akhlak dan metode pendidikan dikala si kecil sedang menangis

akhlak dan cara pendidikan dikala buah hati sedang menangis.

Pekerti memarah buah hati.

BIARKAN MEREKA MENANGIS

Baby bawah 2 tahun memang akan menangis seandainya tidak dapat apa yang ia nak, karena ini salah satu cara untuk dia berkomunikasi. Tetapi situasi sulit jikalau, kita secara tidak langsung mendidik buah hati untuk bisa semua apa yang ia nak demi tidak nak si kecil menangis. Biarkan dia menangis, selagi tidak memudaratkan. Sebab kian ia membesar, kian susah untuk disusun. Semisal beli mainan, kalau kita dah umum kasih apa yang dia nak seawal bawah 2 tahun. Kalau dah 3-5 tahun, kian susah untuk kita halang. Sedangkan kelihatan dalam scope kecil, “alah, murah je mainan”, “alah, takpelah kecil lagi”. Namun semakin dia membesar, kian ia belajar yang “apa yang saya nak, aku seharusnya dapat”. Bila no means NO, ini kena train seawal bayi karena masa inilah masa penting untuk develop kepercayaan.

“Frustration tolerance”, sungguh-sungguh-betul-betul penting untuk perkembangan emosionil buah hati untuk persiapan ke dunia luar yang lebih mencabar. Kena ajar buah hati perasaan “frust”, tidak dapat apa yang ia nak main, tidak dapat apa yang ia nak makan, tidak dapat apa yang dia nak gunakan, tidak dapat pergi tempat yang dia nak dan sebagainya. Sebab dalam dunia sebenar, bukan semua apa yang kita nak akan bisa. Tetapi melalui usaha, namun usaha pun tidak menjamin kita akan dapat apa kita nak.etika dan cara pendidikan dikala buah hati sedang menangis.

adab dan sistem pendidikan dikala si kecil sedang menangis

Misalnya:

1. Si jatuh sikit karena terlanggar meja. Mula-mula tengok tanggapan dan keadaan, bila ok kita kena biarkan ia dulu dan terangkan mengapa jatuh dan tipe mana nak elakkan jatuh ketimbang kita terus berlari dengan reaksi muka dan bunyi terkejut.

2. Kecil menangis nak coklat kinderjoy.
Sebelum ke kedai yang ada jual cokelat ni, jika memang kita nak belikan bolehlah minta dia siapkan kerja atau buat sesuatu dulu baru dapat. Jika dia mengamuk tantrum, biarkan ia. Seandainya dah ok dan tenang, baru terangkan kena tak boleh (Social story).

3. Si menangis jikalau keok main game.
Biarkan dia. Bagi dia rasa “frust”, dan belajar sendiri metode kawal.

4. Si mengamuk nak ikut kita keluar.
Biarkan ia settle “luahkan” perasaan. Selepas itu baru distract dengan benda lain.

5. Si mengamuk taknak makan sebab nak makan junk food.
Ok, tak payah makan. Nanti next masa makan, dia akan belajar yang jika skip makan nanti lapar.

Kadang-kadang risau, seandainya jumpa ada yang umur 6 tahun masih makan bersuap, tak terampil gunakan baju sendiri melainkan abc 123 pandai. Bukan sebab “developmental delay”, tetapi karena segala A-Z mak buatkan. Lepas di ceramah 30minit, sebulan lepas tu tiba-tiba terus mahir makan dan gunakan pakaian sendiri. Semakin kita “overprotective”, kian kita membesarkan “adult baby”.

Tak perlu takut anak menangis. Biarkan ia menangis sekejap selagi tak memudaratkan, biarkan dia belajar untuk “pujuk” diri sendiri. Sebab menangis yaitu salah satu sistem untuk untuk kita luahkan perasaan. Kecil lelaki atau perempuan, biarkan mereka menangis. Biarkan mereka bukan petunjuk kita tidak sayang, melainkan karena kita nak train mereka untuk cope dengan “frustration”.sopan santun dan metode pengajaran ketika si kecil sedang menangis.

sopan santun dan cara pengajaran ketika anak sedang menangis.

Kita selalu dimomokkan dengan kata-kata “lelaki tidak boleh menangis”, ini salah. Menangis adalah progres natural yang Allah kurniakan pada seluruh manusia untuk meluahkan perasaan bukan untuk perempuan sahaja. Sebab itu kebanyakan penghuni institusi mental merupakan lelaki, sebab mereka lupa metode untuk meluahkan perasaan . Karena apa? Karena “lelaki tidak boleh menangis”.

Mental kita jenis getah, bila terlampau tegang ia akan putus. Tugas kita, kena kuatkan ketahanan “getah” itu. Untuk persiapkan mereka menghadapi dunia yang mencabar.

TAMBAHAN:
Unfo ini untuk bayi yang usia 6 bulan ke atas ye, biasanya masa ini sudah mahir “memanipulasi” mak ayah untuk bisa apa ia nak dengan menarik rambut mak ayah, menghentak kaki, membaling barang dan sebagainya. Peranan mak ayah merupakan untuk BETANYA dulu pada si kecil apa yang ia inginkan sebelum mengaplikasikan teknik “cry it all” untuk membendung habit yang tidak diingini.



Bantu penulis dengan share: