Peraturan Sholat Mengaplikasikan Make Up dan Dalilnya

Peraturan Sholat Memakai Make Up dan Dalilnya

Wanita dan kosmetik ialah 2 hal yang tidak dapat dipisahkan dikala ini. Kosmetik juga sudah menjadi salah satu keperluan pokok bagi wanita, pun beberapa wanita rela melaksanakan apapun demi menerima penampilan yang indah dan menarik. Bermacam produk kosmetika bahkan bermunculan dimana-mana. Dari maskara, lipstik , bedak, eyeliner, eyeshadow, dan banyak lainnya. Media sosial malah dipenuhi dengan foto-foto wanita yang sukses memoles wajah cantiknya. Lihat juga media sosial menurut Islam.

Aturan Bersolek dalam Islam

Dari fenomena kosmetika yang kian maju, mari kita lihat terpenting dulu bagaimana Islam memandang perihal berdandan atau bersolek bagi wanita.

Sebenarnya Allah berfirman :

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

“Hai buah hati Adam, gunakanlah pakaianmu yang indah setiap (memasuki) mesjid. Makan dan minumlah, melainkan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tak menyenangi orang-orang yang berlebih-lebihan.”(Q.S. Al-A’raff, 7 : 31)

Dari ayat di atas dapat kita kenal bahwa Islam memperkenankan bahkan merekomendasikan untuk berhias atau bersolek bagi wanita maupun laki-laki. Melainkan perlu diketahui bahwa dalam Islam juga terdapat batasan-batasan dalam berhias.

Berikut yakni beberapa cara bersolek dalam Islam:

1. Tidak tabarruj

Tabarruj berasal dari kata al-burj (bintang, sesuatu yang jelas, menonjol) yang berarti berlebihan dalam menampakkan perhiasan dan kecantikan sepeti leher, lengan, betis, dan member tubuh lainnya. Hal ini tentu bertentangan dengan Islam, sesuai firman Allah :

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الأولَى

“Dan hendaklah kau tetap di rumahmu dan janganlah kamu berdandan dan berperilaku laku seperti orang-orang jahiliyah yang dulu…”(Q.S.Al-Ahzab, 33 : 33)

Orang-orang pada jaman jahiliyah terutamanya wanita mempunyai kultur saat keluar rumah dia akan menggunakan minyak wangi dan gelang kaki yang berbunyi kalau berjalan, sehingga tiap-tiap dia berjalan keluar rumah, para lelaki akan memandanginya. Dapat kita simpulkan bahwa tabarruj dalam Islam sungguh-sungguh dilarang. Wanita tidak dibolehkan menunjukkan kecantikannya secara berlebihan selain sekiranya berada di hadapan suami.

2. Tak memperlihatkan aurat

Aurat wanita merupakan segala tubuhnya kecuali muka dan telapak tangan, maka hendaknya dia tak menampakkan auratnya kepada yang bukan muhrim.Tata Sholat Memakai Make Up dan Dalilnya.

Peraturan Shalat Menerapkan Make Up dan Dalilnya

الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ، فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ

“Wanita itu aurat, apabila ia keluar (dari rumahnya) setan senantiasa mengintainya.”(HR. Tirmidzi)

Melainkan ada juga batasan dalam dibolehkannya menampakkan aurat terhadap mahramnya. Aurat yang diperkenankan untuk diperlihatkan kepada mahramnya yaitu aurat yang umum kelihatan ketika berada di dalam rumah seperti kepala, muka, leher, lengan, kaki, betis, atau member tubuh yang awam terkena air wudhu.

ads Seperti pula dengan sesama wanita, sebaiknya cuma aurat yang lazim terkena air wudhu yang boleh diperlihatkan. Memang beberapa spesialis menganggap aurat wanita yang dibiarkan diamati oleh sesama wanita yakni dari pusar sampai lutut.
Tetapi memngingat banyaknya fenomena LGBT (Lesbi, Gay, Biseksual dan Transgender) yang merebak ketika ini, sebaiknya tidak menunjukkan aurat secara berlebihan kepada sesama wanita. Perbuatan ini cuma untuk menghindari hal yang tak diinginkan. Baca juga pergaulan bebas dalam Islam.

3. Tak menjalankan metode berdandan yang dilarang

Ada sebagian sistem berhias yang dilarang di dalam Islam, diantaranya:

Menato tubuh, menyambung rambut dan mengikir gigi
“Allah melaknat orang yang menato dan wanita yang minta ditato, wanita yang menyambung rambutnya (dengan rambut palsu), yang mencukur alis dan yang meminta dicukur, serta wanita yang meregangkan (mengikir)giginya untuk kecantikan, yang mengubah ciptaan Allah.” (HR.Bukhari dan Muslim)

Menerapkan parfum bukan untuk suami
“Tiap wanita yang memakai wangi-wangian, kemudian dia keluar dan lewat sekelompok manusia supaya mereka dapat mengecup bau harumnya, karenanya dia merupakan seorang pezina, dan setiap mata itu merupakan pezina.”(Riwayat Ahmad, an-Nasaí, dan al-Hakim dari jalan Abu Musa al-Asyári radhiyallahu ánhu)

Menyerupai lelaki
“Rasullullah saw. Melaknat laki-laki yang menyerupai diri seperti perempuan dan perempuan yang menyerupai diri seperti laki-laki.” (Riwayat Bukhari).

Memanjangkan kuku
“Yang termasuk fitrah manusia itu ada lima merupakan : khitan, mencukur bulu alat vital, mencukur kumis, memotong kuku dan mencabut bulu ketiak.” Hadist ini diukur shahih oleh Tirmidzi.
Dalill sholat menerapkan make up
Setelah mengetahui tata tertib berdandan dalam Islam, mari kita lihat bagaimana regulasi sholat memakai make up bagi seorang wanita.

Banyaknya kosmetik yang berjenis-jenis di pasaran memang membikin wanita semakin rajin merawat diri. Salah satu variasi kosmetik yang paling disukai wanita yaitu kosmetik ragam waterproof. Kosmetika tipe ini adlaah kosmetika yang bendung air sebab bahan dasarnya terbuat dari minyak silikon (silicon-based oil). Kosmetika ini benar-benar disenangi sebab awet dan tak mudah pudar, apalagi sekiranya sedang menghadiri acara tertentu. Air saja tak dapat menghilangkan kosmetik ini dari wajah, paling tidak semestinya memakai alat pembersih khusus seperti face tonic dan milk cleanser.Peraturan Shalat Menggunakan Make Up dan Dalilnya.

Tertib Shalat Memakai Make Up dan Dalilnya

Lalu bagaimana jikalau ia akan mengambil wudhu? Apakah wudhunya legal?

Seringkali kita lihat banyak wanita yang justru malas atau enggan menghapus make up nya terutama dulu sebelum berwudhu. Pun ada sebagian yang justru sengaja meninggalkan sholat sebab tidak mau menghapus make up di wajahnya. Meski ia tahu bahwa dia mengaplikasikan make up berjenis waterproof.

Berdasarkan Dr. Isnawati Rais,MA, salah satu dosen Ilmu Hadist di Fakultas Syariáh, UIN Jakarta, mengucapkan bahwa prasyarat sahnya wudhu yakni sampainya air ke kulit.

Pernyataannya ini juga pada sebuah riwayat dari sebahagian teman Nabi bahwasanya Rasulullah pernah mengamati seorang lelaki sholat tapi pada punggung kakinya terdapat kilatan sebesar mata uang dirham yang tidak tersentuh air (wudhu).

Lalu Rasul menyuruhnya untuk mengulangi wudhu dan shalatnya. (HR. Abu Daud:175).

Dari hadist di atas bisa disimpulkan bahwa tak resmi shalatnya seorang wanita bila ia mengaplikasikan make up saat berwudhu. Sebaiknya hapus terutama dahulu (terpenting kalau yang digunakan yakni make up variasi waterproof) segala make up supaya air wudhu dapat hingga ke kulit sampai wudhu menjadi total. Namun jikalau ia menggunakan make up sesudah berwudhu karenanya wudhunya legal,demikian itu pula dengan shalatnya tentu menjadi resmi sebab air telah membersihkan hingga sempurna sampai ke kulit.

Hal ini tidak menjadi situasi sulit selama make up yang diaplikasikan sesudah berwudhu yaitu make up yang bersih dari zat-zat yang najis. Senantiasa perhatikan komposisi bahan make up yang Anda pakai, jangan sampai Anda menggunkaan make up berbahan zat yang najis atau haram.

Jika ketika mengadakan suatu acara, Anda masih merasa malas atau ogah menghapus make up sebelum berwudhu, karenanya sebaiknya Anda mengadakan acara tersebut pada jam yang tak melalui waktu shalat atau ketika Anda menstruasi sehingga Anda tak akan meninggalkan ibadah shalat atau tidak sahnya sholat Anda cuma karena make up. Baca juga metode mempercantik diri berdasarkan Islam.

Pentingkanlah ibadah Anda daripada make up yang tidak seberapa. Jadilah wanita indah menurut Islam.

Semoga artikel ini bisa membantu dan menyadarkan banyak muslimah dalam berhias dan berwudhu.



Bantu penulis dengan share: