Tata Wanita Berbulu Pendek dan Dalilnya

Regulasi Wanita Berbulu Pendek dan Dalilnya

Rambut yakni mahkota yang mesti dijaga keberadaannya bagi setiap manusia. Karena rambut itu sudah seperti perhiasan. Tanpa adanya rambut manusia akan kelihatan ada yang kurang. Karenanya anda sebagai hambanya yang bertakwa mesti menjaga sedap hal yang demikian dan senantiasa mensyukurinya.
“Sebenarnya bila kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (sedap) kepadamu, melainkan jikalau kamu mengingkari (nikmat-Ku), karenanya pasti siksa-Ku sungguh-sungguh berat.” (QS. Ibrahim 14 : 7)

Khususnya lagi rambut bagi perempuan ialah bagian penting yang seharusnya dijaga. Walaupun dalam syariat Islam telah diajari untuk menutup aurat termasuk rambut bagi wanita, tetap saja rambut penting bagi kaum hawa. Pelbagai contoh malahan digunakan sesuai dengan selera masing – masing individu. Baca juga mengenai peraturan mewarnai rambut bagi wanita.

Ada yang bergembira dengan rambut pendek, agak pendek, agak panjang dan panjang. Warnanya malah bermacam-macam – jenis menyesuaikan dengan harapan. Karena secara khusus tidak menyerupai ciptaan Allah seperti halnya mewarnainya dengan warna hitam (menyemir). Sebab undang-undang semir rambut warna hitam sudah benar-benar jelas dilarang dalam syariat Islam karena menyerupai dengan Maha Karya Allah Sang Sebetulnya Pencipta alam dan seisinya.

“Hakekatnya bahan yang terbaik yang kalian gunakan untuk menyemir uban yaitu hinna’ (pacar) dan katm (inai).” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan An Nasa’i)

“Padahal kami menyemir uban kami bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan wars dan za’faron”. (HR. Ahmad dan Al Bazzar)

“Pada akhir zaman nanti akan timbul suatu kaum yang bersemir dengan warna hitam seperti tembolok merpati. Mereka itu tak akan mencium bau surga.” (HR. Abu Daud, An Nasa’i, Ibnu Hibban dalam shahihnya, dan Al Hakim)Undang-undang Wanita Berambut Pendek dan Dalilnya.

Tertib Wanita Berambut Pendek dan Dalilnya

Padahal wanita diwajibkan menutup seluruh komponen auratnya, tetap saja dalam islam banyak ulama yang memiliki pandangan – pandangan terhadap hal ini. Hakekatnya bagaimana menurut pandangan Islam sendiri mengenai regulasi memendekkan rambut bagi kaum hawa sendiri?

Bila di dalam Al – Qur’an atau bahkan Hadits tidak terdapat larangan atau pun perintah terang dan spesifik mengenai memendekkan rambut bagi kaum hawa. Berarti memang tak ada ketentuan haram atau malah halal menyangkut situasi sulit ini. Baca juga mengenai hukum mewarnai rambut dalam islam.

Berbeda lagi pada dikala melaksanakan ibadah seperti halnya haji atau bahkan umroh, wanita diwajibkan untuk mengerjakan pemotongan kepada rambutnya sendiri dengan jumlah sebagian helai saja ketika sedang di tahalul.

“Hai Nabi, katakanlah terhadap istri-istrimu, si kecil-si kecil perempuanmu dan wanita-wanita (keluarga) orang-orang mukmin, supaya mereka mengulurkan atas diri mereka (ke seluruh tubuh mereka) jilbab mereka. Berbulu itu menjadikan mereka lebih mudah diketahui (sebagai para wanita muslimah yang terhormat dan merdeka) sehingga mereka tak diganggu. Dan Allah senantiasa Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Al – Ahzab ayat : 59)

Pada tulisan kali ini saya bermaksud mau membagikan sedikit informasi yang aku ketahui mengenai peraturan wanita berbulu pendek. Karena anda mau mengetahuinya lebih lanjut dan lebih dalam lagi, yuk kita simak bersama – sama penjelasan di bawah ini sebagai berikut :
Bolehkah Wanita Berbulu Pendek?
Dalam Islam sendiri rambut panjang atau malahan pendek bagi wanita tidak ada larangan, yang menjadi perhatian ialah disunahkan untuk merapikannya. Mengingat perintah Allah Swt bagi kaum hawa untuk menutup auratnya termasuk rambut, jadi rambut pendek malah tidak menjadi problem. Baca juga mengenai undang-undang menyambung rambut.

Sebab terutamanya sebagai wanita mengedepankan selera suaminya. Karena membahagiakan suami sama halnya dengan ibadah. Jadi sesuaikanlah rambut anda dengan selera suami anda. Karena untuk wanita yang belum bersuami bisa mengikuti kemauan sendiri saja. Seperti halnya hadits di bawah ini :

Abu Hurairah pernah berkata bahwa Rasulullah saw pernah ditanya,

“Hakekatnya Rasulullah, apakah kriteria wanita yang paling baik itu?” Rasulullah saw lalu menjawab, “Wanita yang paling bagus adalah wanita yang seandainya suaminya melihatnya dia merasa bersuka ria dan menaatinya jikalau ia diperintah, serta menjaga kemaslahatan jiwa dan harta suami dari hal-hal yang ia tak sukai. “(HR. An – Nasai)

Aku memanjangkan rambut sendiri merupakan perbuatan yang disunahkan. Sebab Rasulullah sendiri juga dulu kala melakukan hal hal yang demikian. Dengan mengikuti apa yang Rasulullah lakukan sama halnya anda melakukan suatu ibadah dan akan menerima kebaikan.
“Sebetulnya sudah ada pada (diri) Rasulullah itu suri figur yang baik bagimu (adalah) bagi orang yang mengharap Allah dan hari akhir zaman dan ia banyak menyebut Allah.” (QS. Al – Ahzab : 21)

Mengenai seputar memanjangkan rambut sendiri terdapat hadits yang menerangkan bahwasannya Rasulullah Saw rambutnya mempunyai panjang sampai meraba bahu.

Dari Bara’ bin Azib, ia berkata, “Saya tidak pernah mengamati rambut melampaui ujung alat pendengar seorang bahkan yang lebih baik dari (rambut) Rasulullah.” Dalam suatu riwayat lain, “Rambut Rasulullah hingga mengenai kedua bahunya.” (HR. Muslim)

Dengan memanjangkan rambut saja tak cukup ya sobat. Karena anda menetapkan untuk memanjangkan rambut, tetapi tak disertai dengan mengerjakan perawatan sehingga wujudnya menjadi lebih rapi, karenanya sebaiknya anda urungkan niat sobat tersebut. Sebab rambut pendek mungkin akan jauh lebih sesuai bagi anda yang tak berharap ribet dengan rambut yang panjang dan bermacam-macam keribetan ketika patut merapikan atau malah merawatnya.

“Agama Islam itu adalah (agama) yang bersih atau suci, maka hendaklah kamu menjaga kebersihan. Sesungguhnya tak akan masuk surga, selain orang-orang yang suci.” (HR. Baihaqi)

Saya Para Ulama Mengenai Undang-undang Wanita Berbulu Pendek

Menghadapi persoalan ini para ulama mempunyai selisih pendapat mengenai tentang regulasi memendekkan rambut bagi kaum hawa. Ulama Syafi’iyah memiliki pendapat bahwa seorang wanita dibiarkan untuk memendekkan rambut yang terdapat kepala sebagaimana yang telah diceritakan dalam Roudhotuth Tholibin 1 : 382. Baca juga mengenai undang-undang potong rambut saat puasa.

Para ulama mengucapkan dalilnya menurut dengan riwayat dari Abu Salmah bin ‘Abdurrahman, dia berkata, “Aku pernah menemui ‘Aisyah bersama saudara sepersusuan ‘Aisyah. Perbuatan bertanya pada ‘Aisyah mengenai mandi janabah yang dilakukan oleh Nabi Saw.”Undang-undang Wanita Berbulu Pendek dan Dalilnya.

Peraturan Wanita Berambut Pendek dan Dalilnya

Saudaranya bahkan tadi juga berkata,

“Istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi mengambil rambut kepalanya (artinya: memendekkannya) hingga ada yang tak melebihi ujung kuping.” (HR. Muslim no. 320).

Imam Nawawi berkata,

“Ini dalil yang menampilkan bolehnya memendekkan rambut bagi wanita.” (Syarh Muslim, 4: 5)

Hukum Wanita Menggunduli Rambut

Walaupun penjelasan sebelumnya memang memendekkan rambut diperbolehkan dalam agama, tapi berbeda dengan membotakkan rambut. Anda bisa menyimaknya pada hadits berikut ini :

“Rasulullah SAW melarang wanita mencukur (membotakkan) rambutnya.” (HR Tirmidzi)

Berbulu ini dilarang sebab dengan wanita menjalankan pencukuran pada rambut yang di kepalanya sambai gundul sama halnya dengan suatu kejadian yang adalah budaya dari masyarakat jahiliyah dulu. Penggundulan rambut hal yang demikian dikerjakan oleh masyarakat jahiliyah diterapkan sebagai penanda bahwa mereka segala sedang dalam situasi berduka cita sebab adanya kematian.

Tapi yang dianggap menyerupai kaum kafir atau pun kaum jahiliyah sama saja, semuanya diharamkan. Karena tindakan yang dianggap meniru pada suatu kaum seperti halnya kaum jahiliyah, sama cuma dengan menjadi salah satu bagian atau pun anggota dari kaum – kaum tersebut.

“Siapa yang meniru-niru suatu kaum maka ia termasuk kaum tersebut.” (HR Abu Daud)

Disamping itu dengan mengambil keputusan untuk melakukan penggundulan kepada rambut bagi kaum hawa, Rasulullah Saw juga dengan tindakan tegasnya mengatakan bahwa perilaku tersebut dilarang. Dengan penampilan rambut gundul, maka wanita akan menyerupai laki – laki, begitu alasan Rasulullah.

Padahal pada dasarnya memang para kaum haum memiliki kewajiban untuk mengenakan jilbab sehingga rambutnya tidak akan menonjol. Dapat saja alasan tersebut tidak diterima karena sudah dibuktikan pada penjelasan kaum jahiliyah tadi.

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat lelaki yang menyerupai wanita dan (melaknat) wanita yang menyerupai lelaki.” (HR Bukhari)

Sebab anda bisa lihat pada sosok perempuan jaman sekarang memang telah banyak yang memendekkan rambutnya pun meniru contoh potongan rambut cowok. Perilaku tersebut jangan diikuti ya sobat semua. Sebab Hadits Riwayat Bukhari di atas telah amat jelas melarang.

Karena diperhatikan dari segi manapun, apakah pantas wanita memendekkan rambutnya hingga menyerupai paras laki – laki. Seorang suami malah pasti kurang bersuka ria memandang situasi istrinya dengan rambut yang benar-benar pendek layaknya seorang pria seperti itu. Baca juga mengenai cara menjaga kebersihan diri wanita dalam islam.

diambil inti sari bahwa artikel yang sudah saya bahas di atas mengenai tata tertib wanita berambut pendek yang sudah diulas hal yang demikian secara detil dan dikemas dengan baik, diinginkan dapat cukup membantu memudahkan anda dalam rangka mempelajari serta memahaminya lebih dalam lagi, sehingga cocok dijadikan sebagai salah satu sumber rujukan terbaik.

disini dulu ya tulisan kali ini yang membahas mengenai tata tertib wanita berambut pendek. Semoga dapat berkhasiat bagi sobat sekaligus dan terima kasih sudah meluangkan sedikit waktunya untuk membaca tulisan saya ini. sua di artikel lainnya.



Bantu penulis dengan share: