Hukum Wanita Memakai Emas Dalam Islam

Peraturan Wanita Memakai Emas Dalam Islam

Dalam Islam, Allah SWT. telah memegang seluruh sesuatunya, termasuk cara mempercantik diri berdasarkan Islam bagi kaum muslimah, tata sistem dalam berpenampilan bagi muslimah, metode berpakaian wanita muslimah, dan tata cara berdandan diri bagi kaum muslimah. Islam pun sudah membeberkan mengenai aturan menerapkan perhiasan dalam Islam bagi wanita dan pria, dan didalam aturan hal yang demikian Allah sudah mengizinkan para wanita untuk menggunakan perhiasan sebagai format usaha untuk mempercantik diri selama itu masih dalam batasan wajar.
Lalu apakah di dalam Islam seorang wanita boleh memakai perhiasan berupa emas?

Pertanyaan tersebut pasti pernah timbul dalam benak kita sebagai seorang muslimah. Dan berikut sedikit review mengenai persoalan hal yang demikian.

Wanita Memakai Emas Berdasarkan Islam
Dalam memperindah penampilannya, para kaum muslimah seringkali mengenakan aksesoris sebagai alat pendorong, seperti gelang, kalung, cincin atau anting-anting, dan aksesoris-aksesoris hal yang demikian seringkali terbuat dari bahan emas. Dan apakah dalam Islam wanita dibiarkan memakai perhiasan berupa emas? Berikut sedikit ulasannya :

Dari Amirul Mu’minin Ali bin Abi Thalib ra., bahwa Rasulullah SAW. mengambil sutera yang kemudian beliau meletakannya pada tangan kanannya, lalu beliau mengambil emas dan diletakkannya emas hal yang demikian ditangan kiri beliau. Lalu Rasulullah SAW. bersabda :

“Hakekatnya kedua benda ini (sutera dan emas) diharamkan bagi laki-laki dari umatku.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan An-Nasa’i)Hukum Wanita Menerapkan Emas Dalam Islam.

Hukum Wanita Menerapkan Emas Dalam Islam

Dalam hadits tersebut dijelaskan, bahwa hukum pria mengaplikasikan emas menurut Islam adalah haram dan tak dibolehkan, dan dalam hadits hal yang demikian cuma pria yang disebutkan dan dilarang menerapkan emas dan sutera. Itu berarti wanita dibolehkan untuk memakai perhiasan, bagus yang berupa emas maupun perak.

Para ulama salaf bahkan telah menukil kesepakatan (ijma’) tentang diizinkannya wanita mengaplikasikan perhiasan emas, sebagai berikut :

Dari An-Nawawi rahimahullah, dia berkata :

“Diizinkannya bagi wanita memakai sutera serta berhias dengan perak dan emas dengan ijma’ (kesepakatan) berdasarkan hadits-hadits yang shahih.”

Dan dari An-Nawawi, ia berkata :

“Kaum muslimin sudah bermufakat bahwa dibiarkan bagi wanita mengaplikasikan bermacam jenis perhiasan dari perak dan emas, seperti : kalung, cincin, dan gelang, dan segala perhiasan yang diterapkan dileher dan lainnya. Dalam hal ini tak ada perselisihan sedikitpun.”

Dari Al-Hafidz Ibnu Hajar, dia berkata :

“Rasulullah SAW. sudah melarang kami dari tujuh macam perkara. Dan beliau melarang kami dari menerapkan cincin emas (Al-Hadits).”
Dari hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ad Daruqutni dan dishahihkan oleh Al-Hakim, dari Ummu Salamah ra. : Ummu Salammah memakai gelang kaki dari emas, kemudian dia berkata terhadap Rasulullah, “Ya Rasulullah, apakah ini kanzun (harta simpanan) ?” Rasulullah pun bersabda, “Bila engkau menunaikan zakat gelang kaki emas itu, maka itu tidaklah termasuk harta simpanan.”Hukum Wanita Menerapkan Emas Dalam Islam.

Tata Wanita Mengaplikasikan Emas Dalam Islam

Dan dari Aisyah ra., dia berkata :

”Saya memberi tahu sebuah perhiasan kepada Rasulullah SAW. yang dihadiahkan oleh seorang An-Najasyi (Raja Habasyah) terhadap beliau. Dalam perhiasan itu terdapat cincin emas permata habsyi. Kemudian beliau mengambilnya dengan ranting yang di ulurkan atau dengan sebagian jari-jarinya. Kemudian beliau memanggil Umamah binti Abul ‘Ash, yakni buah hati dari Zainab(putri Rasulullah). Lalu beliau bersabda : “Berhiaslah dengan ini aduhai cucuku.” (HR, Abu Daud)

Dalam Islam, wanita dibolehkan memakai emas, malahan semenjak pada zaman Rasulullah SAW. Tapi, ada zakat yang mesti ditunaikan atas emas hal yang demikian. Seperti yang diriwayatkan dalam sebuah hadits berikut. Dari ‘Amr bin Syuaib, dari bapaknya, dari kakeknya :

Seorang wanita mendatangi Rasulullah SAW. bersama dengan putrinya. Dan ditangan putri wanita tersebut terdapat dua buah gelang emas yang tebal, kemudian Rasulullah berkata kepada wanita hal yang demikian, “Sudahkah engkau memberikan zakat pada gelang ini?” wanita tersebut menjawab tidak. Lalu Rasulullah SAW. bersabda “Apakah engkau bahagia jikalau Allah memakaikan gelang padamu dengan keduanya pada hari kiamat dengan dua gelang dari api neraka?” Kemudian wanita hal yang demikian melepaskan gekang itu dan menyerahkannya kepada Rasulullah SAW. dan berkata, “Dua gelang ini untuk Allah dan Rasul-Nya.” (HR. Abu Dawud dan An-Nasa’i)
Walaupun, Islam tidak memperbolehkan para kaum pria untuk mengaplikasikan perhiasan emas. Seperti yang dikatakan oleh An-Nawawi :
“Diharamkan cincin emas bagi para laki-laki dan terhapusnya (peraturan) diperbolehkannya pada awal Islam.”

Jadi, peraturan mengaplikasikan emas bagi wanita menurut Islam merupakan halal atau diperbolehkan, melainkan sebagai wanita yang baik menurut Islam, alangkah bagusnya dalam bersolek diri tidak berlebihan dan konsisten meniru tata sistem yang benar, konsisten berpedoman pada sumber syariat Islam dan tidak lepas dari dasar undang-undang Islam. Karena sebagaimana yang kita kenal, bahwa Allah SWT. tak suka seluruh sesuatu yang berlebihan.



Bantu penulis dengan share: