Menitikan Air Mata! Setelah Syaikh Mendengar Jawaban Anak Mesir Ini

Islam Indonesia – Tak semua umat muslim memiliki kekuatan dan azzam yang begitu kuat dan istiqomah dalam menghafalkan semua ayat dan juz dalam al-Qur’an. Walau Alloh ta’ala telah memberikan jaminan bahwa al-Qur’an dijadikan mudah untuk dihafal, namun masih saja ada manusia yang enggan dan lebih memilih berlarut-larut dalam kesibukan dunia.

Mengharukan.. Di Mesir, seorang tunanetra mampu menghafal al-Qur’an secara lengkap, 30 Juz. Maasyaa’ Alloh. Siapakah tunanetra tersebut? Dikenali dengan nama Mu’adz, Alloh ta’ala memberikan kemudahan kepada dia untuk menjadi seorang haafidzul qur’an. Walhamdulillah.

Alloh ta’ala tidak menutup atas hamba-Nya satu pintu dengan hikmah, kecuali Alloh akan membukakan baginya dua pintu dengan rohmat-Nya. Begitulah kalam yang berasal dari Imam ibnul Qoyyim al-Jauziyyah. Dan perkataan ulama besar tersebut menjadi motivasi bagi Mu’adz dan seperti oase di padang pasir. Walaupun tak seperti anak-anak normal kebanyakan, Mu’adz tak patah arang dan terus berusaha menjalani kehidupan. Sehingga, di usianya yang kini menginjak 13 tahun sudah menghafal al-Qur’an secara lengkap 30 Juz. Dirinya betul-betul merasakan kemudahan dalam menghafal kalamulloh.

Menitikan Air Mata! Setelah Syaikh Mendengar Jawaban Anak Mesir Ini

Dalam acara serial televisi yang dipandu oleh Syaikh Fahd al-Kandari, yakni Musafir Ma’al Qur’an, Mu’adz sudah tidak lagi canggung ketika menjawab berbagai test dan pertanya’an-pertanya’an yang berhubungan dengan al-Qur’an. Selain menguji Mu’adz, Syaikh juga menanyakan apa yang menjadi motivasi utamanya untuk menjadi penghafal kalamulloh. Lantas, Mu’adz memberi jawaban kepada Syaikh dan para pemirsa acara tersebut.

Yang menjadi motivasinya ialah, menjadi manusia yang dicintai oleh Alloh ta’ala dan kelak bisa pantas menempati jannatulloh. Kemudian, dia juga bercerita, bahwa ketika awal dirinya menghafal, mencukupkan dirinya menghafal 1 ayat saja perhari, dan hanya bertemu dengan Syaikh nya sepekan sekali. Namun, merasa dirinya mampu menghafal lebih cepat, akhirnya memutuskan untuk bertemu dengan syaikhnya menjadi 3 kali per pekan.

Layak kita renungkan, selama 3 hari dalam sepekan tersebut, Mu’adz tidak melakukan aktifitas lainya selain tuhafidzul qur’an atau menghafal setiap kalamulloh, ayat demi ayat. Dalam hal ini, dirinya tidak berusaha sendirian, atas izin Alloh ta’ala, ayah dan ibu Mu’adz pun mencurahkan perhatian dan tenaganya untuk mencapai keberhasilan cita-cita anak nya tersebut. Terlebih, sang ayah yang senantiasa mengantarkan Mu’adz untuk bertemu Syaikh nya.

Baca Juga: Biografi Buya Yahya Zainul Maarif al Bahjah

Yang paling mengharukan adalah, disaat Syaikh Fahad al-Kandari bertanya mengenai keterbatasan penglihatan Mu’adz, lantas beliau bertanya apakah Mu’adz menginginkan penglihatan normal sebagai mana anak-anak lainya. Sungguh mengejutkan dan mengharukan, Mu’adz malah tak ingin penglihatan nya menjadi pulih. Apa alasanya? Alasan yang dikemukakan oleh Mu’adz adalah; Agar dirinya tidak banyak mendapatkan dosa atas apa yang dilihatnya, dan mengurangi hisab di akhiroh kelak. Maasyaa’ Alloh. Mu’adz memang luar biasa. Tak pelak, jawaban dirinya tersebut sontak membuat Syaikh Fahad al-Kandari beserta kru Musafir Ma’al Qur’an yang lainya menitikan air mata. Walhamdulillah..

Simak Videonya!

Subhanalloh, semoga kita memiliki azzam dan ghiroh yang sama layak nya Mu’adz yang bersedia menghafal ayat-ayat al-Qur’an walaupun memiliki keterbatasan. Justru sebagai manusia normal pada umumnya, kita mesti senantiasa berusaha dan tak mengeluh, serta banyak-banyak bersyukur kepada Alloh azza wa jalla. Wallohu a’lam bisshowaaab.

Wasssalamu ‘alaikum wa rohmatullohi wa barokaatuh.

Bantu penulis dengan share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *