Doa Ucapan Selamat untuk Anak Baru Lahir

Al-Hamdulillah, semua puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawt dan salam atas Rasulillah –Shallallahu \’Alaihi Wasallam-, keluarga dan para temannya.

Ketidakhadiran buah hati amat membahagiakan bagi pasangan suami istri. Kemauan-harapan positif dari buah hati tumbuh bersemi dalam sanubari. Bagi saudara seiman, disarankan ikut serta bersuka ria dengan kebahagiaannya. Mengungkapkan selamat (tahni-ah) dan mendoakan keberkahan dan kebaikan untuk buah hatinya.

Imam al-Nawawi Rahimahullah dalam Al-Adzkarnya menukilkan tahni-ah yang diajarkan al-Hasan al-Bashri Rahimahullah terhadap seseorang.

بَارَكَ اللهُ لَكَ فِي الْمَوْهُوْبِ لَكَ ، وَشَكَرْتَ الْوَاهِبَ ، وَبَلَغَ أَشُدَّهُ ، وَرُزِقْتَ بِرَّهُ

Baarakallaahu Laka fil Mawhuubi Laka wa Syakartal Waahib, wa Balagha Asyuddahu, wa Ruziqta Birrohu

“Semoga Allah memberkahi untukmu buah hati yang diberikan kepadamu. Semoga engkau bahkan berterima kasih terhadap Sang Pemberi, dan dia bisa menempuh dewasa, serta engkau dikaruniai kebaikannya.”

Dalam redaksi lain, doa yang diajar Imam Al-Hasan al-Bashri,

بُوْرِكَ لَكَ فِي الْمَوْهُوْبِ، وَشَكَرْتَ الْوَاهِبَ، وَرُزِقْتَ بِرَّهُ، وَبَلَغَ أشُدَّه

Buurika Laka fil Mauhuubi, wa Syakartal Waahib, wa Ruziqta Birrahu, wa Balagha Asyuddahu

“Semoga diberkahi buah hati yang dianugerahkan kepadamu, engkau bersyukur kepada Sang Pemberi, engkau dikaruniai baktinya, dan ia dapat sampai dewasa.” (Diriwayatkan Ibnu Asakir dari Kultsum bin Jausyan)

Imam Al-Thabari di kitabnya al-Du’a menukil doa Al-Hasan al-Bashri saat mendoakan seseorang yang baru mendapat karunia seorang anak,

جَعَلَهُ اللهُ مُبَارَكًا عَلَيْكَ وَعَلَى أُمَّةِ مُحَمَّدٍ

Ja’alahullahu Mubaarokan ‘Alaika wa ‘Ala Ummati Muhammadin

“Semoga Allah memberinya kebermanfaatan untukmu dan untuk ummat Muhammad Shallallahu \’Alaihi Wasallam.\” (Isnadnya Hasan)

Doa di atas juga dipilih Ayyub al-Sakhtiyani dikala mendoakan seseorang yang baru memiliki anak. (diriwayatkan Imam al-Thabari menukil di kitab yang sama dan Ibnu Abdi al-Dunya dalam kitab Al-‘Iyal, dari trek Thariq bin Hamad bin Zaid)

Doa-doa ini tidak berasal dari Nabi Shallallahu \’Alaihi Wasallam. Ini merupakan doa yang bagus dari seorang ulama kita terdahulu yang berisi doa kebarokahan. Salah satu kultur Nabi Shallallahu \’Alaihi Wasallam dan petunjuknya mendoakan si kecil kecil (bayi) dengan doa kebarokahan.

Di Shahih Al-Bukhari, dari Asma’ binti Abi Bakar Radhiyallahu \’Anha, ia berkata: Aku hamil Abdullah bin al-Zubair. Aku keluar berhijrah ke Madinah. Dan tiba di Quba’. Aku melahirkannya. Kemudian saya membawanya ke Rasulullah Shallallahu \’Alaihi Wasallam. Aku menaruh anakku di pengkuannya. Beliau meminta kurma lalu mengunyahnya. Kemudian mengoleskannya di mulut Ibnu al-Zubair sehingga yang pertama kali masuk ke perutnya merupakan ludah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang bercampur dengan kurma itu.

ثم دعا له وبرك عليه، وكان أول مولود ولد في الإسلام

“Kemudian beliau mendoakan kebaikan dan kebermanfaatan kepadanya. Abdullah bin Zubari adalah si kecil yang pertama kali terlahir dalam Islam.”

Dari Abu Musa Radhiyallahu \’Anhu, ia berkata: terlahir si kecil laki-lakiku. Lalu aku bawa ke Nabi Shallallahu \’Alaihi Wasallam. Beliau menamainya dengan Ibrahim. Beliau mentahniknya dengan sebutir kurma dan mendoakan kebermanfaatan untuknya. Beliau serahkannya kepadaku. Ia yakni buah hati terbesar Abu Musa Radhiyallahu \’Anhu. (HR. al-Bukhari)

Tak ditemukan sifat bacaan khusus doa kebarokahan ini. Sehingga ditemukan sejumlah ulama mendoakan kebarokahan dengan redaksi berbeda-beda. Di antara doa-doa teresbut sudah disebutkan di atas. Wallahu A’lam



Bantu penulis dengan share: