Dikala Dunia Dalam Ancaman ‘Terorisme Terorganisir’

Presiden Trump sudah menyampaikan keynote speech-nya kepada lebih dari 40 pemimpin negara-negara Muslim di Arab Saudi. Ceramah tersebut terjadi sehari sesudah dia mendapatkan sambutan hangat dan menandatangani kesepakatan senjata senilai $ 110 miliar dengan Arab Saudi. Presiden Donald Trump mendefinisikan pertempuran melawan klasifikasi teroris sebagai “pertempuran antara yang bagus dan yang jahat.”

“Ini bukan pertempuran antara agama yang berbeda, sekte yang berbeda atau peradaban yang berbeda,” kata Trump. “Ini yakni pertempuran antara penjahat barbar yang berusaha untuk melenyapkan kehidupan manusia, dan orang-orang yang baik dari segala agama yang berusaha melindunginya. Ini adalah pertempuran antara yang bagus dan yang jahat. “Trump berbicara menyangkal “ekstremisme Islam” dan “teror Islam”.”Tiap kali seorang teroris membunuh orang yang tak bersalah, dan dengan salah memanggil nama Kuasa, harus sebuah penghinaan terhadap tiap-tiap orang yang beriman,” kata Trump. “Itu berarti jujur menghadapi krisis ekstremisme Islam dan klasifikasi teror Islam yang diilhami.”

Trump meminta para pemimpin negara-negara Muslim untuk “mengusir” teroris dari masyarakat dan negara mereka.”Keluarkan mereka,” kata Trump. “Keluarkan mereka dari daerah ibadahmu … mengusir mereka dari tanah suci Anda. Keluarkan mereka dari bumi ini. ” Dia mengatakan bahwa negara-negara Timur Tengah “tak dapat menunggu energi Amerika,” melainkan sebaliknya wajib “memutuskan masa depan apa yang mereka inginkan untuk diri mereka sendiri, untuk negara mereka, dan untuk anak-buah hati mereka.” Trump mengatakan bahwa dia ingin dapat mengumpulkan “koalisi negara-negara yang memiliki tujuan untuk menghentikan ekstremisme.” Ini akan ‘dikoordinir’ antara AS dan Arab Saudi.

Catatan

Publik sudah melempar ceramah kemunafikan Trump. Publik lebih percaya bahwa dunia ini memang penuh terorisme terorganisir, dan Amerika sebagai biang teror. Dikala Anda memandang pada serangkaian perang terorisme Amerika secara terus-menerus pada Islam yang kuantitasnya sama dengan perang sepertiga dunia ‘Irak, Afghanistan, Pakistan, Yaman, Libya, Suriah. Fakta sudah menampakkan terhadap dunia bahwa AS adalah teroris terbesar dari semuanya. Semenjak AS melancarkan perang yang disebut melawan terorisme, lalu situasinya justru semakin bertambah buruk.

Amerika Serikat yang sudah merekayasa dunia Muslim dengan melancarkan perang di Irak, Afghanistan dan meninggalkan Suriah dalam kekacauan dengan mempertahankan Bashar al Assad sebagai Presiden. Yakni Amerika Serikat yang sudah membunuh jutaan pria, wanita, dan anak-anak yang tak berdosa di dunia Muslim, namun Amerika Serikat tidak dan tidak akan mengenal dan tak akan minta maaf untuk perlakuan ini. Amerika bertahun-tahun membangun koalisi, dan koalisi ini dibangun untuk menindas umat Islam di wilayah mereka dan membiarkan AS mencap otoritasnya dalam tiap-tiap aspek kehidupan.

Amerika kini dibenci di segala penjuru dunia: karena pihaknya tak lagi benar-benar memajukan penentraman. Kompleks, industri-militer Amerika sudah secara besar-besaran meraih keuntungan dari kematian banyak nyawa orang-orang tidak berdosa.

Sekarang dunia Muslim dipenuhi ketidakstabilan, ini dampak negara-negara kolonialis seperti Amerika ini. Mereka secara langsung bertanggung jawab atas pembantaian yang kita saksikan tiap-tiap hari, dan sudah menyaksikan selama berabad-abad. Negara-negara kolonialis telah mendirikan institusi internasional (umpamanya Persatuan Bangsa-Bangsa, Liga Arab, dll) serta lembaga politik, media, akademisi dan LSM di kawasan-wilayah Muslim untuk melegitimasi dan memperpanjang kejahatan mereka. Menariknya untuk lembaga semacam itu ialah pengkhianatan yang paling hebat. Jikalau kita mendasarkan reaksi kita kepada pengarahan Islam, kita akan terus menyaksikan pembantaian lebih lanjut. kita tidak akan mendapatkan rahmat dari Allah SWT hingga kita mencontoh tuntunan-Nya, yang diantaranya yakni memajukan Islam sebagai satu-satunya jalan ke depan bagi kemanusiaan. Ini berarti kita seluruh memandang solusi Islam ialah pendirian kembali Khilafah akan mengakhiri kebijakan kolonialis di dunia Muslim.



Bantu penulis dengan share: