Tata Menata Alis Wanita Dalam Islam

Aturan Memberesi Alis Wanita Dalam Islam

Tampil menawan adalah hal yang betul-betul diharapkan bagi para wanita hampir di segala dunia, dan untuk mendapatkan kecantikannya, para wanita rela mengerjakan hal semampunya untuk itu. Dan pada era modern ini, untuk menjadi indah dan tampil tampan sudah tak menjadi hal yang sulit bagi perempuan.
Sekarang ini, ntuk tampil indah para wanita hanya perlu pergi ke salon kecantikan yang menyediakan beragam perawatan untuk kecantikan, perawatan kecantikan dari pucuk kepala sampai ke ujung kaki, seperti : perawatan untuk kuku, waxing (mencabut bulu kaki atau bulu tangan), facial (perawatan wajah), dan pun mencukur bulu alis untuk mempercantik wajah. Lalu apakah tata tertibnya mencukur alis bagi wanita dalam Islam?

Wanita Mencukur Alis Berdasarkan Islam
Adalah hal yang manusiawi kalau wanita menginginkan supaya dirinya kelihatan indah dimata seluruh orang yang memandangnya dan untuk mendapatkan hal tersebut sekali-sekali para wanita akan mengerjakan apa saja, dan salah satu metode untuk kelihatan cantik merupakan membenahi bulu alisnya lalu menggambarnya dengan pensil alis. Namun, tahukah kalian wanita muslimah, apa regulasinya mencukur alis menurut Islam?

Hukum mencukur alis dalam Islam sendiri masih terdapat sebagian perbedaan pendapat didalamnya. Ada beberapa ulama yang mengatakan hal hal yang demikian boleh dikerjakan, namun beberapa lainnya mengatakan bahwa hal tersebut haram untuk dilakukan.

Sebagian ulama yang tidak mengizinkan mencukur alis berhaluan pada hadits berikut :

Dari Abdullah bin Mas’ud ra., ia berkata :

“Allah melaknat tukang tato, orang yang ditati, al-mutanamish (para wanita yang meminta dicukur buku diwajahnya), dan orang yang merenggangkan gigi untuk kecantikan yang merubah ciptaan Allah.” (HR. Bukhari)Tertib Menata Alis Wanita Dalam Islam.

Undang-undang Memberesi Alis Wanita Dalam Islam

Maksud dari mencukur bulu wajah pada hadits hal yang demikian yaitu mencukur bulu alis. An-Nawawi pun menegaskan :

“Larangan tersebut yakni untuk bulu alis dan ujung-ujung wajah” (Sharh Shahih Muslim)

Para ulama yang mengharamkan mencukur alis wanita menganggap bahwa hal hal yang demikian sama saja dengan mengubah ciptaan Allah SWT. dan ada pula yang menganggap bahwa hal hal yang demikian seperti tabarruj dalam Islam, yang mana peraturannya ialah tak dibolehkan.
Sedangkan, sebagian ulama lain yang mengizinkan beranggapan bahwa maksud dari hadits hal yang demikian merupakan mencukurnya hingga ke akar-akarnya. Dan menurut mereka, mencukur alis berdasarkan Islam dibolehkan kalau mengizinkan dan hal hal yang demikian dimaksudkan untuk memenuhi permintaan suami dan untuk menyenangkan hati suami. Namun, tak dibiarkan jika tujuannya yakni untuk berhias dan mengumbar kecantikan didepan orang banyak.
Jadi undang-undang menata alis wanita dalam Islam masih terdapat keraguan didalamnya atau yang umum disebut dengan syubhat. Syubhat dalam Islam berarti hal yang masih samar-samar, yang tidak dimengerti banyak orang.Tata Menata Alis Wanita Dalam Islam.

Peraturan Merapikan Alis Wanita Dalam Islam

Dari An-Nu’man bin Basyir ra., ia berkata, Rasulullah SAW bersabda :

“Sebetulnya yang halal itu jelas, sebagaimana yang haram bahkan terang. Diantara keduanya terdapat perkara syubhat yang masih samar tak diketahui oelh kebanyakan orang. Barangsiapa yang menghindarkan diri dari perkara syubhat, maka dia sudah menyelamatkan agama dan kehormatannya. Barangsiapa yang terjerumus dalam perkara syubhat, maka ia dapat terjatuh pada perkara haram. Sebagaimana ada pengembala yang menggembalakan ternaknya di sekitar tanah larangan yang hampir menjerumuskannya. Ketahuilah, tiap raja memiliki tanah larangan dan tanah larangan Allah di bumi ini yaitu perkara-perkara yang diharamkanNya.” (HR.Bukhari dan Muslim)
Dari hadits tersebut dapat kita simpulkan bahwa sebagai seorang muslim yang taat betapa baiknya kalau kita meninggalkan perkara-perkara yang syubhat, sebab hal tersebut jauh lebih baik berdasarkan Allah SWT.
Sebagai wanita muslimah yang bagus, sudah selayaknya kita untuk meniru tata tertib-tata tertib di dalam Islam pantas yang tertera dalam sumber syariat Islam dan mengaplikasikan sistem menjadi cantik berdasarkan Islam. Dan sebenarnya kecantikan wanita dalam Islam tidaklah penting dan tidak dinilai melewati paras jasmani, tetapi dari adab dan keimanan serta ketaatannnya kepada Allah SWT. Tapi, apabila seorang wanita ingin nampak cantik untuk menyenangkan suaminya karenanya dapat memakai metode mempercantik diri berdasarkan Islam.



Bantu penulis dengan share: