Saran Sedekah Tiap Pagi

Pagi yakni permulaan kita memulai menata aktivitas kehidupan kita, sebuah ungkapan yang indah bidayatuha nihayatuha ( awalnya baik akibatnya insya Allah baik juga sebaliknya ) Sebagaimana tukang batu tiap kali ingin memasang tumpukan batu bata pasti di ukur dulu sedemikian rupa supaya dinding nantinya dapat berdiri tegak lurus, sebab seandainya batu pertama telah miring karenanya tumpukan batu bata itu terus sampai keatas dapat menjadi bangunan dinding yang miring.

Mungkin sama dengan kehidupan kita bila dipagi hari kehidupan kita sudah di berkahi Allah Ta\’ala karenanya kehidupan kita sepanjang hari hal yang demikian menjadi lebih barokah insya Allah, demikian itu sebaliknya bila di waktu pagi saja telah tidak berkah mungkin tatanan kehidupan kita dari waktu kewaktu sampai hari kita menjadi kurang berkah. Na’udzubillah.

و حَدَّثَنِي الْقَاسِمُ بْنُ زَكَرِيَّا حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ حَدَّثَنِي سُلَيْمَانُ وَهُوَ ابْنُ بِلَالٍ حَدَّثَنِي مُعَاوِيَةُ بْنُ أَبِي مُزَرِّدٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلَانِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا وَيَقُولُ الْآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا

Dan telah menceritakan kepadaku Al Qasim bin Zakariya Telah menceritakan kepada kami Khalid bin Makhlad telah menceritakan kepadaku Sulaiman bin Bilal telah menyebutkan kepadaku Mu\’awiyah bin Abu Muzarrid dari Sa\’id bin Yasar dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah shallallahu \’alaihi wasallam bersabda: \”Tidaklah seorang hamba memasuki waktu pagi pada setiap harinya, kecuali ada dua malaikat yang turun. Salah satunya memohon: \’Ya Allah, berikanlah ganti bagi gemar memberi yang menyedekahkan hartanya.\’ Dan satu lagi memohon: \’Ya Allah, musnahkanlah harta si bakhil.\’\” (HR. Muslim: 1678)

Inilah yang menjadi pintu kebermanfaatan kehidupan di pagi hari kita, dengan infaq subuh/ pagi yang kita lakukan akan mendatangkan makhluk Allah yang suci yang tak pernah berbuat maksiat berdo’a kiranya kita menerima kebaikan dan dijauhkan dari keburukan di pagi hari itu. Betapa barokahnya hidup kita, sebaliknya betapa sulitnya hidup kita jikalau makhluk yang selalu taat pada perintah Allah itu kemudian mendoa’akan keburukan bagi kita.

Allah Ta\’ala, berfirman:

قُلْ إِنَّ رَبِّى يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ وَيَقْدِرُ لَهُۥ ۚ وَمَآ أَنْفَقْتُمْ مِّنْ شَىْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُۥ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الرّٰزِقِينَ

\”Katakanlah, Sungguh, Tuhanku melapangkan rezeki dan mengontrolnya bagi siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi Rezeki yang terbaik.\” (QS. Saba\’ 34: Ayat 39)

Dalam hadits qudsi dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَا ابْنَ آدَمَ أَنْفِقْ أُنْفِقْ عَلَيْكَ

“Allah Tabaraka wa Ta’ala: Aduhai anak Adam, berinfaklah, Allah akan mengganti infakmu.” (HR. Bukhari no. 4684 dan Muslim no. 993)

Boleh jadi, karena doa dari malaikat dan doa dari orang-orang yang dibantunyalah Allah Ta\’ala berkenan memberikan kepadanya harta yang memberi manfaat. Apa cirinya harta yang barokah itu? Secara nominal mungkin jumlahnya kecil. Akan tapi, harta hal yang demikian pasti penuh dengan manfaat dan membawa bermacam jenis kebaikan. Harta itu telah membawanya mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan lahir batin, menjadikannya mudah taat kepada Allah, membawa manfaat terhadap orang-orang yang ada di sekitarnya, dan memancing datangnya rezeki-rezeki dalam format lain yang nilainya sulit untuk dievaluasi dengan uang.

Bercermin dari hal ini, marilah kita galakkan berinfak dan beramal pada pagi hari sehingga kita menjadi orang-orang yang mendapatkan keberkahan waktu pagi, mendapatkan laba yang besar dari Allah, dan mendapatkan doa para malaikat untuk kelapangan rezeki kita. Jangan biarkan ada satu pagi malah yang berlalu tanpa beramal karena itu sama saja mengundang kerusakan dalam hidup sebagaimana yang dimintakan malaikat untuk orang-orang yang pelit. Semoga Allah mencatat kita sebagai orang yang cerdas.

Wallahu a\’lam



Bantu penulis dengan share: