Peraturan Semir Rambut Warna Hitam Berdasarkan Islam

Tertib Semir Rambut Warna Hitam Menurut Islam

Mempercantik penampilan ialah kemauan seluruh insan manusia tidak terkecuali para muslim dan muslimah. Islam yakni agama yang menyenangi kecantikan dan tak melarang umatnya untuk mempercantik dan memperindah diri selama masih meniru kaidah-kaidah dalam tata tertib islam (baca fungsi agama dalam islam dan manfaat beriman terhadap Allah SWT). Rambut adalah salah satu komponen tubuh yang penting dan ikut menetapkan penampilan seseorang. Bagi wanita rambut malahan dianggap sebagai mahkotanya, memiliki rambut yang cantik ialah pujian bagi sebagian orang. (baca juga undang-undang menyambung rambut dan hukum mewarnai rambut dalam islam)

Rambut manusia memiliki berbagai warna natural seperti hitam, pirang maupun cokelat. Sekali-sekali seseorang juga melaksanakan perubahan pada rambutnya dengan metode memotong maupun mewarnainya. Lain halnya dengan beberpa orang yang telah matang usianya atau menginjak umur tua, uban atau rambut berwarna putih mulai muncul dan dapat mengganggu penampilan seseorang. Untuk menutupi uban hal yang demikian umumnya seseorang akan menyemirnya pantas dengan warna rambut yang autentik. Lalu bagaimakah islam melihat perilaku menyemir rambut dengan warna hitam umpamanya untuk menwarnai uban tersebut? Simak penjelasannya berikut ini.

Mengubah Warna Rambut dan Uban
Saat yang kerap kita jumpai di masyarakat saat ini ialah mereka yang yang mewarnai rambutnya, sebagaimana para kaum muda mewarnai rambutnya agar tampil lebih menarik, para orang tua juga melakukan hal yang sama ialah mewarnai rambut mereka dengan memakai semir berwarna hitam. Semir tersebut memang gampang dikenakan, beberapa produk hanya perlu digunakan pada rambut seperti saat ssedang keramas. Menyemir rambut atau uban memang kadang-kadang menjadi pertanyaan, bolehkan mewarnai uban atau haruskan kita mengizinkannya demikian itu saja? (baca juga keramas ketika haid dan tata tertib keramas dikala puasa ramadhan)Hukum Semir Rambut Warna Hitam Menurut Islam.

Hukum Semir Rambut Warna Hitam Menurut Islam

Uban merupakan rambut putih yang biasanya timbul ketika seseorang menginjank usia yang telah tak muda lagi, padahal tak menutup kemungkinan seseorang yang masih muda juga bisa memiliki uban. Anggapan seseorang tua, rambut kehilangan fungsinya untuk menghasilkan zat warna rambut sehingga rambut tumbuh memutih. Untuk menutupi warna rambut tersebut maka uban dapat diwarnai dengan pewarna rambut.

Perbedaan Maka Mengenai Uban
Ada beberapa ulama yang juga beranggapan bahwa lebih utama membiarkan uban tumbuh dengan natural dengan warnanya dan sebaiknya tidak mengubah warna uban hal yang demikian, tetapi anggapan hal yang demikian dikatakan sebagai pendapat yang lemah karena Rasul sendiri terkadang menyemir rambutnya untuk menjaga penampilan. (baca juga kisah figur Nabi Muhammad SAW dan cara makan Rasulullah)

Larangan mencabut uban
Uban atau rambut yang berwarna putih tak boleh dicabut dalam islam sebab dapat merubah ciptaan Allah SWT dan Allah tak suka hal-hal yang dapat mengubah fitrah seorang manusia semisal mencabut uban agar nampak muda. Sebagaimana yang diceritakan dalam Alqur’an surat An nur ayat 30 yang bunyinya

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

“Tak hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menjadikan manusia berdasarkan fitrah itu. Hakekatnya ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; melainkan kebanyakan manusia tak mengenal,” (QS Ar rum ayat 30)

Pembeda dari dari Yahudi dan Nasrani
Untuk mempertahankan penampilan, mewarnai uban adalah sah-resmi saja dan untuk membedakannya dari kaum yahudi dan nasrani (baca sejarah yahudi dan perkembangan islam di Eropa) sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA dalam hadits berikut ini

إِنَّ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى لَا يَصْبُغُونَ فَخَالِفُوهُمْ
“Undang-undang orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak menyemir uban mereka, maka selisilah mereka.” (Muttafaqun ‘alaihi, HR. Bukhari dan Muslim)

Dari hadits diatas maka bisa kita kenal bahwa kita sebagai umat islam boleh saja menyemir rambut secara khusus untuk menutupi uban akan namun dengan persyaratan dan ketentuan yang wajib dipenuhi sepatutnya.

Tata Menyemir Rambut dengan Warna Hitam
Tidak diperbolehkan mewarnai rambut atau uban dengan warna hitam, seseorang tidak diperbolehkan atau haram undang-undangnya untuk mewarnai rambutnya dengan menerapkan warna hitam. Adapun larangan tersebut merupakan didasari pada dalil-dalil berikut ini mengenai hukum semir rambut warna hitam :

Rasul menyuruh Ayah Abu Bakar RA untuk menyemir ubannya
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Jabir Ra diceritakan bahwa

”Pada hari penaklukan Makkah, Abu Quhafah (ayah Abu Bakar) datang dalam keadaan kepala dan jenggotnya telah memutih (seperti kapas, artinya beliau telah beruban). Lalu Rasulullah SAW bersabda,

غَيِّرُوا هَذَا بِشَيْءٍ وَاجْتَنِبُوا السَّوَادَ
“Ubahlah uban ini dengan sesuatu, melainkan hindarilah warna hitam.” (HR. Muslim)

Sesungguhnya akan mengecup bau surga orang yang menyemir rambut dengan warna hitam
Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas RA menyebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda

يَكُونُ قَوْمٌ يَخْضِبُونَ فِي آخِرِ الزَّمَانِ بِالسَّوَادِ كَحَوَاصِلِ الْحَمَامِ لَا يَرِيحُونَ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ
“Pada akhir zaman nanti akan timbul suatu kaum yang bersemir dengan warna hitam seperti tembolok merpati. Mereka itu tidak akan mengecup bau surga.” (HR. Abu Daud, An Nasa’i, Ibnu Hibban)Hukum Semir Rambut Warna Hitam Berdasarkan Islam.

Peraturan Semir Rambut Warna Hitam Menurut Islam

Maka Ulama Nawawi
An Nawawi, seorang ulama besar dari mahzab Syafii menceritakan tafsir mengenai hadits Rasulullah SAW diatas dalam salah satu bab kitabnya yang berjudul “Cocok menyemir uban dengan shofroh (warna kuning), hamroh (warna merah) dan diharamkan memakai warna hitam”. An Nawawi mengungkapkan bahwa menyemir rambut dengan warna hitam adalah haram regulasinya bagi wanita dan laki-laki-laki. Adapun muslim boleh saja mewarnai rambutnya melainkan sebaiknya menerapkan warna kuning (pirang) atau warna merah. (baca juga undang-undang mencukur jenggot dan aturan memakai minyak wangi memabukkan)

Menyemir Rambut Telah Kaidah Islam
Meskipun disebutkan sebelumnya bahwa islam melarang umatnya baik laki-laki atau perempuan untuk mengubah warna rambutnya dengan menggunakan hitam. Ketika ini kadang dianggap remeh oleh sebagian manusia dan mereka lazim menyemir rambutnya dengan warna hitam sebab memang pada dasarnya warna rambut mereka yaitu hitam. Diceritakan demikian tidak diperbaiki dalam ajaran agama islam sebab hal hal yang demikian tentunya dapat menutupi tanda-pedoman dan fitrah seseorang contohnya saja kalau ia beruban dan menggambarkan bahwa dirinya telah tua.

Tak demikian, sebagai umat islam kita diperkenankan menyemir rambut dengan warna lain semisal merah,cokelat ataupun kuning. Rasul sendiri terbiasa menyemir rambutnya dengan warna-warna tersebut. (baca keutamaan cinta terhadap Rasulullah bagi umatnya)

Menyemir rambut dengan inai
Sebaiknya gunakan pewarna rambut yang berbahan dasar natural seperti inai dan sebagaimana disebutkan dalam hadits, inai atau pacar ialah pewarna rambut terbaik

إِنَّ أَحْسَنَ مَا غَيَّرْتُمْ بِهِ الشَّيْبَ الْحِنَّاءُ وَالْكَتَمُ
“Peraturan bahan yang terbaik yang kalian gunakan untuk menyemir uban yakni hinna’ (pacar) dan katm (inai).” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan An Nasa’i.

Menyemir rambut dengan Hinaa’ atau pacar
dalam hadits lainnya yang diriwayatkan oleh Al Hakam bin Amr menceritakan tentang bagaimana menyemir rambut pantas dengan kaidah islam

دَخَلْتُ أَنَا وَأَخِي رَافِعٌ عَلَى أَمِيرِ الْمُؤْمِنِينَ عُمَرَ ، وَأَنَا مَخْضُوبٌ بِالْحِنَّاءِ ، وَأَخِي مَخْضُوبٌ بِالصُّفْرَةِ ، فَقَال عُمَرُ : هَذَا خِضَابُ الإِْسْلاَمِ . وَقَال لأَِخِي رَافِعٍ : هَذَا خِضَابُ الإِْيمَانِ
“ dan saudaraku Rofi’ pernah menemui Amirul Mu’minin ‘Umar (bin Khaththab). sendiri menyemir ubanku dengan hinaa’ (pacar). Saudaraku menyemirnya dengan shufroh (yang menciptakan warna kuning). ‘Umar lalu berkata: Inilah semiran Islam. ‘Umar malah berkata pada saudaraku Rofi’: Ini yakni semiran iman.” (HR. Ahmad)



Bantu penulis dengan share: