9 Tips Menjaga Ikatan Keluarga Di Bulan Ramadhan

Tak ada satupun agama yang menekankan seputar pentingnya memelihara tali silaturahim dan membangun kuatnya ikatan persaudaraaan dengan sanak saudara/keluarga kecuali agama Islam. Banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang membahas hal ini dan ada juga hadist-hadist yang menceritakan seputar kebaikan ini, tapi ironis dikala kita memperhatikan kaum muslimin hari ini yang tak lagi menjaga tali silaturahim dan ikatan persaudaraan dengan sanak saudara mereka.

Dengan rusaknya struktur keluarga besar dan perpindahan penduduk dari desa ke kota atau ke negara yang berbeda-beda membuat kita kehilangan kekerabatan dengan sanak saudara kita, dan kemudian tanpa kita sadari kita telah memutus tali silaturahim dengan keluarga maupun saudara-saudara kita.

Kami patut membeberkan bahwa tali silaturahim yang kami maksud tak cuma berkisar pada member keluarga dekat anda dan beberapa paman/bibi anda yang mungkin kerap anda ajak bicara, tetapi lebih dari itu yang kami maksud tali silaturahim di sini yaitu siapapun yang menjadi komponen dari silsilah keluarga anda ialah handai-tolan/sanak saudara yang masih seharusnya kita jaga kekerabatan bagus kita dengan mereka.

Saya ingin kita mengingat hadist yang kuat ini, di mana Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Kata ‘Ar Rahm’ berasal dari kata Ar-Rahman (yakni salah satu nama Allah) dan Allah berfirman: Barang siapa menyambungmu maka Aku akan menyambungnya dan barang siapa memutusmu karenanya Saya malahan akan memutusnya, (rahim yang dimaksud di sini ialah kekerabatan sanak saudara) “[H.R Bukhari].

Jadi pada Ramadhon kali ini, mari kita tetapkan hati kita untuk menyambung tali silaturahim kita dan mengatasi banyak hambatan yang kita hadapi disaat kita ingin menangani persolan ini. Sebelum Aku beritahukan tentang agenda praktis, Saya hanya berkeinginan kita untuk mengingat satu hal yang penting:

Aku tahu bahwa tiap keluarga mempunyai keadaan sulit tersendiri dengan kerabat/member keluarga tertentu, tapi ini mesti tak menjadi penghambat bagi kita untk berkomunikasi dengan mereka. Ingatlah alas an anda mencoba mengyambung tali silaturahim, anda melakukannya sebab Allah dan sebagaimana yang dikatakan dalam hadits di atas, anda melakukannya untuk menjaga relasi bagus dengan Allah. Juga ingatlah salah satu hadits Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

“Al-Wasil bukanlah orang yang membalas kebaikan kerabatnya kepadanya, tetapi Al-Wasi yaitu orang yang tetap menjaga hubungan baik dengan kerabat yang sudah memutus tali silaturahim dengannya.” [H.R Bukhari]

Berikut yaitu langkah-langkah untuk mempraktekkan kebaikan yang sangat agung ini dalam hidup kita:

1. Cari tahu siapa saja karib berabat anda

Carilah siapa saja yang masih memiliki hubungan hubungan dengan anda
Ini merupakan langkah pertama yang wajib dijalankan, tetapi banyak orang yang melalui tahap ini sebab malu untuk mengakui bahwa mereka tak mengenal sanak saudara mereka. Sebetulnya, anda hanya perlu duduk bersama kedua orang tua anda, dan tanyalah kepada mereka hal-hal yang belum anda ketahui seperti kakak mereka, adik mereka, paman mereka, bibi mereka, dan lain-lain. Kemudian gambarlah silsilah keluarga tersebut dan simpanlah salinannya, dapat berupa file di laptop atau salinan kertas.

2. Carilah mendetail kontak mereka
Baik nomer telpon, domisili e-mail, facebook, messenger, skype ataupun domisili twitter. (percayalah pada satya anda akan kaget!) carilah segala terperinci kontak mereka dan simpanlah dalam buku catatan anda sesuai dengan apa yang anda peroleh. Anda mungkin akan mendapatkan informasi ini dengan mudah lewat orang tua anda, tetapi anda juga dapat mencari isu ini lewat sepupu, paman, atau bibi anda.

3. Hubungi mereka

Seandainya sanak saudara anda mengaplikasikan media sosial apa saja, maka hubungilah ia melewati media sosial hal yang demikian dengan mengucapkan salam. Aku yakin mereka akan sungguh-sungguh gembira mendengar salam itu dari anda (siapa yang tidak bergembira bila di media sosial kita menemukan orang yang memang mempunyai relasi kekerabatan dengan kita?). Sekiranya telpon selular yang menjadi satu-satunya alat karenanya hubungilah mereka, dan apabila anda tak mengenal mereka dengan baik maka ketimbang anda membikin sebuah telpon yang canggung lebih baik anda mulai dengan mengirim pesan singkat (SMS) ke mereka dan menulis nama anda pada akhir pesan singkat tersebut dan mungkin dengan anda menuliskan “fulan bin fulan” atau “fulanah binti fulan” karenanya mereka akan mengenali anda. Sesudah itu telponlah mereka (akan lebih bagus lagi jikalau orang tua anda berada di sekitar anda sehingga mempermudah anda untuk mempersembahkan diri), atau sekiranya anda sedang sendirian karenanya anda bisa membahas pesan singkat yang sudah anda kirim. Ada banyak sekali metode untuk ‘menuntaskan kekakuan’, adapun yang sudah saya sebutkan hanyalah beberapa teladan kecil.

4. Wawancarailah kakek-nenek kita

Saya tidak akan pernah melupakan sebuah wawancara yang dilakukan saudari aku terhadap kakek aku beberapa hari sebelum kakek saya meninggal. Itu cuma sebuah tanya-jawab yang membahas mengenai cerita hidupnya dan harapan-harapannya untuk semua keluarga kami. Banyak sekali hal-hal arif, pengalaman, dan pembelajaran yang bisa kita pelajari dari orang-orang tua. Kita hanya perlu duduk bersama mereka dan menanyakan sebagian pertanyaan, kemudian rekamlah jawaban mereka bagus-bagus dalam pikiran anda. Tak perlu terkesan legal, hanya perlu duduk dan dengarkan.

5. Ajaklah mereka untuk berbuka puasa bersama

Sekiranya sanak saudara anda masih berada dalam satu kota maka anda bisa mengajak mereka untuk buka puasa bersama. Jika para orang tua menolak acara hal yang demikian karena ada dilema antar mereka, karenanya anda bisa mengadakannya dengan mengundang sanak saudara yang masih muda, atau sepupu-sepupu anda. Kemudian ketika berbuka bersama anda dan sepupu-sepupu anda dapat membicarakan jalan terbaik yang dapat dicapai untuk menyelesaikan bentrokan antar keluarga yang sedang terjadi dan bagaimana untuk menjaga tali silaturahim.

6. Pasanglah dunia maya/buatlah video call
Di lain waktu saat anda pulang ke rumah, atau ke kampung halaman, atau ke rumah kakek dan nenek anda, maka bawalah salah satu alat elektronik yang memiliki kamera depan (laptop misalnya) dan gunakan software yang mendorong video call.

7. Sisihkanlah infak/zakat untuk mereka
Sayangnya, pada zaman kini banyak kaum muslimin yang lupa untuk menyisihkan infak/zakat mereka untuk saudara-saudara mereka yang miskin. Saya tak tahu dengan pasti apakah hal itu disebabkan oleh rasa malu, atau takut apabila mereka akan mulai menggantungkan kesejahteraan mereka terhadap kita, atau sebab kemalasan kita sehingga kita menyerahkan semuanya kepada lembaga infak dan zakat yang ada untuk membagi zakat dan shadaqah kita. Saja itu, kita tidak bisa menjadikannya alasan. Terkhusus ketika kita telah mendapat instruksi yang jelas dari Allah subhanahu wa ta’ala bahwa infak/zakat kita lebih utama untu kita berikan kepada saudara [kerabat] kita yang kekurangan dan membutuhkan di manapun mereka berada. Tapi kenyataanya pelajaran disekolah menekankan kepada kita bahwa kita patut memprioritaskan infak/shadaqah kita untuk orang-orang yang lebih dekat dengan kita dan kemudian ke kelompok sosial Muslim yang lebih luas. Ada banyak metode untuk mempraktekkan hal ini, termasuk dengan memberikan shadaqah kita terhadap sanak saudara yang sudah tua, atau dengan menolong tarif hidup saudara kita yang miskin, seperti tarif pengajaran buah hatinya, tarif perawatan rumah sakit, maupun tarif lainnya.

8. Jadilah spot fokus/model untuk keluarga anda
Bila anda mengimplementasikan sebagian rekomendasi di atas, maka anda akan menjadai titik konsentrasi bagi jalannya hubungan relasi antar keluarga anda. Berbahagialah, ambillah tanggung jawab ini dan cobalah untuk menyusun bermacam-macam aktivitas yang dapat melekatkan tali persaudaraan antar member keluarga. Umpamanya anda bisa mengagendakan jalan-jalan bersama, menggambar silsilah keluarga bersama, atau bersama-sama menjadi pencari dana bagi proyek Islam, seperti membangun mesjid, panti asuhan, dan lain-lain.

9. Memecahkan masalah yang lampau sekali-sekali dan untuk semua

Suatu dikala nanti dikala relasi kekerabatan sudah mulai menjadi hangat karenanya anda akan melihat kesempatan untuk menuntaskan persoalan yang lampau, cobalah untuk menuntaskannya dengan cara yang formal, idealnya untuk kalangan tua. Cobalah untuk melakukannya pada bulan Ramadhan! Sebab orang-orang akan lebih mudah memaafkan dan melupakan kesalahan yang sudah lalu selama bulan Ramadhon atau ketika hari raya Idul fitri dan dengan harapan hubungan mereka akan terjalin kembali dengan dasar cinta, rahmat, dan kebaikan in syaAllah.

Semoga langkah-langkah di atas kapabel menjadi pertanda untuk membangun lagi ikatan persaudaraan dengan sanak saudara kita. Jangan biarkan setan ataupun kesibukan hidup kita menjauhkan kita dari kebaikan ini. Ada banyak sekali manfaat yang dapat kita ambil sekiranya kita menjaga tali silaturahim kita, salah satunya bahwa Allah subhanahu wa ta’ala berjanji akan menyambung relasi dengan orang yang menyambung tali silaturahim.

Semoga Allah subhanahu wa ta’ala menjadikan kita orang yang menjaga tali silaturahim dengan sanak saudara kita, aamiin.

Bantu penulis dengan share: