Pernikahan Mulai Terasa Hambar, Lantas Lakukan Ini

Sungguh tidak dapat dikesampingkan, pernikahan yang sudah berlangsung lama pada spot tertentu berisiko menjadi hambar. Meskipun antara satu pasangan dan pasangan yang lain berbeda, tetapi lazimnya hal itu terjadi dikala pernikahan menginjak umur 8 – 9 tahun.

Banyak faktor yang menjadi penyebab hambarnya sebuah pernikahan. Tapi, hidup yang terasa monoton, masing-masing sibuk bekerja, serta tidak adanya komunikasi, ialah beberapa diantara banyak sebab yang bisa memengaruhi sebuah pernikahan hingga tidak seromantis di awal.

Ada sebagian penyebab yang berisiko membikin relasi pernikahan mulai membosankan, diantaranya:

Umur Pernikahan

Disadari atau tidak, usia pernikahan bisa memengaruhi pola hubungan suami-istri. Sebagaimana disebutkan di awal, semakin lama umur pernikahan yang dijalani dengan hal yang monoton dan kurangnya komunikasi, dapat menjadi penyebab hambarnya kekerabatan suami istri.

Terlalu Tergantung

Penting dipahami, pernikahan sebaiknya tidak terlalu mewujudkan rasa ketergantungan yang tinggi. Sebagai contoh, yang benar-benar sepele saja, istri tidak berani atau tidak terbiasa pergi sendiri tanpa ditemani suami. Seorang istri perlu tetap mandiri padahal telah menikah. Pasalnya, sekiranya terbiasa berdua-duaan ke mana pun, riskan juga membuat bosan kan?

Melainkan hal ini juga tetap memandang keadaan dan kondisi. Seandainya telah bepergian dengan jarak tertentu yang seharusnya diantar mahram, justru seorang istri malah tidak boleh bepergian sendiri.

Relasi Suami Istri

Elemen hubungan suami istri mengatur peranan penting dalam kehidupan berrumah tangga. Munculkan senantiasa chemistry dengan pasangan, sebab pernikahan itu untuk selamanya.

Nah, lalu bagaimana sekiranya hubungan pernikahan sudah terlanjur terasa hambar? Jangan kuatir, mulai sekarang coba lakukan sebagian hal di bawah ini:

Menetapkan Satu Hari untuk Kencan

Kencan bersama pacar, telah pasti haram tata tertibnya. Melainkan jikalau kencan diartikan sebagai momen yang cuma dijalankan berdua, tentu saja kalau menjalankannya bersama istri atau suami justru akan berbuah pahala.

Ya, aktivitas yang sama tiap hari tentu dapat menumbuhkan rasa jenuh antar suami istri. Cobalah tetapkan satu hari untuk berdua saja dengan pasangan. Tak harus pergi menonton film atau ke pantai yang eksotis, mengurus taman di depan rumah berdua, atau hal lain yang jarang dikerjakan, itu saja sudah cukup. Pada hari itu, fokus cuma pada pasangan agar kekerabatan kembali romantis.

Berwisata Bersama

Saat rasa bosan datang, untuk meminimalisir kejenuhan itu, cobalah merencanakan waktu liburan ke tempat yang sama sekali tak ada di pikiran. Seumpama, bertualang ke kawasan Gunung Bromo, atau merasakan hawa adem Dataran Tinggi Dieng. Gunakan waktu wisata itu untuk selalu bermesraan dengan pasangan, yang hasilnya bisa membikin masing-masing pihak merasa percaya diri dan dicintai

Metode ini selalu menyenangkan untuk mencairkan suasana. Jangan sampai musim dingin membuat pernikahan makin beku. Berwisata dapat memberi kehangatan satu sama lain. Di tempat yang dikunjungi malah biasanya akan menginspirasi dalam merencanakan masa depan relasi yang lebih baik.

Memiliki Hobi Bersama

Dari sekian banyak kegiatan, pasti ada hal yang sama diminati satu sama lain. Semisal wisata masakan atau olahraga tertentu.

Hobi yang dikerjakan bersama-sama akan membuat suami istri lupa akan hal-hal yang membosankan, sekalian memberikan perasaan rileks. Apalagi jikalau hobi itu tergategori hal yang gampang dan murah dilakukan, pasti Anda berdua akan semakin kerap dan termotivasi menjalankannya.

Upayakan hal-hal tersebut sekarang, jangan tunda lagi. Tetapi penting diingat, kecuali hal-hal di atas, ada satu yang paling penting seharusnya senantiasa dilakukan, ialah berdoa, memohon terhadap Allah Swt.

Tetap berusaha dan terus berdoa, karena Allah adalah penggenggam jiwa dan Maha Membolak-balikkan hati manusia, tidak terkecuali hati kita dan pasangan. Semoga tidak akan ada lagi kebosanan, supaya pernikahan yang berjalan satu, lima, malahan berpuluh tahun yang akan datang tidak sekedar sakinah, mawwadah, warahmah, melainkan juga menuai barokah di tiap detik yang dilalui.



Bantu penulis dengan share: