Meminang, Apa Hukumnya Dalam Islam?

Meminang, Apa Tata Dalam Islam?

SEBELUM melaksanakan pernikahan, seringkali banyak orang yang melakukan pinangan terutama dulu sebagai sebuah ikatan untuk calon suami dan calon istrinya nanti. Dalam pandangan Islam, Khitbah hukumnya sunnah sebelum dikerjakan akad nikah.

Pinangan ini dijalankan untuk mengenal seorang wanita yang dipinang (Makhthubah) apakah bersedia untuk dinikahkan dengan sang pria (Khaathib) dan kemudian berlangsungnya akad nikah.Meminang, Apa Undang-undangnya Dalam Islam?.

Meminang, Apa Peraturannya Dalam Islam?

Hal ini pantas dengan sabda Rasulullah SAW. “Dari Abi Hurairah RA berkata, Rasulullah SAW bersabda : Dilarang menikahkan janda tanpa persetujuannya, dan gadis tanpa izinnya. Mereka bertanya , wahai Rasulullah SAW, bagaimana izinnya (gadis)? Beliau menjawab : bila dia diam”. (HR. Bukhari dan Muslim).
Jikalau seorang janda berarti sependapat bisa diketahui lewat persetujuan dan musyawarah dengan keluarganya. Walaupun seorang gadis yang membisu saat ditanya apakah ia bersedia, ini menggambarkan ia menyetujuinya,sebab ia malu untuk mengatakan perasaannya.
Tetapi tidak segala gadis yang membisu ini berarti dia menerima lamaran itu. Sang orang tua juga sepatutnya lebih mengamati lagi gerak – gerik dan ekspresi wajah si gadis apakah dia bersedia atau menolaknya.Meminang, Apa Hukumnya Dalam Islam?.

Meminang, Apa Undang-undangnya Dalam Islam?

Dalam hal ini orang tua lebih memahaminya. Selain persetujuan dan kebersediaan dari diri perempuan, tunangan juga benar-benar berpengaruh jika wali dari wanita tadi tak menyetujuinya. Sebab persetujuan wali termasuk dalam salah satu syarat nikah menurut hadits Rasulullah SAW : “Suatu pernikahan tak legal tanpa wali.” (HR. Ahmad, Pemilik empat sunan dan lain-lain). Kemudian hal ini juga disupport oleh firman Allah SWT dalam QS. Al – Baqarah (2) : 232 : ”Karenanya janganlah kau (para wali) menghambat mereka kawin lagi dengan bakal suaminya. ”.



Bantu penulis dengan share: