Tata Wanita Tak Berjilbab dalam Islam

Tata Wanita Tak Berhijab dalam Islam

Setiap instruksi yang dikasih oleh Allah, tidak ada satupun yang membuat rugi manusia. Apa yang Allah perintahkan keseluruhannya bisa memberikan manfaat dan keselamatan bagi manusia. Betapa Allah ciptakan perintah bukan cuma sekadar untuk diikuti atau hanya sekadar mengerjakan, melainkan memiliki manfaat yang luar awam besarnya.

Termasuk dalam hal ini mengenai instruksi berhijab kepada wanita. Di dalam islam, wanita mempunyai keharusan untuk menutup auratnya. Menutup aurat ini tentunya bukan hanya sekedar untuk melakukan instruksi semata, namun memiliki efek yang banyak terhadao diri wanita dan orang-orang yang berada di sekitarnya atau masyarakat.

Berikut adalah penjelasan mengenai hokum wanita berhijab dalam islam beserta dalil yang Allah turunkan melewati Al-Quran.

Dalil Mengenai Instruksi Berjilbab Bagi Wanita
Berjilbab yaitu ciri dari Wanita Muslimah Menurut Islam,Wanita Cantik Dalam Islam, dan Wanita dalam Pandangan Islam dan Keistimewaannya. Berhijab malahan juga ialah Kewajiban Wanita Setelah Menikah dan menjaga Pergaulan Dalam Islam.

Di dalam Al-Quran terdapat sebagian dalil yang berkenaan dengan kewajiban wanita berhijab. Hukum Wanita Tak Berhijab diantaranya dalam ayat-ayat berikut ini beserta penjelasannya.

Dalam QS Al Ahzab : 59
“Wahai Nabi, katakanlah terhadap istri-istri, buah hati-si kecil perempuan dan istri-istri orang Mukmin, ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke semua tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali, oleh sebab itu mereka tak diganggu. Dan Allah merupakan Maha pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Al Ahzab : 59)

Ayat ini adalah ayat yang secara eksplisit menjelaskan bahwa wanita semestinya mengulurkan jilbab ke segala tubuh. Artinya merupakan berkewajiban untuk mengaplikasikan kain yang menutupi tubuh dan auratnya sehingga tak terlihat. Untuk itu, bagaimanapun seorang wanita yang telah baligh sepatutnya menutupi auratnya dan tubuhnya. Apalagi, hal ini ditambah dengan bermacam-macam penelitian bahwa hamper segala tubuh wanita memiliki estetika dan dapat menarik impian seksual bagi lawan jenis.

Dalam QS Al A’raf : 26
“Hai anak Adam, sebenarnya Kami telah menurunkan kepadamu baju untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk cantik untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang paling bagus. Yang demikian itu ialah beberapa dari petunjuk-tanda kekuasaan Allah, gampang-mudahan mereka selalu ingat.” (QS Al-A’raf :26)

Dalam ayat ini Allah memerintahkan manusia untuk menutup aurat. Instruksi ini sudah diberi sejak nabi Adam ada dan artinya memang secara fitrah manusia diperintahkan untuk mengerjakan hal hal yang demikian semenjak ia ada. Perintah menutup aurat bukan hanya pada saaat Nabi Muhammad melainkan saat Nabi terdahulu bahkan sudha melakukannya.

Untuk itu, wanita khusususnya yang memiliki aurat yang semestinya dijaga oleh dirinya mesti memahami dan mengerti akan perintah ayat ini.

Tertib Wanita Berprofesi Dalam Islam
Dalam QS An Nur : 31
“Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menonjolkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) kelihatan dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau Saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai harapan (terhadap wanita) atau buah hati-buah hati yang belum paham seputar aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar dikenal perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekaligus kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman agar kau mujur.” (QS An-Nur : 31)

Dalam ayat di atas digambarkan bahwa terdapat Tertib Wanita Tak Berhijab. Dimana, seorang wanita semestinya untuk membendung pandangan dan alat vitalnya. Mereka diperintahkan untuk menutup kaing kudung ke dada, yang hari ini yakni hijab atau kerudung.

Dada seorang wanita tentu saja ialah aurat, untuk itu perlu ditutup dan jangan hingga kelihatan. Adab ini karena secara natural akan membikin menarik dan memancing lawan macam untuk mempunyai asa bagi yang tidak cakap memegangnya.

Untuk itu, dengan dalil diatas, sepatutnya regulasinya wanita untuk berhijab dan dilarang wanita untuk membuka auratnya kecuali pada orang-orang muhrimnya merupakan yang disebutkan dalam ayat di atas. Bersyukurlah bagi mereka yang berhijab karena telah menunaikan kewajiban layak dengan Rukun Islam, Rukun Iman, Fungsi Agama, Relasi Dalam Islam, dan Pekerti Hubungan Dengan Iman Islam dan Ihsan.Aturan Wanita Tak Berjilbab dalam Islam.

Hukum Wanita Tidak Berjilbab dalam Islam

Bila Tidak Wanita Tidak Berhijab atau Menutup Aurat
Setiap perintah Allah bila tak ditaati maka akan banyak berefek besar terhadap kehidupan kita. Untuk itu, bersyukurlah manusia sebab masih diberi kans untuk melaksanakan instruksi Allah. Tiap yang Allah perintahkan tak akan merugikan justru kita akan merugi jikalau kita tidak mencontoh instruksi Allah. Berikut ialah akibat apabila wanita tak taat kepada Allah dan bersikap acuh tidak acuh dalam melakukan instruksi untuk menutup aurat.

Berjenis-jenis Misalnya Kemaksiatan
Wanita yang tak menutup aurat akan banyak menimbulkan kemaksiatan di masyarakat. Tidak saja pelecehan seksual, pemerkosaan, tidak adanya batasan pergaulan, perzinahan karena mereka tak menjaga dan mengumbar auratnya. Banyak kasus-kasus pelecehan dan pemerkosaan akibat dari wanita kurang bisa menjaga auratnya dengan bagus.

Untuk itu, kita pasti tak mau hal tersebut terjadi pada wanita, bagus diri kita, saudara, atau bahkan keluarga kita. Untuk itu, jangan hingga jilbab ditinggalkan dan aurat terbebaskan karena diri kita sendiri yang menjalankannya.

Tak ada Tata Kesopanan di Masyarakat
Dengan tidak ditutupnya aurat perempuan tentu hal ini akan membuat nilai-poin kesopanan dan tata krama di masyarkaat berkurang. Aurat yang terbuka seperti itu saja tentu membuat lingkungan akan menjadi tak fokus, pergaulan menjadi lebih bebas dan tidak terkendali. Banyak sekali pelecehan seksual, diskusi mengenai hal-hal yang tak sopan imbas dari tak adanya nilai kesopnan di masyarakat yang diawali dari aurat yang tidak tertutup oleh wanita.Undang-undang Wanita Tak Berjilbab dalam Islam.

Peraturan Wanita Tidak Berjilbab dalam Islam

Merusak Padahal Manusia
Manusia berbeda dengan hewan. Manusia mempunyai batas, padahal binatang tidak. Batas-batas manusia merupakan aurat dan dirinya sendiri. Untuk itu wanita yang menjaga dirinya dengan menutup jilbab maka dia akan mendapatkan kemuliaan dan menjaga akhalknya sendiri. Imbas yang mengumbar auratnya tentu saja akan berefek kepada sopan santunnya juga. Untuk itu, jilbab merupakan seperti pagar budi pekerti kita supaya tidak melangkah untuk berperilaku kemaksiatan.

Kalau jilbab sungguh-sungguh berimbas terhadap Tujuan Penciptaan Manusia, Berdasarkan Penciptaan Manusia , Hakikat Penciptaan Manusia , Konsep Manusia dalam Islam, dan Hakikat Manusia Menurut Islam yang mesti dijaga agar perkembangan dan kemaslahatan di masyarakat kian terjaga. Untuk itu, marilah kita memulainya dengan cara menjaga aurat kita, dan jangan hingga mengumbarnya terhadap yang bukan muhrim.



Bantu penulis dengan share: