Biodata KH Muhammad Arifin Ilham Lengkap

Biodata KH Muhammad Arifin Ilham – KH Muhammad Arifin Ilham yang lebih masyhur (terkenal) dipanggil dengan Ustadz Arifin Ilham dilahirkan di Banjarmasin pada tanggal 8 Juni 1969. Tahukah Anda? Ternyata KH Muhammad Arifin Ilham masih termasuk kedalam nasab (garis keturunan) ketujuh Syaikh al-Banjary, seorang ulama kibar di Kalimantan.

KH Muhammad Arifin Ilham, terlahir dari rahim seorang ibu yang bernama Hj. Nurhayati. Ibu Ustadz Arifin Ilham lahir di Haruyan, Barabay, Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Tabel Biodata KH Muhammad Arifin Ilham

Nama: KH Muhammad Arifin Ilham
Kelahiran: Banjarmasin, 8 Juni 1969
Profesi: Da’i.
Agama: Islam.
Aliran:
Ahlussunnah wal Jama’ah. Syafi’iyyah.
Istri: Rania Bawazier (menikah tahun 2010), Wahyuniati Al-Waly (menikah tahun 1998)
Jumlah Anak: Amtaza Syahla Arifin, Muhammad Alvin Faiz, Muhammad Amer Azzikra, Muhammad Azka Najhan, dan Alaa Hifzhiyah Arifin
Orang Tua: Ismail Marzuki (ayah) & Nurhayati (ibu)

Terlahirnya KH Muhammad Arifin Ilham Ke Dunia

KH Muhammad Arifin Ilham adalah putra ke-dua dari lima bersaudara. Ibu Beliau, Hj. Nurhayati bercerita, bahwa tak ada perasaan berbeda ketika mengandung KH Muhammad Arifin Ilham. Namun, diakui oleh ibu beliau, bahwa KH Muhammad Arifin Ilham saat berada dalam kandungan sering bergerak aktif.

Masa Kecil KH Muhammad Arifin Ilham

Terlahir dan tumbuh besar di Banjarmasin, putra dari Hj. Nurhayati ini mengawali pendidikan nya di TK Aisyiyah, dan selang beberapa lama.. Pendidikan nya dilanjutkan di SD Muhammadiyyah yang juga masih di Kota Banjarmasin. KH Muhammad Arifin Ilham mengakui, ketika kecil, dirinya memiliki sifat yang malas dan kurang cepat menyerap pelajaran, kalau kata orang Banjarmasin, di istilahkan dengan “Babal”. Bahkan, kenang beliau, saat kecil baru bisa membaca tulis huruf latin ketika menginjak kelas 3.

Masa kecil Ustadz Arifin Ilham di SD Muhammadiyyah cuma sampai kelas 3. Hal tersebut bukanlah tanpa alasan, ketika duduk di kelas 3 beliau sempat berkelahi dengan teman sekelas nya akibat membela kawan yang tertindas.


Baca Juga: Biografi Ustadz Yusuf Mansur Lengkap


Supaya beliau tidak kembali berkelahi, orang tua Ustadz Arifin Ilham memindahkan sekolah anaknya ke SD Rajawali. Perlu diketahui oleh para pembaca sekalian, rumah keluarga besar KH Muhammad Arifin Ilham ketika di Banjarmasin beralamat di Simpang Kertak Baru RT 07 RW 09, terletak persis berada disebelah rumah nenek beliau.

Tempaan penuh disiplin ketika kecil membuat Ustadz Arifin Ilham tumbuh menjadi sosok yang bertanggung jawab. Salah satu hal yang dikenang nya adalah, kalau nenek atau ibunya menyubit, terasa sekali.

Inilah Titik Balik Kehidupan Ustadz Arifin Ilham

Titik balik kehidupan beliau adalah ketika dirinya tinggal bersama ibu angkat nya di Jakarta. Kisah ini mungkin sudah sering di tuturkan oleh KH Muhammad Arifin Ilham sendiri kehadapan para jama’ah nya. Awal April 1997, warga kampung menemukan ular di semak belukar. Mengingat Ustadz Arifin Ilham ketika muda nya senang memelihara binatang, warga kampung akhirnya memberikan ular tersebut kepada Ustadz Arifin Ilham. Naas, beliau tergigit oleh ular tersebut, namun dirinya tidak tau kalau ular tersebut memiliki bisa yang mematikan.

Keadaan Ustadz Arifin Ilham saat itu menjadi kritis, ibu angkat beliau Ny. Cut mengantarkanya ke Rumah Sakit Saint Carolus, JAKPUS. Setelah diterima untuk menjalani perawatan, beliau pun langsung dimasukan ke Intensive Care Unit (ICU) untuk memulihkan kondisi tubuh nya.

Sempat menjalani perawatan selama satu bulan lebih, walhamdulillah beliau mengalami kesembuhan. Tahukah Anda? Ternyata setelah ditelusuri, suara serak beliau yang khas itu berasal dari efek samping pemasangan selang ke mulutnya. Bi idznillah (atas izin Alloh), justru suara beliau itu menjadi ciri khas yang membuat para jamaah nya mudah sekali mengenali beliau.

KH Muhammad Arifin Ilham bercerita, ketika menjalani masa-masa kritis nya saat sakit akibat patukan ular itu, dirinya mengalami berbagai pengalaman spiritual yang menakjubkan. Beliau pernah bermimpi menjadi seorang ulama yang memimpin para jamaah nya untuk berdzikir kepada Alloh ta’ala. Setelah sembuh, beliau pun merenungkan hal tersebut lantas berkomitmen untuk berdakwah ila Alloh.

Awal Menjadi Seorang Da’i

Pada tahun 1998 beliau memberi tausyiyah di salah satu rumah di kawasan Condet, JAKTIM. Di rumah tersebut beliau berjumpa dengan isteri pertama beliau yang bernama Wahyuniati al-Waly. Tak lama berselang, pertemuan beliau ini berlanjut didalam mimpi, namun kali ini lebih mengharukan. KH Muhammad Arifin Ilham dan Wahyuniati al-Waly berada bersama dihadapan Ka’bah. Selepas mimpi itu, beliau menanyakan perihal maksud mimpi itu kepada ayah nya. Sang ayah menjawab, bahwa Wahyuniati adalah calon istrinya yang sholihah (insyaa’ Alloh), maka pada 28 April 1998 KH Muhammad Arifin Ilham dan Wahyuniati al-Waly melangsungkan pernikahan.


Baca Juga: Biografi Buya Yahya Zainul Maarif al Bahjah


Da’wah beliau berlanjut lebih jauh lagi. Banyak tempat pernah disinggahi oleh beliau untuk melaksanakan dzikir bersama, salah satunya yang paling sering ialah di Lembaga Permasyarakatan (LP) Cipinang dan Nusakambangan. Banyak narapidana tersentuh hatinya selepas mendapatkan tausyiyah dari Ustadz Arifin Ilham, bahkan banyak yang berkomitmen untuk tidak mengulangi berbagai kesalahan mereka di masa lampau.

Keluarga Besar Ustadz Arifin Ilham

Ternyata, Wahyuniati al-Waly adalah adik kelas beliau ketika berkuliah di FISIPOL UNAS. Sang istri menilai, KH Muhammad Arifin Ilham memiliki karakter yang memiliki landasan agama yang kokoh, romantis, baik, pintar, dan menyayangi keluarganya. Pada tahun 2010 yang lalu beliau menyempurnakan agama dengan berpoligami dengan Rania Bawazier.

Di sela jadwal beliau yang supersibuk, KH Muhammad Arifin Ilham masih sempat untuk melaksanakan ibadah tahajud. Walaupun beliau hanya memiliki waktu 3 jam untuk melaksanakan tidur, hal itu disiasati dengan beristirahat didalam mobil ketika hendak menghandiri berbagai acara.

KH Muhammad Arifin Ilham tergolong orang yang menepati janji yang sudah dibuatnya, terlebih kepada para jama’ah nya yang mengharapkan kehadiran beliau dalam acara tausyiyah.

Selama dua jam, ribuan hadirin di Majlis Zikir az-Zikra terhanyut dalam ritual ibadah kepada Alloh ta’ala. Berbagai pejabat, pengusaha, artis, dan sutradara, menjadi jama’ah setia Majlis az-Zikra. Banyak diantara mereka yang menitikan air mata ketika melangsungkan dzikir bersama.

Menurut KH Muhammad Arifin Ilham, titikan air mata bukanlah hal ritual zikir yang sebetulnya. Bahkan, zikir tak cuma sekedar memanjatkan pujian kepada Alloh ta’ala, tapi juga harus merasakan dan mengingat Alloh ta’ala disetiap waktu. Beliau menambahkan, zikir terbagi empat:

  1. Zikir hati, yakni selalu mengingat Alloh ta’ala.
  2. Zikir aqli, senantiasa menangkap ke-Maha Besaran Alloh ta’ala di alam semesta ini.
  3. Zikir lisan, yakni berdzikir sesuai tuntunan nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam.
  4. Zikir amal, yang menjadi penerapan taqwa dalam kehidupan sehari-hari.

Sedangkan ketika ditanyakan mengenai kesukaan beliau dan jama’ah nya yang menggunakan pakaian putih-putih, beliau menjawab: “Putih adalah warna kesukaan Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam, dan putih juga melambangkan kebersihan dan kesucian.”

Selesailah Biodata KH Muhammad Arifin Ilham Lengkap yang kami susun, walhamdulillahi robbil ‘aalamiiin.

islamindonesia.info

Bantu penulis dengan share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *