Kenapa Doa Kita Tidak Dikabulkan? Ini Sebabnya

Ketua MUI Sentra, Pengasuh PP Husnayain-Jakarta Timur

 

Assalamu\’alaikum. Ustadz tolong tuliskan apa-apa saja penghambat terkabulnya do\’a menurut hadits yang shohih dan mutawatir (sekiranya ada) dan dari Al Qur\’an. Jazakallah khoiron.

O.S. Anugrah – Muara Enim

Jawaban:

Wa\’alaikumussalam Warahmatullah.

Di antara penyebab tidak dikabulkannya doa yaitu: (1). Makanan, minuman dan pakaiannya berasal dari harta haram, (2). Isi doanya berupa dosa dan pemutusan hubungan silaturahim, (3). Tergesa-gesa meminta pengabulan, (4). Tak yakin dikabulkan, (5). Hati kosong/lengah, (6).Tak sungguh-sungguh/serius, dan (7). Meninggalkan amar ma\’ruf nahi munkar.

Dalil yang menampilkan bahwa orang yang memakan makanan haram, meminum minuman haram dan berpakaian dengan baju dari harta haram doanya tidak dikabulkan merupakan hadis berikut ini;

Dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah Saw bersabda: \”Wahai sekaligus manusia, sesungguhnya Allah itu baik. Dia tidak akan menerima sesuatu melainkan yang baik pula. Dan sebenarnya Allah sudah memerintahkan terhadap orang-orang mukmin seperti yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul. Firman-Nya: \’Duhai para Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal shalih. Hakekatnya Aku Maha Mengenal apa yang kau kerjakan.\’ Dan Allah juga berfirman: \’Aduhai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-bagus yang Sudah menyebutkan kepada kami sudah kami rezekikan kepadamu.\’\” Kemudian Nabi shallallahu \’alaihi wasallam menceritakan perihal seroang laki-laki yang sudah lama berjalan sebab jauhnya jarak yang ditempuhnya. Sehingga rambutnya kusut, masai dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdo\’a: \”Aduhai Tuhanku, duhai Tuhanku.\” Meskipun, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan dikasih makan dengan makanan yang haram, karenanya bagaimanakah Allah akan mengabulkan do\’anya?.\” (H.R. Muslim)

Dalil yang menampilkan bahwa doa yang berupa dosa, pemutusan relasi dan ketergesaan meminta pengabulan membikin doa tidak dikabulkan yakni hadis berikut;

Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu \’alaihi wasallam beliau bersabda: \”Doa seseorang selalu akan dikabulkan selama ia tak berdoa untuk perbuatan dosa maupun untuk memastikan tali silaturahim dan tidak tergesa-gesa.\” Seorang sahabat bertanya; \’Ya Rasulullah, apakah yang dimaksud dengan tergesa-gesa? \’ Rasulullah Saw menjawab: \’Yang dimaksud dengan tergesa-gesa ialah sekiranya orang yang berdoa itu mengatakan; \’Saya telah berdoa dan terus berdoa tetapi belum juga dikabulkan\’. Sesudah itu, dia merasa putus asa dan tak pernah berdoa lagi.\’ (H.R.Muslim)

Dalil yang menunjukkan bahwa doa yang disuarakan tanpa keyakinan dan doa yang disuarakan dengan hati kosong/lengah tak dikabulkan yaitu hadis berikut;

Dari Abu Hurairah ia berkata; Rasulullah shallallahu wa\’alaihi wa sallam bersabda: \”Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tak mengabulkan doa dari hati yang lalai.\” (H.R. At-Tirmidzi)

Riwayat Ahmad berbunyi:

Dari Abdullah bin \’Amru bahwa Rasulullah Saw bersabda: \”Hati adalah sebuah bejana, dan sebagiannya lebih mampui memuat ketimbang beberapa yang lain. Duhai manusia, sekiranya kalian memohon terhadap Allah \’azza wajalla karenanya mohonlah kepada-Nya dengan keyakinan bahwa permohonan itu bakal dikabuolkan sebab hakekatnya Allah Ta\’ala tak akan mengabulkan do\’a seorang hamba yang dipanjatkan dari hati yang lalai.\” (H.R. Ahmad)

Dalil yang menampakkan bahwa ketidaksungguhan juga terhina dalam berdoa dan dilarang oleh syara\’ yaitu hadis berikut;

Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah Saw bersabda: \”Janganlah salah seorang dari kalian mengatakan; \’Ya Allah, ampunilah aku sekiranya Engkau kehendaki, dan rahmatilah aku apabila Engkau berkehendak.\’ Akan tetapi hendaknya dia bersungguh-sungguh dalam meminta, karena Allah sama sekali tidak ada yang memaksa.\” (H.R. Bukhari)

Adapun dalil yang menampilkan bahwa dilalaikannya/ditinggalkannya amar ma\’ruf nahi munkar membikin doa tidak dikabulkan merupakan hadis berikut;

Dari Hudzaifah bin Al Yaman dari Nabi Sawbeliau bersabda: \”Demi Dzat yang jiwaku berada di tangannya, hendaknya kalian beramar ma\’ruf dan nahi munkar atau jika tidak niscaya Allah akan mengirimkan siksaan-NYa dari sisi-Nya terhadap kalian, kemudian kalian memohon terhadap-Nya melainkan do\’a kalian tidak lagi dikabulkan.\” (H.R.At-Tirmidzi)
Riwayat Ibnu majah berbunyi;

Dari \’Aisyah ia berkata, \”Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda: \”Lakukanlah amar ma\’ruf dan nahi munkar sebelum kalian berdoa namun doa kalian tidak dikabulkan.\” (H.R.Ibnu Majah)

Sebagian ada yang menambahkan bahwa pezina yang mencari penghasilan dengan kemaluannya, penarik pajak, tukang sihir, lelaki yang memiliki istri bermoral buruk melainkan tidak dicerai, orang yang memiliki hak harta pada orang lain melainkan tak mendatangkan saksi untuk menjaga haknya, dan orang yang menyerahkan harta kepada orang safih (tolol) termasuk orang-orang yang tak dikabulkan doanya. Hanya saja tambahan-tambahan ini diperselisihkan, mengingat status dalil yang dipakai masih diperselisihkan kesahihannya sebagaimana penunjukan maknanya juga masih memungkinkan dipahami dengan sejumlah makna. Wallahua\’lam.



Bantu penulis dengan share: