut orang tua untuk menjalani keharusannya. juga kecakapan orang tua dalam menjalani keharusannya dan berlakulah sebaik mungkin kepada orang tua agar mendapatkan hidup yang memberi manfaat dan diridhai oleh Allah SWT. Semoga artikel ini bermanfaat.



Bantu penulis dengan share: