4 Sistem Menghilangkan Rasa Cinta Berlebihan Kepada Seseorang Berdasarkan Islam

4 Sistem Menghilangkan Rasa Cinta Berlebihan Terhadap Seseorang Menurut Islam

Tiap manusia secara fitrah pasti memiliki rasa cinta. Cinta yakni hal yang lumrah dan pasti akan tumbuh dalam kehidupan manunsia. Orang yang dalam hidupnya tidak dilewati rasa cinta, pasti akan merasa kekeringan atau hidup tanpa makna, bagus cinta tehadap Allah maupun sesama manusia.
Akan tapi, cinta sendiri konsisten wajib didudukkan secara proporsional agar bisa mensupport pelaksanaan Tujuan Penciptaan Manusia, Progres Penciptaan Manusia , Hakikat Penciptaan Manusia , Konsep Manusia dalam Islam. Cinta terhadap manusia tentu bukanlah cinta yang lama dan cuma akan di dunia selain bagi orang-orang yang shaleh akan terus dibawa sampai ke akhirat. Meskipun bagi umat islam, cinta wajib dirangkai dalam kerangka cinta terhadap Allah.

Segera bagaima jikalau muncul rasa cinta berlebihan pada seseorang dan bagiamana sistem menghilangkannya.

Kedudukan Cinta Menurut Islam

“Dan di antara tanda-petunjuk kekuasaan-Nya adalah Dia mewujudkan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dihasilkan-Nya diantaramu rasa beri dan sayang. Hakekatnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pedoman-petunjuk bagi kaum yang berfikir” (QS: Ar Rum : 21)

Di dalam ayat diatas, dijelaskan bahwa cinta kepada lawan variasi dalam islam ialah hal yang fitrawi. Untuk itu, Allah memberikan perintah untuk menikah jika muncul perasaan cinta lawan variasi dalam frame keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Kecuali untuk menghindari perzinahan, cinta dalam islam juga bermaksud untuk memacu manusia lebih motivasi untuk beribadah dan menjalankan kehidupannya layak perintah Allah SWT.4 Cara Menghilangkan Rasa Cinta Berlebihan Terhadap Seseorang Menurut Islam.

4 Cara Menghilangkan Rasa Cinta Berlebihan Terhadap Seseorang Menurut Islam

Cinta sendiri tentunya bukan satu-satunya tujuan hal utama dalam manusia. Meski apa yang kita cintai tidak bisa dimiliki atau didapat belum tentu hal tersebut membuat kita semestinya berputus hasrat dan naik pitam akan keadaan yang ada. Untuk itu, cinta yang bagus dan halal merupakan cinta yang berorientasi pada pembangunan Keluarga Dalam Islam, Keluarga Sakinah Dalam Islam, Keluarga Harmonis Berdasarkan Islam, Keluarga Sakinah, Mawaddah, Warahmah

Untuk itu, Allah menempatkan cinta-Nya sebagai yang tertinggi, bukan pada manusia atau hal lain yang ada di dunia. Kalau ini diberi tahu Allah, “Katakanlah: “Sistem kau (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah saya, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Ali Imran : 31)

Cara Menempatkan Cinta Sedap Benar
Perasaan cinta tidak bisa untuk dihilangkan semacam itu saja. Manusia memerlukan proses dan tingkatan untuk dapat menghilangkannya, tak dapat segera atau sekejap saja. Untuk itu, dalam problem cinta manusia patut mampu menempatkannya secara benar, memulai dari membangun paradigma cinta yang benar sesuai islam dan juga sesuai bimbingan Rasulullah SAW.

Menempatkan Allah Sebagai Cinta Tertinggi
Tertib bisa menempatkan cinta secara benar karenanya kita sepatutnya menempatkan Allah terutamanya dahulu sebagai cinta yang tertinggi. Cinta Allah seandainya ditempatkan paling atas dan di atas semua-galanya akan mempermudah kita menyadari bahwa cinta manusia tak akan ada apa-apanya. Rukun Islam, Dasar Kepada Islam, Fungsi Iman Bisa Allah SWT, Sumber Syariat Islam, dan Rukun Iman yakni pondasi dasar agar cinta kepada manusia tidak berlebihan.

Enak biasa, hidup kita mengharapkan cinta yang berefek pada ketentraman dan kesejahteraan hidup manusia. Jikalau kita bayangkan kalau cinta Allah dicabut dan tidak lagi diberi, maka Manusia akan sengsara dan kesusahan hidup di dunia.

Ia usia, nikmat air, waktu, udara dan lain sebagainya merupakan wujud kecintaan Allah pada manusia. Andai kan Allah tak mencintai makhluknya dan hambanya, tentu kenikmatan hal yang demikian akan dicabut oleh Allah dan manusia tidak akan pernah tahu kemana semestinya mencari kembali nikmat-sedap tersebut selain dari Allah SWT.

Menyadari Bahwa Manusia ialah Makhluk Allah yang Lemah
Untuk dapat menempatkan cinta lagi secara benar, tentu kita mesti menyadari bahwa manusia bukanlah makhluk yang sempurna. Manusia dapat salah dan keliru serta bisa menyimpang. Untuk itu, kecintaan kepada manusia tak dapat dijadikan patokan apalagi sebagai standart yang ditempatkan paling tinggi.

Manusia dan sesama manusia mempunyai kelemahan. Sistem cinta berlebihan terhadap manusia tentunya kita akan kecewa karena manusia akan senantiasa mempunyai kekurangan yang dapat jadi tak memuaskan hidup kita. Untuk itu banyak sekali orang-orang yang putus hasrat, bunuh diri, malah melanggar perintah Allah hanya gara-gara problem cinta kepada manusia yang berlebihan.

Jika ini juga dikenalkan Allah,

“Dialah yang menghasilkan kau dari keadaan lemah, kemudian Dia mewujudkan (kamu) setelah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Ia menjadikan (kau) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Ia menghasilkan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Kewajiban Maha Terhadap lagi Maha Kuasa.” (QS Ar-Rum : 54)4 Cara Menghilangkan Rasa Cinta Berlebihan Kepada Seseorang Menurut Islam.

4 Sistem Menghilangkan Rasa Cinta Berlebihan Terhadap Seseorang Berdasarkan Islam

Menyadari Hakikat Kebahagiaan Dunia yang Sementara
“Dan mereka berkata: “Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tak ada yang akan membinasakan kita kecuali masa”, dan mereka sekali-kali tak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tak lain hanyalah menyangka-duga saja. “ (QS Al Jatsiyah : 24)

Dalam ayat di atas digambarkan bahwa suatu ketika dunia akan selesai dan manusia kembali terhadap Allah untuk mempertanggungjawabkan dan mendapatkan balasan di akhirat. Untuk itu, cinta kepada manusia juga tidak akan lama. Keharusan akan sebatas dari kebahagiaan dunia saja.

“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan terhadap mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tak akan dirugikan.“ (QS Hud : 11)

Untuk itu, cinta kepada manusia juga sebatas perhiasan dunia yang sementara. Selagi perhiasan hal yang demikian ada, maka manusia dapat merasakannya. Akan tetapi, hakikat manusia memiliki rasa bosan dan netral apabila berlebihan suatu dikala pun dapat berbalik. Untuk itu, hendaklah mencintai dan menempatkan manusia pada cinta dan kebahagiaan yang awam saja.

Mengalihkan Perasaan Pada Jika-Sekiranya yang Lebih Produktif
Untuk dapat proporsional dan tak terus-terus mengingat cinta manusia yang tidak mesti, maka hendaklah kita melaksanakan aktifitas produktif yang dapat membuat kita lebih fokus pada kegiatan tersebut ketimbang sepatutnya senantiasa mengingat, apalagi cinta yang dilarang atau tak halal bukan karena ikatan pernikahan.

Batasi komunikasi, perbanyak aktifitas produktif yakni hal yang bisa mengalihkan kita supaya tidak senantiasa mengingat dan memikirkan cinta tersebut. Bagi yang ingin menikah dan juga sedang membina keluarga aktifitas produktif bisa juga dengan terus belajar mengenai Suami kepada Istri dalam Islam, Istri Kepada Suami dalam Islam, Wanita dalam Islam. Tentu cinta yang halal dan cocok syariat lebih membahagiakan dan abadi hingga ke surga-Nya.



Bantu penulis dengan share: