Alhamdulillah! Gang Dolly Kini Berlimpah Sholawat, Padahal Dahulu?

Gang Dolly yang dahulu dikenali bergelimang syahwat, kini bergelimang sholawat. Hal demikian tentu menghadirkan energy positif dan tampak lebih menyejukan. Ratusan orang berlimpah ruah demi menghadiri majlis sholawat yang terlaksana di Gang Dolly. Jauh berbeda dengan kondisi Gang Dolly yang dahulu dikenali sebagai pusat birahi di Kota Surabaya.

Dulu Berkubang Dengan Syahwat dan Maksiat, Kini Syahdu Melantunkan Sholawat

Bi idznillah, walhamdulillah.. Kini, semua penduduk Kelurahan Putat Jaya termasuk eks mucikari, eks pekerja dan penghuni lokalisasi sudah berusaha bertaubat dan mendekatkan diri kepada Alloh ta’ala Yang Maha Esa. Lantunan sholawat yang dipandu oleh ustadz setempat menambah rasa syahdu dan kehusyu’an. Seluruh wanita menggunakan mukena putih yang menutup aurat hadir memenuhi Gang Dolly.

gang dolly
Gema Sholawat Gang Dolly

Mengenai acara Gema Sholawat ini, Camat Sawahan Muhammad Yunus mengatakan, “Bulan suci Romadhon ini mesti kita sambut dengan suasana yang menyejukan. Dolly tak berselimut syahwat lagi, kini malah berhias dengan sholawat”.

Koresponden yang hadir dilokasi melaporkan, Gang Lebar Putat Jaya ditutup habis. Tampak sebuah panggung megah yang dihias dengan ornamen apik memeriahkan suasana Gema Sholawat yang dilaksanakan. Kurang lebih, pukul tujuh malam, ratusan orang, pria dan wanita mulai memenuhi area Gema Sholawat. Para hadirin memenuhi acara tersebut untuk mendekatkan diri kepada Alloh sub-hanahu ta’ala dengan bersholawat.


Baca Juga: Dulu Menghujat Islam Habis-habisan, Arnoud van Doorn Kini Malah Bersyahadat


Suasana Gema Sholawat sudah bisa dirasakan frekuensi dan vibrasi nya ketika kita merangsek masuk ke Jl. Girilaya dari Kedongdoro. Beberapa orang yang berbusana putih sudah bersiap sedia menerima para hadirin. Akibat keramaian yang terlaksana di Gang Dolly, orang-orang yang melintasi area tersebut menerka ada aksi sweeping yang dilakukan oleh ormas Islam.

Di gang yang berbeda, juga terlihat jama’ah Gema Sholawat yang duduk bersila menunggu acara dimulai. Dahulu yang hingar bingar dengan alunan musik penggugah syahwat dan lampu disko, kini terasa khusyuk dengan acara religi tersebut. Panitia acara Gema Sholawat memisahkan jama’ah pria dan wanita di gang yang berbeda.

Dolly Saiki Festival & Dolly Night Run 2017

Camat Sawahan Muhammad Yunus memberi informasi, selama bulan Romadhon berlangsung, Gang Dolly akan dimeriahkan dengan acara Dolly Saiki Festival. Rencananya, acara tersebut akan diselenggarakan bersama mereka yang pernah mendulang rejeki di Gang Dolly. Dolly Saiki Festival juga akan dibuka oleh Walikota Tri Rismaharini, dilanjutkan dengan buka puasa bersama dan tarowih berjama’ah, lantas dilanjutkan dengan acara Dolly Night Run.

Bulan Romadhon tahun ini juga akan dilaksanakan bazar yang diperuntukan warga eks lokalisasi dan warga Putat. Tak cuma itu saja, akan diadakan pula perlombaan qosidah dan tartil membaca al-Qur’an.

Hijroh Ke Hidup Yang Lebih Barokah

Sebagaimana yang kita ketahui bersama, Gang Dolly berhasil direstorasi dan dibersihkan dari berbagai kemaksiatan oleh Walikota Surabaya, Tri Rismaharini. Penutupan lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara itu tak mendapatkan perlawanan serius dari warga dan penyokong nya. Justru, walaupun penghasilan warga kini tak sebanyak dahulu, mereka merasa lebih tenang dan bahagia menjalani kehidupan yang baru.

gang dolly
Gang Dolly dahulu kala

Pemberdayaan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota (PEMKOT) Surabaya cukup efektif menekan angka pengangguran selepas penutupan lokalisai Gang Dolly. Salah satu wisma yang terdapat di Gang Dolly kini dibeli dan diambil alih oleh PEMKOT untuk dijadikan pusat pemberdayaan UKM (usaha kecil menengah) dan pusat pendidikan.

Mereka yang dahulu mencari nafkah sebagai penjaja birahi, kini mengerti bagaimana memproduksi usaha sablon dan memasarkan nya. Adapula warga lain yang dahulunya berprofesi sebagai mucikari, kini mempunyai beberapa karyawan yang saling bahu membahu memproduksi dan menjual berbagai sepatu. Tak cuma melakukan pendidikan profesi saja, PEMKOT juga menjadi penyalur dan penadah berbagai produk yang dibuat oleh warga Gang Dolly.

Rasa syukur kepada Alloh ta’ala sudah sepatutnya kita ucapkan atas keberhasilan dan kemauan warga Gang Dolly untuk berhijrah ke hidup yang diberkahi oleh Alloh azza wa jalla. Gang Dolly dahulu yang berkubang dengan syahwat, kini syahdu dengan acara Gema Sholawat. Walhamdulillah wa shollatu ‘ala nabiyyina Muhammad.

Diposkan oleh admin: Islam Indonesia

Bantu penulis dengan share: