Aturan Bagi Pria yang Tak Menikah dan Dalilnya

Undang-undang Bagi Pria yang Tak Menikah dan Dalilnya

Menikah ialah salah satu saran yang disunahkan oleh Rasulullah Saw, barang siapa yang mengikuti sunahnya, maka mereka ialah umatnya. Dengan menikah maka akan bisa menerima kemuliaan dan memberikan kesempatan untuk bisa menjadi salah satu hamba – Nya yang bisa menikmati enak di surga Allah Swt kelak.
Perlu anda kenal bahwa makna pernikahan dalam islam sangatlah sakral. Selain itu menikah yakni salah satu komponen dari syariat Islam. Berikut firman Allah yang bisa menguatkan situasi sulit ini :

“Maha Suci Allah yang sudah menghasilkan pasangan-pasangan semuanya, bagus dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka ataupun dari apa yang tak mereka kenal.” (Qs. Yaa Siin (36) : 36)

“Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari variasi kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Ia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik.” (Qs. An Nahl (16) : 72)

Dasar Undang-undang Pernikahan

Dalam sebuah ikatan pernikahan memang terdapat dasar peraturannya, firman Allah mengenai dasar peraturan pernikahan ini juga banyak diterapkan dan semestinya dicantumkan dalam sebuah undangan pernikahan supaya kita tau bahwa pernikahan itu sesuatu yang baik dan benar-benar direkomendasikan dalam ajaran agama Islam.

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya yakni Ia mewujudkan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, agar kau cenderung dan merasa damai kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pedoman-pertanda bagi kaum yang berpikir.” (Qs. Ar. Ruum (30) : 21)

Hukum Tidak Menikah Bagi Pria
Regulasi menikah mempunyai golongan masing – masing situasi dan situasi yang ada. Sekali-sekali juga dapat diatur dari niatan permulaan mengerjakan pernikahan.

1. Aturan Pernikahan Semestinya

Undang-undang pria menikah menjadi patut seandainya dia tak kapabel membendung hawa nafsunya dengan bagus dan untuk menghindarkan terhadap tindakan zina. Tetapi disisi lain pria tersebut sudah mampu untuk membangun bahtera rumah tangga. Nah dengan demikian aturan menikah sendiri menjadi suatu kewajiban sebab diklasifikasikan menurut keadaan atau bahkan situasi. Tata ini jelaskan dalam firman Allah Swt :

“keharusan yang tidak total selain dengan sesuatu, karenanya sesuatu tersebut aturannya seharusnya”

2. Undang-undang Pernikahan Sunah (Mustahab)

Tata pria menjalankan pernikahan menjadi disunahkan kalau seorang pria telah bisa dikelompokkan cakap untuk menjalankannya, melainkan disisi lain pria hal yang demikian bisa mengendalikan hawa nafsunya dengan bagus sehingga ia sendiri bisa terhindar dari tindakan zina.Regulasi Bagi Pria yang Tak Menikah dan Dalilnya.

Peraturan Bagi Pria yang Tidak Menikah dan Dalilnya

“diantara yang menunjukkan sunnahnya menikah (tak wajibnya), ialah ulama sepakat bahwa seorang tuan tidak boleh memaksakan budak laki-laki atau budak wanitanya untuk menikah. Sekiranya budak dalam ayat di atas di-athaf-kan dengan al ayaama (orang yang sendirian). Ini memperlihatkan bahwa tata tertib menikah yakni sunnah untuk seluruh (yang diceritakan dalam ayat).” (Al – Jashash)

Terang peraturan menikah memang diwajibkan dalam syariat agama islam, karenanya bagi mereka yang termasuk seorang wali bisa dengan bebas dan leluasa memaksakan kehendak seorang si kecil perempuannya untuk menjalin ikatan pernikahan. Regulasi – terang dalam ajaran islam memaksakan kehendak untuk menjalin ikatan pernikahan dilarang oleh agama Islam. Peraturan ini bisa anda lihat sesuai dengan sabda Rasulullah Saw, yang berbunyi :

“jangan engkau nikahkan seorang perawan hingga ia berharap (ridha)”

Dalam hal ini dimaksudkan bahwa sebagai seorang wali tidak boleh memaksakan kehendaknya untuk menikahkan anak perempuannya hingga ia memang dengan gembira hati telah siap dan mantap hatinya.

3. Tata Pernikahan Makruh

Peraturan pria melaksanakan pernikakan diklasifikasikan makruh jika dia dalam hal materi sudah sungguh-sungguh sanggup dan siap dan bisa menahan hawa nafsunya dengan baik sehingga tidak akan terjerumus ke dalam perbuatan keji seperti halnya zina, namun pria hal yang demikian tak mempunyai niat atau bahkan tekad dalam upaya menjalankan kewajibannya sebagai seorang suami baik secara lahir maupun batin.

4. Tata Pernikahan Mubah

Hukum pria melaksanakan pernikahan yang digolongankan mubah bila dia dari segi materi sudah berkecukupan dan telah dianggap sanggup untuk menikah, namun dari segi menahan hawa nafsu kepada syahwatnya ia tidak bisa mengaturnya sehingga berpeluang untuk menjerumuskannya ke tindakan zina, namun disisi lain dia menikah bukan memiliki tujuan baik membangun rumah tanggal, namun cuma untuk memenuhi kebutuhan syahwatnya saja. Undang-undang dilihat dari segi ilmu ekonomi, tindakan seperti ini hampir mirip dengan kemauan membeli barang.Regulasi Bagi Pria yang Tidak Menikah dan Dalilnya.

Regulasi Bagi Pria yang Tidak Menikah dan Dalilnya

5. Aturan Pernikahan Haram

Regulasi pernikahan yang sebetulnya baik akan berubah menjadi buruk dan malah diharamkan apabila niat awalnya hanya untuk hal – hal buruk. Ketidakmampuan yang untuk membina bahtera rumah tangga juga diharamkan, seandainya pada akhir akan menyia – nyiakan sang istri.

Hukum jikalau pernikahan yang diharapkan seorang pria hanya untuk balas dendam dengan menganiaya istri, malah tidak menafkahi istri baik lahir maupun batin. Kemudian pernikahan sedarah atau hal lainnya seperti pernikahan dengan wanita yang haram dinikahi, pernikahan dengan mahram dan anda mesti tau mengenai pengertian mahram.

“…Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri kedalam kebinasaan dengan tanganmu sendiri…” (QS. Al-Baqarah : 195). (Al-qur’an dan alih bahasa, Departemen Agama RI, 2002 : 36)

Larangan Menikah Bagi Pria Kecuali Regulasi Islam
Selain disarankan untuk menikah, dalam islam pun terdapat larangan – larangan untuk menikah bagi pria. Berikut ini perlu anda kenal apa saja yang menjadi larangan untuk mengerjakan pernikahan :

Larangan Pria Menikah Hubungan Berbeda Keyakinan (Agama)
“Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman, sebetulnya wanita budak yang mukmin lebih baik daripada wanita musyrik meskipun dia menarik hatimu.” (QS. Al Baqarah ayat 221)

Larangan Pria Menikah Hubungan Adanya Karena Darah
ads Hukum dipandang dari sudut pandang Ilmu Kedokteran, pernikahan yang dilaksanakan antara keluarga yang memiliki kekerabatan darah terlalu dekat, hal hal yang demikian akan menyebabkan keturunannya kelak mejadi kurang sehat dan juga mungkin cacat pun tak sedikit yang mempunyai inteligensi kurang cerdas. (Dr. Ahmad ramali Jalan Menuju Kesehatan Jilid I, halaman 221)
Larangan Pria Menikah Kekerabatan Terdapat Sebab Persusuan
Seorang pria dilarang menikah dengan wanita yang pernah menyusu dengan ibu yang sama. Karena bukan saudara sekalipun tetap dilarang. Hubungan dari air susu ibu tersebutlah darah dari ibu yang menyusui tersebut sama – sama mengalir.
Larangan Pria Menikah Hubungan Terdapat Sebab Semenda
“jangan kau nikahi perempuan yang sudah dinikahi oleh Bapak kau, tindakan itu yaitu perbuatan jahat dan keji.”

Larangan Pria Menikah Dengan Wanita yang Bersuami (Poliandri)
Dalam suatu hadis rasul diriwayatkan oleh muslim, Abu Daud, Al Tirmidzi dan Al Nasai berasal dari Abi Said Al Chudri :

“Dalam peperangan anthos dalam tahun ke-2 pada waktu itu kaum muslimin mendapat kemenangan dan sukses memperoleh tawanan sebagian wanita ahlil kitab yang masih bersuami. Pada waktu wanita-wanita itu berharap dinikahi oleh kaum muslimin mereka menolak dengan alasan masih bersuami.”

Larangan Pria Menikah Dengan Wanita Pezina
Dalam ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah Swt bahwa diharamkan bagi orang – orang mukmin seperti halnya Pria yang bergembira menjalankan zina, maka tak diperbolehkan menikahi perempuan yang latar belakangnya bagus¬baik. Tapi pria tersebut hanya dapat mengerjakan pernikahan dengan perempuan yang senang melakukan zina juga atau malahan perempuan yang musyrik.

Dan sebaliknya bagi perempuan yang bahagia melaksanakan zina tak bisa dinikani oleh pria yang memiliki latar belakang baik¬baik. Perempuan tersebut cuma dibiarkan melaksanakan pernikahan dengan pria yang bersuka cita mengerjakan zina juga atau malah pria yang musyrik.

Larangan Pria Menikahi Melainkan Istrinya
Sesudah seorang pria menjatuhkan talaq 3 terhadap seorang istri, maka telah bisa dikatakan pria hal yang demikian resmi menceraikan istrinya dalam pandangan islam. Tetapi terdapat pengecualian jikalau perempuan ini melakukan pernikahan dengan pria lain khususnya dahulu, kemudian tertalaq kembali.

Larangan Pria Menikah Sesudah Yang 4 Orang Istri
Bagi seorang pria yang telah menikahi 4 orang perempuan, maka diharamkan baginya untuk menikahi kembali perempuan untuk yang kelima kalinya. Dalam ajaran islam mengajari bahwa menikahi perempuan (istri) maksimal yakni 4 kali, benar-benar baik tata tertibnya kalau niatnya untuk mengayomi anak yatim.

Ayat – Ayat Lainnya yang Menguatkan Pernikahan
“Dan segala sesuatu Kami Ciptakan Berpasang – pasangan agar kamu mengingat kebesaran Allah.”

“Hai manusia, bertakwalah terhadap Dia-mu Sesungguhnya menciptakan kau dari satu jiwa dan darinya Dia menghasilkan jodohnya, dan mengembang-biakan dari keduanya banyak laki-laki dan perempuan; dan bertakwalah terhadap Allah swt. yang dengan nama-Nya kamu saling bertanya, secara khusus mengenai relasi tali relasi. Sesungguhnya Allah swt. yaitu pengawas atas kau.” (An Nisa: 1)

Sampai diambil rumusan bahwa tulisan mengenai hukum bagi pria yang tidak menikah yang sudah diulas di atas secara terperinci dan dikemas dengan baik diinginkan bisa membantu memudahkan anda melam mempelajari serta memahaminya lebih dalam lagi sehingga layak diciptakan sebagai sumber referensi.

disini dahulu ya tulisan kali ini yang membahas mengenai hukum bagi pria yang tak menikah. Semoga bisa berguna bagi sobat sekalian dan terima kasih sudah menyempatkan sedikit waktunya untuk membaca artikel aku ini. sua di artikel lainnya.



Bantu penulis dengan share: