Aturan Menyikat Gigi Saat Puasa Berdasarkan Islam dan Dalilnya

Hukum Menyikat Gigi Saat Puasa Menurut Islam dan Dalilnya

Bagi umat muslim, bulan ramadhon tentu menjadi bulan yang benar-benar spesial dan dinantikan. Bulan ramadhon itu suci, waktu dimana Al-Quran pertama kali diwariskan ke bumi. Di bulan ramadhon ini umat islam tidak hanya diharuskan untuk berpuasa saja. Tetapi juga wajib menghindari hal-hal tertentu, seperti berkaitan intim suami-istri, mengumbar perkataan sia-sia (seperti bergunjing), melaksanakan perbuatan kotor (menonton film porno) dan sebagainya. Lalu bagaimana dengan aturan menyikat gigi saat puasa?

Anda pasti kerap bertanya-tanya, sesungguhnya apakah boleh menyikat gigi di siang hari saat bulan ramadhan? Pasalnya mulut menjadi bau di kala berpuasa dan ujung-ujungnya membuat kita jadi minder untuk berbincang-bincang dengan orang lain. Tetapi kalaupun memaksakan diri untuk menggosok gigi nantinya malahan takut membatalkan puasa. Lalu apa yang seharusnya dijalankan? Berikut penjelasan mengenai tata tertib menyikat gigi dikala puasa di bulan ramadhan.
Keutamaan Menggosok Gigi (Bersiwak)
Sebagaimana kita tahu bahwa islam mencintai kebersihan. Malah disebutkan bahwa kebersihan ialah beberapa dari Iman. Dan menggosok gigi ialah salah satu metode untuk menjaga kebersihan diri. Dengan rutin menggosok gigi, kesehatan mulut akan terjaga, kita terhindar dari risiko gigi berlubang, dan aroma mulut bahkan juga akan terjaga kesegarannya. (Baca juga: Sikat gigi dikala puasa, Peraturan kerasam saat puasa ramadhan)

Di jaman rasulullah dahulu, beliau menyikat giginya dengan menggunakan siwak. Kayu siwak sering kali juga disebut sebagai miswak, adalah sebuah akar atau dahan yang berasal dari pohon minuman memabukkan (Salvadora persica). Pemakaian siwak ini amat direkomendasikan dalam islam. Sebagaimana digambarkan dalam Hadist riwayat Nasa’i, Aisyah radliallahu ‘anha berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

السِّوَاكُ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِ ، مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ

“Bersiwak dapat membersihkan mulut dan mendatangkan ridha Allah.” (HR. Nasa’i dan dishahihkan al-Albani)

Dibeberkan pula dalam Hadist Riwayat Bukhori dan Muslim, Aisyah pernah berkata: Aku melihat rasulullah memandang siwak hal yang demikian, maka akupun tahu bahwa ia menyukainya, lalu aku berkata: “Aku ambilkan siwak tersebut untuk engkau?” Karenanya rasulullah mengisyaratkan dengan kepalanya (mengangguk) yakni pertanda sependapat.” (HR. Bukhori dan Muslim).

Kecuali membersihkan mulut, islam juga mengajari terhadap umatnya juga senantiasa bersuci sebelum melakukan ibadah untuk menghindari najis
Menyikat gigi (Bersiwak) Saat Berpuasa Menurut Pendapat Ulama
Saat ini keberadaan siwak sudah langka, maka orang-orang menggantinya dengan sikat dan pasta gigi. Karenanya itu para ulama mengatakan bahwa aturan menyikat gigi saat ramadhon tak berbeda dari bersiwak. Beberapa diantara mereka ada yang mengatakan bahwa regulasi menyikat gigi ketika puasa diperkenankan, namun ada juga yang menganggapnya makruh.

Mubah
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِى لأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ وُضُوءٍ

“Kalau tak memberatkan umatku niscaya akan kuperintahkan mereka untuk bersiwak tiap kali berwudhu.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Dari hadist diatas, kita jadi mengerti betul bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi anjuran umatnya untuk bersiwak setiap hari, malahan sesering mugkin. Perintah ini juga tak mengecualikan bulan-bulan tertentu (contohnya bulan Ramadhon). Saya mana berarti instruksi tersebut bersifat awam untuk tiap bulan, bagus berpuasa ataupun tak. Hadist lain yang diriwayatkan oleh Tirmidzi juga memperkuat mubahnya aturan menyikat gigi dikala berpuasa. Hadist ini berbunyi:

رَأَيْتُ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- مَا لاَ أُحْصِى يَتَسَوَّكُ وَهُوَ صَائِمٌ

“Dari teman Rasululloh, ia berkata: Saya pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersiwak beberapa kali hingga tidak dapat kuhitung banyaknya, meski dikala itu beliau sedang berpuasa.” (HR. Tirmidzi)Hukum Menyikat Gigi Dikala Puasa Menurut Islam dan Dalilnya.

Regulasi Menyikat Gigi Ketika Puasa Menurut Islam dan Dalilnya

Makruh
Beberapa semua ulama menyutujui anggapan yang membiarkan menyikat gigi di ketika berpuasa. Beberapa ulama lain mengatakan bahwa menggosok gigi ketika puasa itu makruh atau sebaiknya dihindari. Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani dalam Nihayatuz Zain mempersembahkan bahwa:

“Zaman yang makruh dalam puasa ada tiga belas. Salah satunya bersiwak sesudah zhuhur,” (Nihayatuz Zein fi Irsyadil Mubtadi’in, cetakan Al-Maarif, halaman 195).

Menyikat gigi dikala berpuasa dianggap makruh karena ditakutkan akan menyebabkan masuknya air ke dalam rongga mulut, sehingga dapat membatalkan puasa. Pendapat lain disampaikan oleh Al-Habib Abdulah bin Husein bin Thahir dalam bukunya Is‘adur Rafiq wa Bughyatut Tashdiq:

“Bagi orang berpuasa, makruh bersiwak sesudah zhuhur menurut hadits, ‘Perubahan bebauan mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah pada hari Menggunakan daripada wangi minyak misik,’” (Is‘adur Rafiq, cetakan Al-Hidayah, halaman 117).

Bagaimana Polemik Tetapi Pasta Gigi?

Seandainya ulama tidak cuma sebatas dalam menyikat gigi. Tapi juga tata sistem dalam menggosoknya, apakah menggunakan pasta atau tidak. Pasalnya pasta gigi ini mempunyai rasa dan bisa terasa lidah. Ditunjukkan tak hati-hati, tentu bisa masuk bersama air liur ke dalam rongga mulut. Oleh sebab itu, para ulama mencoba mempelajari regulasi-regulasi dalam menerapkan pasta gigi di ketika berpuasa.

Ramadhan
Dibeberkan oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz, bahwa menggunakan pasta gigi dikala berpuasa tidaklah kenapa selama tak tertelan di kerongkongan. Sebagaimana pula dibiarkan bersiwak bagi orang yang berpuasa bagus di pagi hari atau sore harinya.” (Fatwa Ramadhan, Juz 2, halaman 495).Aturan Menyikat Gigi Saat Puasa Menurut Islam dan Dalilnya.

Undang-undang Menyikat Gigi Dikala Puasa Menurut Islam dan Dalilnya

Sebaiknya dihindari
Pernyataan lain yang dituturkan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, mengatakan bahwa menyikat dengan pasta gigi dikala berpuasa boleh. Asalkan pasta tidak hingga tertelan ke dalam tubuh. Maka demikian beliau memberi anjuran untuk tak menggunakannya. Ramadhon pasta gigi mempunyai rasa dan bisa saja masuk ke dalam perut tanpa disadari. Karenanya itu, sedangkan diperkenankan sebaiknya kita menghindari pasta gigi ini. Dengan seperti itu, kita berarti telah menjaga diri dari hal-hal yang membatalkan puasa (Fatwa Ramadhan, Juz 2, halaman 496).
Sesungguhnya Karena Menyikat Gigi di Bulan Ramadhan
Seandainya kita tak perlu kuatir dengan bau mulut di dikala berpuasa. Ramadhon padahal wangi-wangiannya tak enak bagi manusia, tetapi di sisi Allah pada hari akhir zaman kelak, wangi-wangian mulut orang-orang berpuasa lebih wangi diperbandingkan minyak katsuri. Sebagaimana ditunjukkan dalam hadist riwayat Abu Hurairah yang berbunyi:

وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

“Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR Abu Hurairah)

Untuk menyikat gigi di ketika bulan ramadhon terang tak dilarang, karena hal ini juga bertujuan untuk menjaga kesehatan gigi. Bila saja, ada waktu-waktu tertentu yang sebaiknya dihindari untuk kesibukan menyikat gigi. Nah, dibawah ini beberapa tata sistem terbaiknya:

Usakan untuk menyikat gigi setelah makan berbuka karena pada dikala itu, makanan dan minuman boleh masuk ke dalam perut jadi kita pun tak perlu cemas akan tertelannya air atau pasta ke dalam kerongkongan. (Baca juga: Menu berbuka puasa–waktu buka puasa)
Jangan lupa untuk senantiasa menggosok gigi setiap selesai makan sahur, tepatnya memasuki subuh (namun sebelum adzan ya). Dengan begitu tidak ada mulut akan bersih dari sisa-sisa makanan.
Dijelaskan memutuskan menyikat di siang hari (ketika berpuasa):
Maka menyikatlah dengan perlahan untuk menghindari gusi tergores dan berdarah. Perdebatan hal ini terjadi maka segera muntahkan darah tersebut.
Polemik memakai pasta gigi, maka sebaiknya sedikit saja untuk menghindari risiko tertelan.
Kekerabatan-pelan dalam berkumur agar air tak ikut serta masuk dalam rongga mulut
Demikianlah regulasi menyikat gigi dikala puasa menurut pendapat ulama. Memang tidak ada larangan ataupun fatwa yang mengatakan bahwa menyikat gigi membatalkan puasa. Jadi bila kita ingin melaksanakannya diizinkan dengan catatan sepatutnya menyikat dengan pelan-pelan supaya air dan pasta gigi tidak turut masuk dalam mulut. Sebagaimana hadist Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

بَالِغْ فِى الاِسْتِنْشَاقِ إِلاَّ أَنْ تَكُونَ صَائِمً

“Bersungguh-sungguhlah dalam beristinsyaq (memasukkan air ke dalam hidung), kecuali jika engkau sedang berpuasa.

Semoga isu ini dapat membantu dan memberikan pencerahan bagi kita semu. Dan hendaklah kita memperbanyak amalan istighfar, menjalani rukun iman, rukun islam, Iman dalam Islam, menjaga Tata Dengan Iman Islam dan Ihsan, serta Sopan dengan Iman.



Bantu penulis dengan share: