Kepiting Halal atau Haram Menurut MUI

Apakah Kepiting Halal atau Haram Menurut MUI dan Islam? Jawaban nya Anda bisa temukan pada video yang terdapat pada artikel kami ini.

Padahal telah kita ketahui, hewan satu ini menjadi salah satu makanan favorit masyarakat kita. Disini, al-Ustadz Ahmad Sarwat, lc. M.A. (Penasihat rumah fiqh) menjelaskan bahwa dalam hal ini ada 2 pendapat diantara para ulama.

Lihat juga video: Bolehkah Wanita Berhijab Memposting Foto di Medsos?

al-Ustadz Ahmad Sarwat, lc. M.A. membawakan pendapat imam ar-Romli di kitabnya yang berjudul “Nihayatul Muhtaj” dalam literatur madzhab Syafi’iyyah. Imam ar-Romli cenderung mengharamkan kepiting untuk dikonsumsi, apa sebab nya? Pada pendapatnya tersebut, beliau berpendapat bahwa kepiting ini 50% mengikuti hukum hewan air dan 50% mengikuti hukum hewan darat. Telah kita fahami, bahwa bangkai hewan darat itu tidak boleh (haram) dimakan. Oleh karena itu, qiyas nya adalah.. Karena separuh nya bangkai kepiting adalah halal (karena mengikuti hukum hewan air) dan sebagian nya adalah bangkai yang harom (karena mengikuti hukum hewan darat), maka apabila menyatu dalam satu tubuh ikut hukum harom nya, dan tidak ikut hukum halal nya.

Pendapat terkuat menurut Ustadz Ahmad Sarwat, lc. M.A., dan Majlis Ulama Indonesia (M.U.I), serta pendapat ulama madzhab Hambali, menghalalkan kepiting, dan kepiting halal untuk dikonsumsi, insyaa’Alloh. Walhamdulillah.

Silahkan disimak videonya:

Sumber: Channel Mochammad Wahab

Posting by: Islam Indonesia

rauffa apparel

Bantu penulis dengan share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *