Aduhai Istri, Jaga Suamimu dari Wanita Ragam Ini

Islam mengajari bagus kepada laki-laki maupun perempuan untuk menjaga diri dalam terkait dengan lawan tipe. Bagus bagi yang belum menikah, lebih-lebih bagi yang sudah berumah tangga, hukum syariat berhubungan bagaimana interaksi terhadap lawan jenis konsisten sama.

Dalam hadits, Rasulullah Saw tegas sekali melarang laki-laki dan perempuan yang bukan mahram berdua-duaan,

“Janganlah seorang laki-laki itu berkhalwat (menyendiri) dengan seorang wanita kecuali ada mahram yang menyertai wanita hal yang demikian.” (HR. Bukhari & Muslim)

Dalam hadits lain Rasulullah Saw bersabda,

“Ingatlah, bahwa tidaklah seorang laki-laki itu berkhalwat dengan seorang wanita kecuali yang ketiganya adalah setan.” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi dan Al-Hakim. Al-Hakim kemudian mengungkapkan bahwa hadist ini shahih berdasarkan persyaratan Al-Bukhari dan Muslim. Anggapan ini disepakati pula oleh Adz-Dzahabi).

Tak cuma berdua-duaan. Islam juga melarang bercampur baurnya antara laki-laki dan perempuan, dengan kata lain berikhtilat. Dalam kitab At Thuruqul Hukmiyyah, Imam Ibnul Qayyim berkata,

”Ikhtilat antara para laki-laki dan perempuan, merupakan sebab terjadinya banyak perbuatan keji (katsratul fawahisy) dan merajalelanya zina (intisyar az zina).”

Akan tetapi, tuntutan kehidupan bersosial kadang-kadang membuat batasan-batasan tersebut menjadi terbengkalai, sadar atau tak sadar. Suami yang bekerja atau berkesibukan dalam lingkungan pergaulan yang luas, dapat jadi akan banyak menjalankan interaksi dengan lawan ragam. Tidak kenapa seandainya interaksi yang dibangun sebatas urusan profesi maupun hal-hal yang diperbolehkan agama, dengan batasan syariat yang tetap dijaga tentunya.

Tapi, menyukai tak menyukai, pengaruh dari itu akan melahirkan ujian dan godaan, terutamanya dalam kaitannya dalam relasi dengan lawan variasi.

Tentu kita sebagai istri semestinya senantiasa berbaik sangka, bahwa sungguh-sungguh banyak wanita baik-bagus dan sungguh-sungguh menjaga diri yang menjadi rekan kerja suami. Melainkan dapat jadi, ada diantara rekan kerja suami yang kurang sanggup menjaga diri ketika melakukan interaksi dengan laki-laki.

Tak cukup suami yang sekuat kekuatan menjaga dan memegang diri, tetapi istri juga semestinya jeli menilai, bagaimana wanita yang berpotensi menarik hati lawan variasi lewat perilakunya yang kasat mata.

Nah, para istri kenali ciri-ciri wanita penggoda seperti di bawah ini dan ingatkan suami supaya tidak terlalu membuka diri dalam berinteraksi dengan mereka.

Kelewat Agresif

Ialah fitrah wanita untuk bersikap santun dan cenderung pasif dalam arti positif. Sehingga, menjadi agak kontradiktif dan patut diwaspadai jika seorang wanita terlalu ekspresif dan tidak dapat memegang diri.

Dengan kata lain, dia kerap kali bersikap over acting dan betul-betul agresif jikalau di dekat pria. Perilaku mereka sungguh-sungguh memancing pria memperhatikan dirinya.

Mempunyai Tingkat Empati Rendah

Umur matang tidak menjamin kedewasan seseorang dalam mengendalikan emosionil. Meski telah dewasa, type wanita ini dapat amat gampang mencontoh hawa nafsu. Wanita yang berupaya menarik hati suami orang mempunyai kadar empati rendah kepada perasaan sesama wanita.

Tak Memiliki Bekal Agama yang Kuat

Bukan bermaksud mencari tau berkaitan privacy orang lain, melainkan perlu bagi para istri mengenal latar belakang kehidupan wanita-wanita yang memiliki relasi dengan suami, dalam urusan pekerjaan maupun yang lainnya.

Sisi pergaulan dan lingkungan hidup dapat berpengaruh kepada perilakunya. Seandainya ia berada di lingkungan yang tak mengontrol etika atau jauh dari poin-poin agama, amat mudah baginya melaksanakan hal layak harapan. Termasuk bertingkah yang berpotensi menggoda lawan jenis.

Bagaimana Bila Telah Terjadi?

Sebagaimana langit tak selalu cerah. Itu juga perjalanan rumah tangga yang pasti akan menemukan ujiannya, termasuk jikalau suami rupanya wajib \’keok\’ dan terpengaruh dengan wanita lain.

Tidak perlu depresi, tak perlu emosionil. Selagi iman dan Islam masih menjadi pondasi bangunan rumah tangga, segala situasi sulit pasti bisa dituntaskan.

Lalu, apa yang patut dijalankan para istri seandainya suami yang sudah mati-matian menjaga diri konsisten terpengaruh juga pada wanita yang memang berpotensi menggoda?

Benahi Komunikasi

Percayalah, hal itu terjadi bukan sebab suami tak lagi cinta. Ia hanya terkalahkan oleh kuatnya godaan atau terlalu agresifnya sang penggoda. Dengan kata lain, suami cuma sedang khilaf. Tapi mana hal tersebut bisa langsung dipecahkan dengan penyelesaian yang pas.

Caranya, buat hubungan lebih kuat dengan komunikasi yang lebih intensif dengan suami. Tetapi ingat, jangan juga menjadi posesif. Setidaknya dengan komunikasi yang bagus, istri tahu apa yang akan suami lakukan dan senantiasa dapat mengingatkan suami bahwa pengawasan Allah ada dalam tiap gerak langkah.

Ingatkan ia perihal komitmen pernikahan dan dan jangan sungkan atau malu-malu untuk ungkapkan bahwa kita sebagai istri sungguh-sungguh mencintainya dan berharap mempertahankan pernikahan hingga usai di surga. Oleh karenanya, alangkah sayangnya jika visi pernikahan yang semacam itu tinggi wajib berakhir karena adanya orang ketiga.

Abaikan Pihak Ketiga

Biarkan pihak ketiga konsisten ada di luar lingkaran antara kita dan suami. Seberapa malah kita merasa kesal, jangan pernah berdaya upaya untuk menyambangi apalagi menyerang si pihak ketiga untuk mendiskusikan problem.

Teruslah konsentrasi pada suami sendiri. Dan abaikan orang ketiga yang menjadi ancaman bagi rumah tangga. Mendapati kita yang acuh dan justru berupaya mengembalikan hati suami seutuhnya, membikin pihak ketiga merasa capek sendiri dan bukan mustahil, dia kan mundur teratur.

Konsultasi pada Orang yang Bila

Jikalau kita merasa tidak kapabel mengatasi persoalan, sebaiknya segerakan bersua dengan orang yang kita percaya. Tak jadi keluarga, bisa juga ustaz atau ustazah yang yang akan membantu memberi solusi cocok dengan pengarahan syariat. Tak hanya itu, nasehat orang yang dituakan atau dihormati, biasanya lebih ‘manjur’ menyadarkan seseorang, dalam hal ini suami.

Doa

Doa ialah senjata bagi orang beriman. Doa yakni kekuatan dalam setiap langkah kehidupan kita, termasuk dikala menghadapi beraneka persoalan. , saat segenap daya dan upaya kita menemui kehampaan, cuma pertolongan Allah saja yang menyelamatkan kita dari keputus asaan. Terus berdoa, karena cuma Allah yang bisa membolak balikkan hati, tak terkecuali hati suami yang tengah goyah.

Jadi, bagi para istri yang mengalami ujian seperti tersebut di atas, jangan menyerah. Terus berdoa dan tetaplah dengan optimisme tinggi akan datangnya pertolongan Allah bagi keselamatan rumah tangga kita, baik di dunia ataupun di akhirat.



Bantu penulis dengan share: