Tata Cara Buah Nama Anak Dalam Islam

Tata Metode Buah Nama Buah Dalam Islam

Islam sebagai din yang baik dan total sudah mengendalikan semua kehidupan umatnya dengan bagus tanpa memberatkan ataupun merugikan umatnya. Sebab pada hakikatnya fungsi agama dalam kehidupan manusia yakni untuk memberi nasehat kita agar tetap berada dijalan yang benar, dan supaya apa yang kita lakukan tak memunculkan keburukan bagi diri sendiri, keluarga dan orang lain. Islam sudah membatasi kehidupan manusia dari semua aspek, lalu apakah dalam Islam juga ada tata sistem dalam memberi nama buah hati? Tentu ada, dan berikut sedikit ulasannya berdasarkan Islam.

Tata Sistem Kecil Nama Kecil Setiap Islam
Dalam bahasa Arab, nama disebut dengan isim. Sesungguhnya manusia yang lahir ke dunia pastilah memiliki nama sebagai sebuah panggilan dan identitas diri. Karena untuk membedakan manusia satu dengan yang lainnya maka pemberian nama diwajibkan berdasarkan kesepakatan (ijma’) para ulama.

Dalam (QS. Maryam ayat 7, Allah SWT. berfirman :

“Hai Zakaria, hakekatnya Kami memberi informasi bergembira kepadamu dengan seorang anak laki-laki namanya Yahya, yang Kami belum pernah memberikan nama seperti itu sebelumnya.”

Dalam ayat tersebut dapat kita kenal, bahwa Allah sendiri telah memberikan nabi Zakaria seorang si kecil laki-laki dengan nama, merupakan Yahya. Karena itu berarti nama dalam Islam sangatlah penting. Karena telah menjadi keharusan para orang tua untuk memberikan nama terhadap buah hati-si kecilnya, seperti yang dikatakan dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW. bersabda :

“Maka diantara keharusan bapak dan ibu kepada anaknya adalah mengajarinya menulis, memberikan nama yang baik, dan menikahkannya sekiranya telah dewasa.” (HR. Ibnu Najar)

Karena berikut tata metode pemberian nama anak menurut Islam :

Pilih nama yang bagus dalam arti maupun panggilan
Islam menyarankan agar para ayah dan ibu agar memberikan nama terhadap buah hatinya dengan benar dan bagus, karena berdasarkan Islam nama ialah sebuah do’a. Misalnya dari itu pemberian nama dalam Islam malah tidak boleh sembarangan. Islam memberikan peraturan atau tata cara dalam memberi nama anak, supaya para orangtua tidak salah dalam memberikan nama anak-si kecilnya, sebab nama sedikit banyak akan mempengaruhi kehidupan si kecil. Sebab direkomendasikan supaya para bapak dan ibu memberikan buah hatinya nama dengan arti yang baik, dan juga menawan untuk dipanggil.

Pemberian nama yang baik bisa diambil dari nama Nabi-nabi dan Rasul, nama istri-istri Nabi dan Rasulullah SAW. yang sholehah ataupun nama anak-buah hati Nabi dan Rasul yang sholeh dan sholehah. Sebab nama-nama hal yang demikian memiliki makna yang baik nan indah, dan diharapkan agar sang anak mempunyai sifat dan perilaku yang bagus seperti mereka.Tata Cara Anak Nama Kecil Dalam Islam.

Tata Cara Kecil Nama Kecil Dalam Islam

Nama anak yang baik juga bisa diambil dari sifat-sifat Allah dan asmaul husna, agar kita senantiasa teringat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. sebagaimana manfaat asmaul husna. Nama-nama asmaul husna tentu memiliki arti yang bagus. Allah SWT. berfirrman dalam (QS. Al-A’raf ayat 180) :

“Sebab Allah memiliki Asmaul Husna (nama-nama yang terbaik), karenanya bermohonlah terhadap-Nya dengan menyebut Asmaul Husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan kepada apa yang sudah mereka kerjakan.”

Dalam ayat hal yang demikian dikatakan, bahwa Allah SWT. memilik Asmaul Husna yang yakni nama-nama yang terbaik. Jadi, tak perlu diragukan lagi seputar kebaikan memberi nama anak dengan nama-nama Allah SWT (asmaul husna).

Sebagai muslim, para orangtua dilarang memberikan nama si kecil-buah hatinya dengan nama-nama yang diharamkan menurut Islam. Si memberi nama buah hati dengan nama ‘Firaun, Al-Lat, Uzza, dan nama yang buruk lainnya. Karena seperti yang kita ketahui sebagai seorang muslim, bahwa nama-nama hal yang demikian merupakan nama dari orang yang memiliki adab buruk.
Nama lainnya yang diharamkan dalam Islam adalah tiap-tiap nama yang memuji (tazkiyyah) terhadap diri sendiri atau berisi kedustaan.
Rasulullah SAW. bersabda :

“Karenanya nama yang paling dibenci oleh Allah yaitu seseorang yang bernama Malakul Amlak (rajanya raja).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Islam melarang umatnya untuk memberikan nama-nama yang jelek dan buruk kepada buah hatinya dikarenakan Rasulullah SAW. telah merubah nama-nama yang buruk menjadi nama-nama yang baik, seperti yang diriwayatkan dalam sebuah hadits berikut :

Dari Aisyah ra, dia berkata :

“Karenanya Rasulullah SAW. mengubah nama-nama yang jelek menjadi nama-nama yang baik.” (HR. At-Tirmidzi)Tata Metode Hati Nama Anak Dalam Islam.

Tata Sistem Kecil Nama Kecil Dalam Islam

Memberikan nama pada waktu terbaik
Waktu yang bagus dalam memberikan nama terhadap yaitu lantas setelah si kecil tersebut lahir.

Dari Anas bin Malik, dia berkata, Rasulullah SAW. bersabda :

“Semalam telah lahir anakku dan kuberi nama seperti ayahku, ialah Ibrahim.” (HR. Muslim)

Dari Abu Musa, ia mengatakan :

“Kecil laki-lakiku lahir, kemudian aku membawanya terhadap Nabi SAW.dan beliau lalu memberinya nama Ibrahim(anak tertua Abu Musa), beliau menyuapinya dengan kunyahan kurma dan mendoakannya dengan keberkahan, setelah itu menyerahkannya kepadaku.”(HR. Bukhari)
Dari sebagian hadits hal yang demikian dapat kita kenal bahwa para sahabat Rasulullah memberikan si kecil-buah hati mereka nama lantas sesudah buah hati tersebut lahir. Sebab menurut sunnah Rasulullah SAW. ada tiga waktu dalam pemberian nama buah hati, yaitu : di hari kelahiran, sampai hari ketiga dan ketujuh, dan dihari ketujuh kelahiran.
Pemberian nama dan nasab si kecil ialah hak ayah
Sebagai seorang imam dan pemimpin dalam keluarga, peran ayah dalam keluarga memang penting, sehingga dalam pemberian nama anak pun dianjurkan seorang ayah yang semestinya memberikannya. Dalam Islam seorang buah hati dalam situasi sulit merdeka dan budak mereka meniru ibunya namun dalam masalah pemberian nama dan nasab mereka mencontoh ayahnya. Sebab sebagaimana hak memberikan nama terhadap anak, seorang ayah memiliki hak atas nasab buah hatinya. Oleh sebab itu seorang si kecil akan dipanggil dengan nama ayahnya, contohnya : ‘fulan bin fulan’ bukan dengan nama ibunya ‘fulan bin fulanah’. Sebab dalam (QS. Al-Ahzab) Allah SWT. berfirman :

“Panggillah mereka dengan (memakai nama bapak-bapak mereka.”

Karena dari Ibnu Umar, Rasulullah SAW. bersabda :

“ Allah mengumpulkan orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terakhir kelak dihari kiamat, maka akan dikibarkan bendera bagi tiap-tiap penghianat, lalu dikatakan ; “Ini yaitu bendera si fulan bin fulan.” (HR. Musim)

Hadits tersebut mengatakan bahwa pada hari akhir zaman mereka yang berkhianat terhadap Allah SWT. akan dipanggil dengan nama ayahnya.

Jadi, dalam memberikan nama untuk si kecil, sebaiknya menerapkan nama yang cantik, baik dalam segi arti ataupun panggilan, karena nama berdasarkan Islam yakni sebuah do’a. Karena sebagai seorang muslim alangkah baiknya dalam memberikan nama juga berpedoman pada sumber syariat Islam dan dasar regulasi Islam.



Bantu penulis dengan share: