Aduhai Istri, Kenalilah Kewajibanmu Ini

Keharusan yaitu sesuatu yang wajib dipenuhi oleh seseorang. Tiap orang memiliki kewajiban tersendiri yang cocok dengan posisi dan kedudukannya, baik dalam keluarga maupun masyarakat.Keharusan ialah sesuatu yang patut dipenuhi oleh seseorang. Tiap-tiap orang mempunyai keharusan tersendiri yang cocok dengan posisi dan kedudukannya, bagus dalam keluarga ataupun masyarakat. Rumah tangga hal yang demikian tercakup di dalamnya suami, istri dan si kecil, yang disebut dengan anggota keluarga. Tiap-tiap member keluarga mempunyai keharusan masing-masing. Terlepas dari hal itu, penulis cuma akan membahas tentang kewajiban seorang istri dalam tulisan ini.  Pada kedudukannya, seorang istri yaitu ibu rumah tangga, yang memiliki keharusan mengendalikan segala profesi di rumah, seperti membersihkan rumah dan baju, memasak untuk member keluarga dan khususnya lagi yakni mengurus semua anggota keluarga.  Kewajiban seorang istri dalam rumah tangga, sudah dikontrol secara sah dalam Kompilasi Undang-undang Islam (KHI) pasal 83. Pasal ini menyatakan bahwa keharusan utama seorang isteri yaitu berbakti terhadap suami lahir dan bathin di dalam yang dikoreksi oleh hukum Islam, selanjutnya kewajiban seorang istri yaitu menyelenggarakan dan membatasi kebutuhan rumah tangga sehari-hari dengan sebaik-sebaiknya.  Bila sorang istri tidak melaksanakan kewajibannya dengan baik, maka ia dapat dianggap sebagai seorang istri yang nusyuz (durhaka). Menurut kesepakatan Imam mazhab, istri yang nusyuz (tak taat terhadap suami) undang-undangnya yaitu haram dan dapat mengaborsi nafkah. Masing-masing suami istri memiliki keharusan bekelakuan bagus kepada pasangannya dengan senang hati. Oleh sebab itu, istri patut taat kepada suaminya.  Allah Swt menegaskan dalam firman-Nya QS. An-Nisa’ ayat 34 bahwa seorang isteri yang shaleh merupakan istri yang taat kepada suaminya.  Setelah apa yang telah diperhatikan oleh penulis, para istri di zaman modern ini lebih banyak menghabiskan waktu mereka di luar rumah diperbandingkan di rumah. Pekerjaan yang menjadi wanita karirlah dikala ini yang mulai merasuki jiwa seorang istri, sehingga kewajibannya sebagai seorang istri mulai terbengkalai semacam itu saja.  Penulis tidak bermaksud menyalahkan profesi istri sebagai wanita karir, cuma saja penulis menegaskan agar seorang istri dapat memegang waktunya dengan baik. Ada waktunya dikala dia berprofesi sebagai ibu rumah tangga yang meluangkan waktu berkumpul bersama dengan suami dan buah hatinya, dan ada pula waktunya dia berprofesi di luar rumah guna mencari nafkah pula.

Bantu penulis dengan share: