Regulasi Pilih Beri Terhadap Hati Dalam Islam

Aturan Pilih Kasih Terhadap Si Dalam Islam

Manusia adakalanya tak bisa berlaku adil, termasuk bapak dan ibu. Kala bapak dan ibu memiliki perlakuan dan beri sayang yang berbeda terhadap buah hatinya. Hal tersebut tidaklah menjadi masalah bila hanya sebatas perasaan atau didalam hati saja, sebab menyayangi dengan adil bukanlah hal yang mudah, dan hal hal yang demikian bukanlah hal yang kapabel diatur oleh manusia.
Lalu apakah aturan pilih kasih dalam Islam?

Tertib Pilih Kasih Menurut Islam
Beri sayang bapak dan ibu ialah sesuatu yang dibutuhkan oleh buah hati, sebab salah satu elemen pendukung keberhasilan hidup seorang buah hati merupakan kasih sayang ayah dan bunda. Saat bapak dan ibu berlaku dan bersikap tidak adil terhadap anak atau pilih beri, maka hal tersebut akan berakibat pada sikap si kecil terhadap orang tua. Si yang memperoleh perlakuan pilih kasih akan berdaya upaya bahwa orangtuanya sudah bersikap tak adil dan memunculkan sikap iri dan dengki, yang mana hal tersebut yakni penyakit hati berdasarkan Islam.

Perlakuan pilih kasih akan berpengaruh buruk bagi sang buah hati, dan hal tersebut juaga bisa menjadi salah satu elemen mengapa anak menjadi sulit untuk dikuasai, dan tak jarang menyanggah perkataan ayah dan bunda, atau malah si kecil akan tidak merasa hormat terhadap ayah dan bundanya, karena dia beranggapan bahwa ayah dan ibunya telah berlaku tidak adil.

Hukum membeda-bedakan si kecil dalam Islam atau yang biasa disebut dengan pilih beri yakni tak dibolehkan, terkecuali apabila terdapat salah satu buah hatinya yng memang membutuhkan kasih sayang lebih karena dia berkebutuhan khusus atau kesehatannya lebih lemah dari yang lain. Tetapi, hal hal yang demikian juga jangan hingga membikin ayah dan bunda melalaikan dan melupakan absensi buah hati yang lainnya.Undang-undang Pilih Beri Terhadap Si Dalam Islam.

Peraturan Pilih Kasih Kepada Hati Dalam Islam

Dari kisah An-Nu’man bin Basyir, bahwasannya ayahnya datang membawanya menemui Rasulullah SAW., dia berkata :

“Sungguh saya telah memberi pemberian berupa seorang hamba sahaya milikku terhadap anakku ini.” Kemudian Rasulullah SAW. bersabda : “Apakah semua anakmu memperoleh pemberian seperti anakmu ini?” Aku An-Nu’man menjawab tak. maka Rasulullah SAW. bahkan bertanya : “Apakah engkau bergembira jikalau mereka (si kecil-anakmu) semuanya berbakti kepadamu dengan sama?” Lalu ayah An-Nu’man menjawab : “Bila berkeinginan duhai Rasulullah. Lalu Rasulullah SAW. bersabda : “Tua seperti itu, jangan kau lakukan (pilih beri).” (HR. Bukhari, Muslim dan At-Tirmidzi)
Dalam hadits hal yang demikian bisa kita ketahui, bahwa Rasulullah SAW. melarang umatnya untuk berbuat pilih kasih terhadap si kecil-buah hati mereka, dikarenakan bila ayah dan ibu berkeinginan seluruh buah hatinya berbakti, maka ia bahkan seharusnya bertingkah adil atau sama rata kepada tiap buah hatinya.
direkomendasikan untuk berlaku adil kepada si kecilnya dalam segala hal, bagus dalam perilaku, cara bertutur kata terhadap si kecil, dalam hal pemberian hadiah terhadap si kecil, ataupun dalam hal pembagian warisan menurut Islam.Tertib Pilih Beri Terhadap Kecil Dalam Islam.

Peraturan Pilih Kasih Kepada Buah Dalam Islam

dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW. bersabda : “Bertakwalah kepada Allah SWT. dan berlakulah adill diantara si kecil-anakmu.” (HR. Muslim)
Jadi, dari beberapa dalil diatas bisa dikenal, bahwasannya regulasi pilih beri kepada si kecil dalam Islam merupakan dilarang. hakekatnya apa yang dimaksud dengan pilih kasih hal yang demikian ialah dengan memperlakukan si kecil berbeda-beda, bersikap kepada anak berbeda-beda, metode bertutur kata terhadap anak berbeda-beda, dan membedakan seluruh kebutuhan si kecil antara anak yang paling disayang dan anak yang lainnya.
Islam melarang umatnya untuk pilih beri dikarenakan hal tersebut akan membawa dampak buruk bagi mereka yang menjalankannya. Pilih kasih bisa memicu timbulnya konflik dalam keluarga dan membuat anak yang mendapatkan perlakuan pilih kasih tidak merasakan bagaimana rasanya keluarga bahagia berdasarkan Islam. akan menjadi susah tercapainya keluarga yang sakinah mawaddah dan warahmah menurut Islam.



Bantu penulis dengan share: