Berikut Merupakan 5 Macam Utang Dan Sistem Membayarnya

Berikut Adalah 5 Jenis Utang Dan Sistem Membayarnya

UTANG itu tidak semuanya berupa uang. Bisa utang, barang, sandang, pangan, dan la sebagainya. Itulah kita kita itu merasa kurang akan ilmu.

Apakah kita punya utang pada seseorang? Jangan main-main dengan utang! Bayarlah utang sebelum kita meninggal dan menjadi muatan, jangankan di akhirat, di dunia pun pasti seperti sering kita rasakan kalau punya utang yang tidak terbayar. Dalam keseharian, selama ini kita hanya mengenal utang uang atau utang budi.

Sebenarnya, utang yang sepatutnya kita bayar pada orang lain itu ada lima variasi seperti diuraikan di bawah ini dengan simbol-simbol istilah dalam bahasa Sunda.

1. Utang Barang (Utang uang dan barang)

Utang barang adalah utang yang wajib kita bayar pada seseorang berupa uang, benda atau materi. Utang barang adalah utang yang terang transaksinya. Utang ini semestinya dibayar cocok jenisnya. Utang uang ya bayar dengan uang, barang dengan barang, atau sesuai kesepakatan yang saling meridhai. Kalau tidak dibayar? Terang, muatan siksa akan melanda kita di dunia apalagi di akhirat. Di dunia rizki akan seret, hidup tidak nyaman, dikejar-kejar atau mungkin berurusan dengan kekerasan atau peraturan. Di akhirat, si pengutang akan menagih kita di yaumul hisab.Berikut Ialah 5 Variasi Utang Dan Cara Membayarnya.

Berikut Ialah 5 Macam Utang Dan Sistem Membayarnya

2. Utang Tambang (Utang perbaikan diri)

Tambang merupakan tali yang panjang. Utang tambang ialah utang yang berhubungan dengan perjalanan hidup kita yang panjang. Dalam rentangan hidup kita yang panjang, ada dikala-saat kita mengalami pembenaran diri, perubahan kesadaran menjadi lebih tinggi, kemajuan, peningkatan ekonomi atau prestasi, yang itu semua sebab jasa seseorang menuntun atau memberi pengarahan kita. Jika kita mengalami ini, kita utang tambang pada orang hal yang demikian.

Utang ini juga harus dibayar. Bayarlah utang tambang kita dengan kebaikan, silaturahmi, tidak melupakannya, mengingat jasanya, berkirim salam atau berkirim sesuatu jikalau kita sedang ada rizki. Inilah kesadaran Muslim yang tinggi. Bagaimana kalau utang tambang tidak dibayar? Secara regulasi tak ada-apa. Namun, akibatnya kualitas hidup kita rendah, kwalitas kesadaran kita tak ada peningkatan. Dan, alhasil, jikalau kita menanam kebaikan pada orang, orang itu bahkan Insya Allah tidak akan mengingat dan membalas kebaikan kita.

3. Utang Ngabungbang (Utang nasihat agama)

Utang yang berkenaan dengan perubahan kesadaran ibadah dan ritual agama. Dikala-ketika tertentu, ibadah kita mengalami peningkatan karena penyadaran yang diberi oleh seseorang (guru, kiyai, orang tua, teman dan sebagainya). Kita menjadi lebih shaleh, lebih taat pada agama sebab pengarahan orang lain. Terhadap orang seperti ini kita utang ngabungbang. Jangan dianggap kita tidak punya utang pada orang seperti itu. Bagaimana metode membayarnya?

Bayarlah dengan kebaikan kita pada orang tersebut, atau dengan menjalankan hal yang sama pada orang lain yakni memberikan penyadaran agama supaya kesadaran ibadah orang lain meningkat sehingga kebaikan menyebar.Berikut Yaitu 5 Tipe Utang Dan Sistem Membayarnya.

Berikut Merupakan 5 Ragam Utang Dan Metode Membayarnya

Bagaimana jikalau utang ngabungbang tidak dibayar? Kesadaran kita kurang berkhasiat, tak dinikmati orang, cuma untuk diri sendiri saja. Orang lain pun tak akan membayar jenis utang ini kepada kita. Kwalitas kesadaran kita tak meningkat, kita menjadi manusia yang kesadarannya rendah.

4. Utang Sayang (Utang dorongan memiliki rumah)

Sayang (Sunda: sangkar, rumah, tempat tinggal). Utang sayang adalah utang kita pada seseorang terkait dengan pembangunan tempat tinggal. Kita menjadi punya rumah sebab nesehat, dorongan dan bantuan orang lain (teman, sahabat, tetangga, senior, saudara, guru) baik berupa moril ataupun meteril. Kepada mereka itu kita punya utang sayang. Bayarlah utang sayang dengan mengunjunginya dan menyatakan terima kasih. Atau dengan membantu orang lain juga yang belum punya rumah supaya memilikinya.

5. Utang Tarang (Utang ilmu)

Tarang itu artinya jidat, simbol fikiran. Utang tarang adalah utang ilmu kita pada seseorang sebab dia mendidik kita, mengajari kita, memberikan ilmu dst. Utang tarang kita adalah pada guru, kiayi, dosen, dan siapa saja yang mengajarkan ilmu pada kita. Membayar utang tarang adalah dengan sistem mengamalkan ilmu yang dididiknya itu agar bermanfaat terhadap diri kita, dan mengajarkannya juga terhadap orang lain seluas-luasnya



Bantu penulis dengan share: