Perbanyak Mengucap Alhamdulillah

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda :

وَمَنْ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ مِنْ قِبَلِ نَفْسِهِ كُتِبَتْ لَهُ ثَلاَثُونَ حَسَنَةً وَحُطَّ عَنْهُ ثَلاَثُونَ سَيِّئَةً

\”Barangsiapa mengucapkan Alhamdulillahi Rabbil ‘aalamiin dari relung hatinya karenanya Allah akan menulis tiga puluh kebaikan untuknya dan digugurkan tiga puluh dosa darinya.” (HR. Ahmad 2/302, Syaikh Syu’terhina Al Arnauth mengatakan bahwa sanadnya shahih)

Allah Ta\’ala, berfirman:

وَقُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَّهُ ۥ شَرِيكٌ فِى الْمُلْكِ وَلَمْ يَكُنْ لَّهُ ۥ وَلِىٌّ مِّنَ الذُّلِّ ۖ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيرًۢا

\”Dan katakanlah, Seluruh puji bagi Allah yang tak mempunyai anak dan tidak (pula) mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia tak memerlukan penolong dari kehinaan dan agungkanlah Dia seagung-agungnya.\” (QS. Al-Isra\’ 17: Ayat 111)

Syaikh ‘Abdur Rahman as-Sa’di memaparkan: “Dialah yang maha terpuji dalam ketentuan yang disyariatkan-Nya bagi hamba-hamba-Nya, berupa peraturan-hukum agama yang akan membawa mereka ke negeri keselamatan (Surga). Dia yang maha terpuji dalam semua perbuatan-Nya yang tidak pernah lepas dari karunia, keadilan dan hikmah. Dan Dialah yang maha terpuji (dalam) sifat-sifat-Nya, karena segala sifat-sifat-Nya maha menawan dan total, yang hakikatnya tidak bisa dijangkau oleh (pengetahuan) manusia”. (Kitab “Taisiirul Kariimir Rahmaan” hal. 957).

Dari Jabir bin Abdullah radhiallahu ‘anhu menuturkan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أَفضَلُ الذِّكرِ لآاله الا الله ، وَأَفضَلُ الدُّعاءِ الحَمد لِللّه

“Zikir yang paling utama adalah LAA ILAAHA ILLALLAH dan doa yang paling utama yaitu ALHAMDULILLAH” (HR Tirmidzi).

Menurut at-Tirmizi, hadis ini hasan gharib. Dan diriwayatkan Ibnu Majah dari Anas bin Malik ra, katanya, Rasulullah saw bersabda, \”Allah tak menganugerahkan suatu enak kepada seorang hamba, lalu dia mengucapkan, alhamdulillah, namun apa yang diberikan-Nya itu lebih baik daripada yang diambil-Nya.\”

Ibnu Umar mengatakan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bercerita: “Ada seorang hamba Allah mengucapkan doa: ‘Ya Tuhanku semua puji bagi-Mu sebagaimana yang sesuai bagi kebesaran Zat-Mu dan kebesaran kekuasaan-Mu’. Kalimat ini menyulitkan bagi kedua Malaikat yang mencacat amal manusia, sehingga kedua Malaikat tak mengenal bagaimana mencatat (pahala)-nya, maka kedua Malaikat itu naik menghadap terhadap Allah dan berkata, “Ya Ilahi kami, sebetulnya ada seorang hamba menyuarakan kebanggaan yang kami tak mengetahui bagaimana mencatatnya’. Allah bertanya (Ia Mengetahui Saya apa yang diungkapkan oleh hamba-Nya), ‘Apakah yang diungkapkan oleh hamba-Ku?’ Jawab kedua Malaikat itu, ‘Ya Tuhanku dia mengungkapkan: YAA ROBBI LAKAL-HAMDU KAMAA YANBAGHII LIJALAALI WAJJHIKA WA’AZHIIMI SHULTHONIKA’. Allah berfirman kepada kedua Malaikat itu, ‘Catatlah sebagaimana yang diucapkannya sampai dia menghadap kepada-Ku, maka yang akan membalas pahalanya’.” (HR. Ibnu Majah).

Wallahu a\’lam

Bantu penulis dengan share: