Berdebat, Bagaimana Tertibnya Dalam Islam?

Berdebat, Bagaimana Regulasinya Dalam Islam?

BERDEBAT perihal hal kecil yang tidak bermuatan, apalagi ditambah dengan banyak bicara perihal hal-hal yang tidak berguna, adalah tindakan yang dapat menyakiti hati orang yang diajak bicara, juga menganggap bodoh serta kemungkinan terjerumus pada tindakan mencaci orang yang diajak bicara.

Perbuatan demikian itu, secara tidak lantas, juga memberikan sanjungan kepada diri sendiri dan mengira apabila dirinya lebih bersih dan lebih bagus, karena mempunyai kelebihan dalam hal kepandaian dan kecerdikan.Berpolemik, Bagaimana Hukumnya Dalam Islam?.

Berdebat, Bagaimana Hukumnya Dalam Islam?

Jotos dengan orang bodoh, cuma akan memunculkan kejengkelan hati. Sedangkan berantem dengan orang arif, secara psikologis, tak akan mendapatkan apa-apa kecuali rasa sebal dan benci kepada lawan. Namun apabila sudah terjadi pertengkaran, Rasulullah SAW menganjurkan supaya menghentikannya, baik bagi yang merasa salah maupun benar.
Dalam kehidupan yang paling utama untuk diwaspadai yakni bisikan dan bujukan syetan. Sebagai pemimpin di muka bumi (khalifah fi al-arabi), tiap orang mempunyai tugas untuk menyebarluaskan dan mempertahankan kebenaran. Islam melarang bersifat fanatic terhadap pendapat perseorangan, kategori atau kelompok, apalagi sampai terjebak pada sikap yang cenderung menjelek-jelekan ppendapat orang atau golongan lain dan merasa dirinya paling benar.Berdebat, Bagaimana Regulasinya Dalam Islam?.

Berpolemik, Bagaimana Regulasinya Dalam Islam?

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

الَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ إِلَّا اللَّمَمَ ۚ إِنَّ رَبَّكَ وَاسِعُ الْمَغْفِرَةِ ۚ هُوَ أَعْلَمُ بِكُمْ إِذْ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ وَإِذْ أَنْتُمْ أَجِنَّةٌ فِي بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ ۖ فَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَىٰ

“(Merupakan) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan tindakan keji yang selain dari kekeliruan-kesalahan kecil. Sebetulnya Tuhanmu maha luas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui (perihal kondisi)mu saat Dia menghasilkan kau dari tanah dan saat kau masih janin dalam perut ibumu; karenanya janganlah kau mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengenal seputar orang yang bertakwa.” (QS: An-Najm Ayat: 32).



Bantu penulis dengan share: