Tata Wanita Bepergian Dengan Lawan Variasi

Aturan Wanita Bepergian Dengan Lawan Macam

Dalam islam wanita tak dibolehkan bepergian dengan lawan variasi karena belum menjadi muhrimnya. Apalagi sekiranya hingga berganti – ganti pria yang membawanya, telah bisa dipastikan image nya akan buruk di pandangan masyarakat. Secara lagi jika tinggal di lingkungan pedesaan.

Janganlah salah seorang diantara kalian berduaan dengan seorang wanita (yang bukan mahramnya) sebab setan merupakan orang ketiganya, karenanya barangsiap yang berbangga dengan kebaikannya dan sedih dengan keburukannya karenanya ia adalah seorang yang mukmin.” (HR. Ahmad, sanad hadits ini shahih)

Berbeda lagi dengan wanita yang telah menikah dengan seorang pria, apabila ia bepergian dengannya tak menjadi dilema sebab sudah halal menurut syariat agama Islam. Wanita muslimah yang baik tentu saja cakap menjaga dirinya dan kehormatannya serta malu kepada Allah Swt jikalau tidak mencontoh instruksi – Nya.

Menjadi wanita muslimah yang baik memang tak gampang. Sebab pasti akan banyak godaan untuk menguji seberapa besar tingkat keimanan anda para kaum hawa terhadap Allah Swt. Karena wanita yaitu dikatakan sebagai perhiasaan dunia, telah semestinya anda sebagai wanita bisa menjaga perhiasaan hal yang demikian. Seperti penjelasan yang terdapat di dalam hadits di bawah ini :

“Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia yakni wanita yang shalihah.” (HR. Muslim)

Hukum Wanita Bepergian Dengan Bukan Mahram

Telah selayaknya anda sebagai seorang wanita menjaga diri dan tak bertingkah seenaknya sendiri bepergian dengan kaum adam sehingga bisa memunculkan fitnah. Sekiranya anda sebagai wanita menolak kalau diajak bepergian atau malah tak dengan sengaja mengajak pria untuk bepergian, saya rasa hal seperti itu tidak akan terjadi.

Namun modern ini, banyak wanita yang dengan sengaja minta diantarkan kemana – mana oleh seorng pria bahkan dapat juga berganti – ganti hanya untuk memanfaatkannya saja. Meskipun sudah terang hal ini merupakan perilaku yang tidak baik dan tak selayaknya dijalankan seorang muslimah sejati. Berikut hadits yang berkaitan dengan kejadian hal yang demikian.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya: “Ada dua kategori pakar neraka yang tak pernah aku lihat sebelumnya; sekelompok orang yang membatasi cambuk seperti ekor sapi yang digunakan untuk mencambuk manusia, dan wanita-wanita yang berpakaian tapi hakikatnya telanjang, mereka berjalan melenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Mereka tak akan masuk surga dan tak dapat mengecup wewangiannya. Sesungguhnya aroma jannah tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim)

Pada tulisan kali ini saya bermaksud untuk membagikan sedikit ilmu yang saya punya mengenai aturan wanita bepergian dengan lawan tipe. Sekiranya sobat berkeinginan lebih dalam pemahamannya, bisa simak penjelasan di bawah ini bersama – sama.

Haram Peraturannya Wanita dan Laki – Laki yang Belum Mukhrim Berduaan
Berduaan saja telah diharamkan dan dilarang ya sobat, berarti anda dapat tau ya jikalau bepergian dengan lawan variasi tentu saja dilarang. Berikut terdapat hadist yang menguatkan masalah ini :

“Tidaklah sekali-kali seorang laki-laki berduaan dengan seorang perempuan kecuali setan akan menjadi yang ketiga.” ((HR Tirmidzi 2165, Ahmad (1/26), dan dishahihkan al-Albani)

Mengamati ayat tersebut sudah benar-benar jelas bahwasannya, antara seorang wanita dan juga seorang pria yang jalan berduaan tidak dibolehkan dalam ajaran Islam karena dikhawatirkan terjadi hal – hal yang tidak diharapkan karena adanya hasutan dari syaitan. Baca juga mengenai regulasi wanita keluar malam dalam islam.Regulasi Wanita Bepergian Dengan Lawan Jenis.

Regulasi Wanita Bepergian Dengan Lawan Jenis

Haram Tata Wanita dan Laki – Laki Saling Bersentuhan Tanpa Makhram
Sekadar bersentuhan tangan saja tidak dibiarkan lo sobat, apalagi hingga bepergian berdua dibawa kesana kemari. Mana kehormatan anda sebagai wanita muslimah yang bagus? Tanpa ditunjukkan malah mungkin anda sudah paham kalau saya memberikan contoh ini terhadap sobat.

Anda dapat pahami mengenai hukum berjabat tangan bukan muhrim dalam islam supaya anda dapat lebih terang lagi. Berjabat tangan sama halnya dengan bersentuhan badan antara satu dengan yang lainnya. Sebagai seorang muslimah tentu saja anda memiliki keharusan untuk memperhatikannya.

Kalau dikaitkan dengan bepergian dengan seorang pria seperti misalnya dibonceng sepeda motor, dapat anda bayangkan dikala membonceng tanpa disengaja pasti anda akan mengendalikan bagian tubuh pria demi keselamatan pada saat berkendara. Sudah jelas bukan apa yang saya maksudkan?

“Sekiranya wanita mukminah berhijrah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mereka diuji dengan firman Allah Ta’ala (yang artinya), “Hai Nabi, bila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan komitmen setia, bahwa mereka tiada akan menyekutukan Allah, tak akan mencuri, tidak akan berzin.” (QS. Al Mumtahanah: 12)

ads ‘Aisyah bahkan berkata, “Siapa saja wanita mukminah yang mengikrarkan hal ini, maka dia berarti sudah diuji.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri berkata ketika para wanita mukminah mengikrarkan yang demikian, “Kalian dapat pergi karena saya telah membaiat kalian”. Tetapi -demi Allah- beliau sama sekali tidak pernah meraba tangan seorang wanita malahan.
Beliau cuma membaiat para wanita dengan ucapan beliau. ‘Aisyah berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah pernah meraba wanita sama sekali sebagaimana yang Allah perintahkan. Tangan beliau tidaklah pernah meraba tangan mereka. Saat baiat, beliau hanya membaiat melalui ucapan dengan berkata, “Aku sudah membaiat kalian.” (HR. Muslim no. 1866)

Saking beresikonya bersentuhan dengan lawan variasi, hingga – sampai terdapat hadits yang menerangkan bahwa tindakan hal yang demikian bisa dibandingkan dengan penikaman kepala memakai pasak besi akan jauh lebih baik. Coba anda lihat hadists di bawah ini ya sobat.

“Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi, sungguh lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya.” (HR. Thobroni dalam Mu’jam Al Kabir 20: 211. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Haram Undang-undangnya Wanita dan Laki – Laki yang Tak Saling Menjaga Pandangan
Saat seorang muslimah (wanita) sedang bepergian dengan seorang muslim (pria), bisa dipastikan akan sama – sama berpandangan antara satu dengan yang lainnya. Dalam konteks ini berarti sungguh-sungguh beresiko menjerumus ke hal – hal maksiat seperti gelap mata. Untuk mencegah hal ini terjadi, maka islam mengajari antara wanita dan pria yang belum mukhrim dilarang pergi berdua – duaan. Agar lebih terang lagi anda dapat lihat pada hadits berikut ini yang diriwayatkan oleh HR. Muslim :

“Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengenai pandangan yang tidak di sengaja. Karenanya beliau memerintahkanku supaya memalingkan pandanganku.” (HR. Muslim)Tata Wanita Bepergian Dengan Lawan Variasi.

Aturan Wanita Bepergian Dengan Lawan Tipe

Haram Aturannya Wanita yang Tidak Menjaga Auratnya Dihadapan Laki – Laki
Kewajiban seorang muslimah sejati ialah selalu menutup auratnya untuk menjaga perhiasaannya supaya tak dinikmati oleh para kaum adam lewat pandangan. Karena sekiranya anda mengumbar bagian aurat dan pada ketika anda sedang berada di luar rumah, maka syaitan akan menolong mengindahkan aurat anda dari pandangan para lelaki.

Menunjukkan aurat saja telah dilarang oleh ajaran Islam, apalagi sampai bepergian bersama pria disertai dengan aurat yang diumbar. Jika ini diperkuat dengan penjelasan yang ada di dalam hadits berikut ini :

“Wanita itu yaitu aurat. Sekiranya dia keluar karenanya setan akan memperindahnya di mata laki-laki.” (HR. Tirmidzi, shahih)

Di dalam Al Qur’an juga terdapat penjelasan komplit mengenai hal ini :

Katakanlah terhadap orang laki–laki yang beriman, “Hendaklah mereka membendung pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allâh maha mengatahui apa yang mereka perbuat.” Katakanlah terhadap wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara alat kelaminnya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (lazim) nampak dari padanya.

Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah memperlihatkan perhiasannya, selain kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera–putera mereka, atau putera–putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tak memiliki kemauan (kepada wanita) atau anak-si kecil yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar dikenal perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kau sekalian kepada Allâh, wahai orang-orang yang beriman agar kamu beruntung. (QS. An – Nur / 24 : 31)

Hukumnya Haram Bagi Wanita yang Bercampur Baur Dengan Laki – Laki (Ikhtilat)
Maksud dari poin yang satu ini merupakan pergaulan antara wanita di kehidupan sehari – hari tanpa adanya hijab yang membalut kepalanya, pasti akan menimbulkan pandangan – pandangan buruk. Anda tak mau bukan sekiranya komponen tubuh anda dijadika tontonan cuma-cuma oleh para kaum adam?

Hingga diambil rangkuman bahwa sedikit ulasan di atas yang menerangkan mengenai undang-undang wanita bepergian dengan lawan macam hal yang demikian, mungkin bisa anda jadikan sebagai pembelajaran dalam kehidupan sehari – hari ya sobat. Semoga sedikit ilmu yang dapat saya bagi hal yang demikian, bisa membawa manfaat bagi sobat semuanya.

Hingga disini dahulu penjelasan kali ini yang membahas mengenai undang-undang wanita bepergian dengan lawan jenis. Sampai jumpa di artikel saya selanjutnya atau malahan pada peluang lainnya dan terima beri telah meluangkan waktunya untuk mampir serta membaca tulisan aku ini. Salam hangat dari penulis.



Bantu penulis dengan share: