Tangan di Atas Lebih Bagus daripada Tangan di Bawah

Tangan di Atas Lebih Baik ketimbang Tangan di Bawah

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَهُوَ عَلَى الْمِنْبَرِ وَهُوَ يَذْكُرُ الصَّدَقَةَ وَالتَّعَفُّفَ عَنْ الْمَسْأَلَةِ، الْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنْ الْيَدِ السُّفْلَى، وَالْيَدُ الْعُلْيَا الْمُنْفِقَةُ وَالسُّفْلَى السَّائِلَةُ (رواه مسلم)

Dari Abdullah bin Umar ra bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , bersabda : padahal beliau berkhutbah di atas mimbar. Beliau memberi saran sedekah dan melarang minta-meminta. \”Tangan yang di atas lebih baik ketimbang tangan yang dibawah. Tangan di atas adalah tangan pemberi sementara tangan yang di bawah ialah tangan peminta-minta.\” (HR. Muslim, hadits no. 1715). Tangan di Atas Lebih Bagus ketimbang Tangan di Bawah.

Tangan di Atas Lebih Bagus ketimbang Tangan di Bawah

Di hadits yang lain, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , bersabda :

مَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَسْأَلُ النَّاسَ، حَتَّىٰ يَأْتِيَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَيْسَ فِيْ وَجْهِهِ مُزْعَةُ لَحْمٍ

Seseorang senantiasa minta-minta terhadap orang lain sehingga ia akan datang pada hari akhir zaman dalam keadaan tidak ada sepotong daging malah di wajahnya. (HR. Al-Bukhari no. 1474 dan Muslim no. 1040)

Hadits ini merupakan ancaman keras yang memperlihatkan bahwa minta-meminta kepada manusia tanpa ada keperluan itu aturannya haram. Oleh sebab itu, para Ulama mengatakan bahwa tidak halal bagi seseorang minta sesuatu terhadap manusia selain ketika darurat.

Ancaman dalam hadits di atas diperuntukkan bagi orang yang meminta-meminta terhadap orang lain untuk memperkaya diri, bukan karena kebutuhan.

Hadits tersebut diatas juga bermakna seputar bagaimana mulianya seseorang yang tangannya diatas yakni ringan untuk bersedekah dan sebaik bagus sedekah adalah terhadap keluarganya.

Sehingga jangan hingga meninggalkan keluarga dalam situasi miskin lalu meminta minta kepada orang lain. Tangan di Atas Lebih Baik ketimbang Tangan di Bawah.

Tangan di Atas Lebih Bagus daripada Tangan di Bawah

Allah Azza Wa Jalla, berfirman:

إِنَّ الْمُصَّدِّقِينَ وَالْمُصَّدِّقٰتِ وَأَقْرَضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا يُضٰعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ أَجْرٌ كَرِيمٌ

\”Sebenarnya orang-orang yang bersedekah bagus laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang bagus, akan dilipatgandakan (balasannya) bagi mereka; dan mereka akan mendapat pahala yang mulia.\” (QS. Al-Hadid 57ayat 18)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , bersabda :

“Jagalah dirimu dari api neraka, walau dengan bersedekkah setengah buah kurma.” (HR. Muttafaqu \’Alaih).

\”Tidaklah ada satu pekerjaan yang paling mulia yang dilaksanakan oleh seseorang ketimbang pekerjaan yang dijalankan dari tangannya sendiri. Dan tidaklah seseorang menafkahkan hartanya kepada diri, keluarga, buah hati dan pembantunya tapi akan menjadi sedekah.” ( HR. Ibnu Majah ) . Tangan di Atas Lebih Bagus daripada Tangan di Bawah.

Tidak ada hari yang disambut oleh para hamba namun di sana ada dua malaikat yang turun, sala satunya berkata: \”Ya Allah, berikanlah ganti terhadap orang-orang yang berinfaq. Meski (malaikat) yang lainnya berkata: \”Ya Allah berikanlah kehancuran terhadap orang-orang yang menahan (hartanya).\” (HR. Bukhari – Muslim)

Wallahu a\’lam

Bantu penulis dengan share: