Aturan Puasa Tanpa Shalat Tarawih Menurut Islam

Regulasi Puasa Tanpa Shalat Tarawih Menurut Islam

Bulan ramadhan kan seketika tiba dan kita sebagai umat muslim sepantasnya gembira menyambut bulan ramadhon karena bulan ramadhan mempunyai beberapa keistimewaan (baca keistimewaan ramadhan) dan keutamaan dibanding bulan-bulan lainnya. Pada bulan ramadhan kita diwajibkan untuk berpuasa atau yang kita kenal dengan puasa ramadhan dan malam harinya kita melaksanakan ibadah sholat tarawih. Lalu bagaimanakah peraturannya apabila berpuasa melainkan tak menjalankan sholat tarawih pada malam harinya? Sebelum membahas hal tersebut ada baiknya kita menyimak pembahasan mengenai puasa ramadhan dan sholat tarawih berikut ini.

Puasa Ramadhan

Puasa ramadhon yaitu puasa yang dilaksanakan pada bulan ramadhan dan hukumnya patut bagi umat islam terkecuali mereka yang berhalangan atau mempunyai uzur. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al Baqarah ayat 183-185 yang bunyinya

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

اHai orang-orang yang beriman, diharuskan atas kau berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kau bertakwa (Al baqarah : 183)

أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

(ialah) dalam beberapa hari yang tertentu. Karenanya barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu dia berbuka), karenanya (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan harus bagi orang-orang yang berat melakukannya (apabila mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (adalah): memberi makan seorang miskin. Barang siapa yang dengan kerelaan hati melakukan kebajikan, maka itulah yang lebih bagus baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kau mengenal. (Al baqarah : 184)

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

(Sebagian hari yang diatur itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diwariskan (permulaan) Al Qur’an sebagai pertanda bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai tanda itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kau mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang dikasih kepadamu, agar kau bersyukur. (Al baqarah : 183)

Dari dalil diatas karenanya bisa kita simpulkan bahwa puasa ramadhan seharusnya peraturannya untuk dilakukan selain orang yang berhalangan seperi orang sakit, musafir, lansia dan malahan ibu hamil dan menyusui diizinkan untuk meningglakan puasa namun sepatutnya mengqadha atau menggantinya dikemudian hari (baca tips berpuasa bagi ibu hamil dan tips berpuasa bagi ibu menyusui).

Prasyarat legal puasa ramadhan dan fadhilahnya juga sepatutnya diketahui supaya kita dapat mengerjakan ibadah puasa dengan baik. Diantara syarat sah puasa yakni islam, baligh, berakal sehat, suci dari haid dan nifas, berniat puasa, dan mampu membendung diri dari godaan.

Sholat Tarawih
Shalat tarawih adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada malam bulan ramadhan dan diakhiri dengan sholat witir. Shalat tarawih berbeda dengan sholat tahajud sebab untuk melaksanakan sholat tarawih seseorang tidak perlu tidur dan bangun di sepertiga malam untuk melaksanakannya. Peraturan sholat tarawih di bulan ramadhan yakni sunnah muakkad atau benar-benar dianjurkan cocok dengan Alqur’an dan hadits serta sebagian pendapat ulama. Sholat tarawih bisa dilaksanakan secara berjamaan ataupun sendirian dirumah karena aturan shalat tarawih sendirian di rumah dibiarkan.

Peraturan shalat tarawih berjamaah dan sendirian disebutkan dalam hadits berikut ini :

Dalil sholat tarawih berjamaah
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada suatu malam keluar dan sholat di mesjid, orang orang bahkan turut sholat bersamanya, dan mereka memperbincangkan sholat hal yang demikian, hingga berkumpullah banyak orang, saat beliau sholat, mereka-bahkan ikut serta sholat bersamanya, mereka meperbincangkan lagi, hingga bertambah banyaklah penghuni masjid pada malam ketiga, Rasulullah Shallalalhu ‘alaihi wa sallam keluar dan sholat, ketika malam keempat mesjid tak mampu menampung jama’ah, hingga beliau hanya keluar untuk mengerjakan shalat Shubuh.Regulasi Puasa Tanpa Shalat Tarawih Berdasarkan Islam.

Regulasi Puasa Tanpa Shalat Tarawih Berdasarkan Islam

Sesudah selesai shalat beliau menghadap manusia dan bersyahadat kemudian bersabda (yang artinya) : “ Amma ba’du. Hakekatnya saya mengetahui tindakan kalian semalam, melainkan saya cemas diharuskan atas kalian, sehingga kalian tidak mampu mengamalkannya”. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat dalam kondisi tak pernah lagi melaksanakan sholat tarawih secara berjama’ah” [Hadits Riwayat Bukhari Muslim]

2. Dalil shalat tarawih sendirian

“Hendaklah kalian manusia melakukan shalat (sunnah) di rumah kalian karena sebaik-baik sholat yakni sholat seseorang di rumahnya selain sholat seharusnya.” (HR Bukhari Muslim)

Shalat tarawih mempunyai keutamaan-keutamaan yang sangat bagus jika dilakukan ( baca keutamaan sholat tarawih) dan sholat tarawih resmi sekiranya memenuhi persyaratan legal shalat.

Bagaimana Aturan Puasa Tanpa Shalat Tarawih?

Mungkin pertanyaan ini sering terbersit dipikiran kita yang belum banyak mengenal undang-undang dalam agama islam. Sebagaimana dibeberkan sebelumnya bahwa hukum puasa ramadhon ialah harus sementara peraturan sholat tarawih yaitu sunnah muakad dimana sekiranya ditinggalkan tidaklah berdosa. Karena shalat tarawih tata tertibnya sunnah dan bukan ialah salah satu prasyarat legal atau rukun puasa karenanya puasa orang yang tak menunaikan shalat tarawih ialah legal. Hingga ini diperkuat dalam hadits berikut ini mengenai tata tertib puasa tanpa shalat tarawih :

Rasulullah hanya mengimami sholat tarawih selama tiga malam selama bulan ramadhon
Dari Abu Dzar, pada zaman rasulullah, diketaui bahwa rasul cuma melaksanakan shalat tarawih berjamaah selama tiga malam

صُمْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَمَضَانَ، فَلَمْ يَقُمْ بِنَا شَيْئًا مِنْهُ، حَتَّى بَقِيَ سَبْعُ لَيَالٍ، فَقَامَ بِنَا لَيْلَةَ السَّابِعَةِ حَتَّى مَضَى نَحْوٌ مِنْ ثُلُثِ اللَّيْلِ، ثُمَّ كَانَتِ اللَّيْلَةُ السَّادِسَةُ الَّتِي تَلِيهَا، فَلَمْ يَقُمْهَا، حَتَّى كَانَتِ الْخَامِسَةُ الَّتِي تَلِيهَا، ثُمَّ قَامَ بِنَا حَتَّى مَضَى نَحْوٌ مِنْ شَطْرِ اللَّيْلِ، فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ لَوْ نَفَّلْتَنَا بَقِيَّةَ لَيْلَتِنَا هَذِهِ. فَقَالَ: «إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الْإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ، فَإِنَّهُ يَعْدِلُ قِيَامَ لَيْلَةٍ» ثُمَّ كَانَتِ الرَّابِعَةُ الَّتِي تَلِيهَا، فَلَمْ يَقُمْهَا، حَتَّى كَانَتِ الثَّالِثَةُ الَّتِي تَلِيهَا، قَالَ: فَجَمَعَ نِسَاءَهُ وَأَهْلَهُ وَاجْتَمَعَ النَّاسُ، قَالَ: فَقَامَ بِنَا حَتَّى خَشِينَا أَنْ يَفُوتَنَا الْفَلَاحُ، قَالَ: ثُمَّ لَمْ يَقُمْ بِنَا شَيْئًا مِنْ بَقِيَّةِ الشَّهْرِ

Kami berpuasa bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada bulan ramadhon. Beliau tidak pernah mengimami shalat malam sama sekali, hingga ramadhon tinggal 7 hari. Pada H-7 beliau mengimami kami sholat malam, sampai berlalu sepertiga malam. Kemudian pada H-6, beliau tidak mengimami kami. Wahai pada malam H-5, beliau mengimami kami shalat malam hingga berlalu separuh malam. Kamipun meminta beliau, ‘Berikutnya Rasulullah, bagaimana bila kita tambah sholat tarawih hingga akhir malam?’ Kemudian beliau bersabda, ‘Barangsiapa yang sholat tarawih berjamaah bersama imam sampai selesai, karenanya dia Undang-undang Puasa Tanpa Shalat Tarawih Berdasarkan Islam.

Peraturan Puasa Tanpa Sholat Tarawih Berdasarkan

Islammemperoleh pahala sholat tahajud semalam suntuk.’ Kemudian H-4, beliau tak mengimami jamaah tarawih, sampai H-3, beliau kumpulkan semua istrinya dan para sahabat. Kemudian beliau mengimami kami sampai akhir malam, sampai kami cemas tak menerima sahur. Hakekatnya, beliau tidak lagi mengimami kami hingga ramadhan berakhir. (HR. Nasai Ibn Majah, Al-Albani)

2. Rasullullah bersabda bahwa shalat tarawih tidaklah semestinya

Rasullullah juga bersabda bahwa :

إِنِّي خَشِيْتُ أَنْ تُفْرَضَ عَلَيْكُمْ.

“Sesungguhnya aku khawatir ini (dianggap) semestinya atas kalian (kalimat ini merujuk pada shalat tarawih)

Hadits tersebut membeberkan bahwa puasa seseorang tetaplah sah sedangkan tidak menunaikan shalat tarawih dan kalau meninggalkan shalat tarawih ia tidak disarankan untuk mengqadhanya atau menggantinya. Ramadhan demikian mendirikan shalat tarawih betul-betul dianjurkan sebab pahala yang akan kita dapat sangatlah besar. Sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits berikut ini :

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.

“Barangsiapa yang menjalankan qiyam Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharapkan balasan pahala, maka akan diampuni dosanya yang sudah lalu.”( HR Bukhari Muslim.)

penjelasan mengenai undang-undang puasa tanpa sholat tarawih. Simak juga tips-kiat yang dapat memperlancar puasa kita dan semoga berguna. (baca juga kiat supaya kuat berpuasa, tips persiapan menjelang ramadhon, tips agar puasa lancar, kiat persiapan puasa ramadhan menurut islam dan kiat puasa sambil bekerja).



Bantu penulis dengan share: