Jadi Kebingungan, Boleh Tak Yah Menyatakan Selamat Natal…??

Jadi Linglung, Boleh Tidak Yah Menyatakan Selamat Natal…??

haram-ucapkan-selamat-natal️Perkara mengucapkan selamat natal sebenarnya perkara yang betul-betul jelas ketidak bolehannya, tetapi sebab jauhnya kaum muslimin dari agamanya membikin perkara ini tersamar dari mereka lebih-lebih lagi ada tokoh-tokoh yang dianggap sebagai tokoh agama membiarkannya.

️Asy Syaikh Al Allamah Muhammad Shalih bin Utsaimin pernah ditanya tentang hukum mengungkapkan selamat hari raya orang kafir.Jadi Linglung, Boleh Tak Yah Mengucapkan Selamat Natal…??

Jadi Keder, Boleh Tak Yah Mengucapkan Selamat Natal…??

️Beliau menjawab: Mengungkapkan selamat kepada orang kafir pada perayaan Natal atau hari besar keagamaan lainnya dilarang berdasarkan ijma’. Sebagaimana diceritakan oleh Ibnul Qoyyim rahimahullah dalam bukunya ”Ahkamu Ahlidz-dzimmah”, beliau berkata: Bahwa menyatakan selamat kepada syi’ar-syi’ar kafir yang menjadi ciri khasnya yakni Haram, secara sepakat. Seperti memberi ucapan selamat terhadap mereka pada hari-hari rayanya atau puasanya, sehingga seseorang berkata,
“Selamat hari raya”, atau dia mengharapkan agar mereka merayakan hari rayanya atau hal lainnya. Karenanya dalam hal ini, apabila orang yang mengatakannya terlepas dari jatuh ke dalam kekafiran, melainkan (sikap yang seperti itu) termasuk ke dalam hal-hal yang diharamkan. Ibarat dia mengungkapkan selamat atas sujudnya mereka pada salib.

️Malahan ucapan selamat terhadap hari raya mereka dosanya lebih besar di sisi Allah dan jauh lebih dibenci ketimbang memberi selamat kepada mereka sebab meminum alkohol dan membunuh seseorang, berzina dan perkara-perkara yang sejenisnya. Dan banyak orang yang tak paham agama terjatuh ke dalam perkara ini. Dan ia tidak mengenal keburukan perbuatannya. Karenanya siapa yang memberi selamat kepada seseorang yang menjalankan tindakan dosa, atau bid’ah, atau kekafiran, berarti ia sudah membuka dirinya kepada kemurkaan Allah. –Akhir dari perkataan Syaikh (Ibnul Qoyyim rahimahullah).Jadi Keder, Boleh Tak Yah Menyuarakan Selamat Natal…??

Jadi Linglung, Boleh Tidak Yah Mengungkapkan Selamat Natal…??

️(Syaikh Utsaimin melanjutkan)
Haramnya memberi selamat kepada orang kafir pada hari raya keagamaan mereka sebagaimana perkataan Ibnul Qoyyim adalah karena di dalamnya terdapat persetujuan atas kekafiran mereka, dan memperlihatkan ridho dengannya. Meskipun pada kenyataannya seseorang tak ridho dengan kekafiran, tetapi konsisten tidak dibolehkan bagi seorang muslim untuk merestui syi’ar atau perayaan mereka, atau mengajak yang lain untuk memberi selamat terhadap mereka. Karena Allah ta’ala tidak meridhoi hal tersebut,

sebagaimana Allah Ta’aala berfirman,

إِن تَكۡفُرُواْ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِيٌّ عَنكُمۡۖ وَلَا يَرۡضَىٰ لِعِبَادِهِ ٱلۡكُفۡرَۖ وَإِن تَشۡكُرُواْ يَرۡضَهُ لَكُمۡۗ

“Jika Kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukanmu, dan Dia tidak meridhoi kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhoi bagimu rasa syukurmu itu.” (39:7).

Dan Dia Subhanahu wa ta’aala berfirman, “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhoi Islam itu jadi agama bagimu.” (5:3).

Maka memberi selamat kepada mereka dengan ini regulasinya haram, sama saja apakah terhadap mereka (orang-orang kafir) yang terlibat bisnis dengan seseorang (muslim) atau tidak. Jadi apabila mereka memberi selamat terhadap kita dengan ucapan selamat hari raya mereka, kita dilarang menjawabnya, sebab itu bukan hari raya kita, dan hari raya mereka tidaklah direstui Allah, karena hal itu merupakan salah satu yang diada-adakan (bid’ah) di dalam agama mereka, atau hal itu ada syari’atnya melainkan sudah dihapuskan oleh agama Islam yang Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. (http://sahab.net-) http://darussalaf.or.id/fatwa-ulama-tanya-jawab/menyikapi-perayaan-natal/

Lihatlah aduhai saudaraku, sebetulnya perkaranya terang malah adanya ijma (kesepakatan ulama) perihal haramnya mengucapkan selamat hari raya orang-orang kafir. Tapi sebab jauhnya kaum muslimin dari agamanya dan adanya tokoh-tokoh yang menyesatkan ummat sehingga menjadi samar persoalan ini. Wallahu a’lam bish shawwab



Bantu penulis dengan share: