Terbukti! Buku ‘Aku Berani Tidur Sendiri’ Mengajarkan Anak Untuk Beronani! Astaghfirulloh

Islam Indonesia – Akhir-akhir ini, dunia maya dihebohkan dengan adanya buku anak-anak yang berjudul ‘Aku Berani Tidur Sendiri‘. Kehebohan itu hadir karena buku tersebut terbukti menghadirkan konten yang mengarah kepada pornografi.

aku berani tidur sendiri

Awalnya, kita tidak curiga ketika menilik cover buku itu yang menggambarkan kartun anak laki-laki. Akan tetapi akan terkejut tatkala kita membaca isinya. Para orang tua yang telah membaca isi buku tersebut menilai, buku tersebut belum layak untuk dibaca oleh anak-anak.

Inilah screenshoot isi dari buku berjudul ‘Aku Berani Tidur Sendiri’ itu:

aku berani tidur sendiri

Inilah beberapa penggal kata-kata yang tertulis didalam buku tersebut:

“Menit demi menit berlalu dan mataku masih tak bisa terpejam.

Aku menyilangkan kakiku kuat-kuat pada guling.

Iseng-iseng, aku menggerakkan tubuhku naik turun.

Eh, ternyata asyik juga rasanya.

Jantungku berdebar, tapi aku senang.

Aku menemukan permainan baru yang mengasyikan.

Sesekali, aku memasukkan tanganku ke dalam celana.

Aku mengulang.

Lagi dan lagi”.

aku berani tidur sendiri

Permintaan Maaf dari Penerbit Tiga Ananda dan Tiga Serangkai

Terkait dengan hal tersebut, CV. Tiga Ananda sebagai penerbit buku ‘Aku Berani Tidur Sendiri‘ memohon maaf atas beredarnya buku itu. Via akun instagram @tigaserangkai, mereka mengaku khilaf.

“Kami ucapkan terima kasih atas perhatian Bp/Ibu terhadap buku terbitan kami yang berjudul Aku Berani Tidur Sendiri dan Aku Belajar Mengendalikan Diri (2 cerita dalam 1 buku). Kami mengakui ada kekhilafan dalam penerbitan buku tersebut,” tulis pernyataan Penerbit Tiga Ananada, Selasa 21 Februari 2017.

aku berani tidur sendiri

Permintaan maaf tersebut mereka lanjutkan dengan memberikan keterangan pers. Buku itu sebetulnya dicetak sebagai buku pembantu bagi orang tua untuk mengajarkan pendidikan seksual usia dini, memberikan penjelasan kepada anak-anak untuk menjaga diri mereka. Dengan memberikan pengetahuan dasar, diharapkan, dapat menjadi pengetahuan dasar bagi anak-anak.

“Pada akhirnya, kami sadar bahwa sebagian masyarakat kita mungkin belum siap untuk menerima pendidikan seksual sejak usia dini. Sebagai bentuk tanggung jawab kami, buku tersebut sudah kami tarik dari peredarannya dari toko buku umum sejak Desember 2016, tak lama setelah buku itu terbit. Namun sayang, ternyata masih ada yang menjualnya di toko online,” ujar mereka masih dalam keterangan persnya.


Baca Juga: Awalnya Mencela, Akhirnya Pendeta Ini Ikut Merasakan Manfaat Puasa


Redaksi Tiga Ananda mengkonfirmasi, buku Aku Berani Tidur Sendiri dan Aku Belajar Mengendalikan Diri (2 cerita dalam 1 buku) itu sudah tak dijual di pasaran lagi. Akan tetapi, bila masyarakat masih menemukan buku itu, bisa mengirimkan nya kepada kami dialamat: Jl. DR. Supomo no. 23 Surakarta 57141, Telpon (0271) 714344. Redaksi Tiga Ananda akan mengganti buku tersebut dengan buku yang lainya, atau sebagai alternatif, mengembalikan uang dengan syarat & ketentuan yang berlaku.

Aku Berani Tidur Sendiri Buku Cerita Anak?

Di lain tempat, KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) memohon kepada penerbit untuk menarik buku tersebut dari pasaran. KPAI memberikan penilaian, bahwa buku tersebut belum layak untuk dicerna oleh anak-anak, karena bisa menghadirkan perilaku penyimpangan seksual pada anak-anak.

Ketua KPAI, Asrorun Ni’am menghimbau kepada penulis dan penerbit terkait untuk segera menarik buku tersebut dari peredaran, dan meminta maaf secara terbuka untuk mengakui kesalahan nya.

Setelah adanya kejadian yang cukup membuat kehebohan ini, para pendidik di negeri ini masih setuju untuk memberikan pendidikan seksual kepada anak dengan pendidikan secara langsung dan penggunaan kalimat secara tepat, bukan melalui buku cerita yang berisiko disalah fahami oleh anak-anak.

aku berani tidur sendiri

Mengenai buku ‘Aku Berani Tidur Sendiri‘ ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy akan memberikan sanksi kepada PT. Tiga Serangkai Solo terkait peredaran buku tersebut. Muhadjir menilai, buku tersebut belum pantas untuk diceritakan kepada anak-anak. Sebagai langkah antisipasi selanjutnya, dirinya sedang mengupayakan untuk menerbitkan undang-undang perbukuan yang baru, berkolaborasi dengan Komisi X DPR RI.

Rencananya, setelah UU Perbukuan sudah terbit, setiap penerbit buku akan diawasi secara ketat sebelum mengedarkan berbagai buku, terlebih lagi buku yang menargetkan anak-anak sebagai pembacanya.

Bantu penulis dengan share: