Undang-undang Memakai Parfum Beralkohol

Regulasi Menggunakan Parfum Menandung

Allah SWT menghasilkan manusia suka keindahan dan kecantikan dan islam sendiri yaitu agama yang menyenangi keindahan (baca fungsi agama dalam kehidupan manusia). Salah satu hal yang menjadi kesukaan banyak orang ialah parfum atau minyak wangi. Parfum yang lazim diterapkan bagus oleh pria maupun wanita yaitu salah satu ragam kosmetik dan saat ini banyak varian yang beredar di masyarakat.

Parfum atau minyak wangi telah diaplikasikan sejak masa lampau untuk mengharumkan tubuh maupun pakaian dan diciptakan dari ekstraksi bunga. Ketika ini, industri parfum kian berkembang dan banyak produsen parfum yang mencampurnya dengan alkohol (baca alkohol dalam islam). Lalu bagaimanakah undang-undang parfum berdasarkan pandangan islam? Untuk mengetahuinya simak penjelasan berikut ini

Definisi dan Variasi Parfum

Parfum atau minyak wangi sudah diketahui ribuan tahun lalu dan tercatat dalam sejarah sudah diterapkan oleh bangsa Mesir kuno, Yunani dan China (baca sejarah islam dunia dan jazirah islam). Kata parfum berasal dari kata dalam bahasa latin perfume yang berarti melewati asap. Perfume yang ada dijaman dulu memang seperti asap yang berbau harum contohnya bebauan yang dikeluarkan oleh dupa.

Sebelumnya parfum diekstrak dari bunga melainkan dijaman modern ini beberapa besar produsen parfum melarutkan parfum autentik dalam etanol atau alkohol karena ekstrak parfum sangat kuat dan dapat memunculkan alergi pada sebagian orang. Parfum sendiri dapat digolongkan menjadi parfum asli dan parfum yang dicampur dengan alkohol. Kian banyak pelarut yang digunakan maka semakin singkat bebauan parfum bertahan pada tubuh.

Sedangkan islam ialah agama yang mendukung perkembangan dan perubahan jaman, ada hal-hal yang tetap patut dilihat terutamanya menyangkut hukum penerapan parfum. Ada beberapa pendapat ulama yang berbeda-beda tentang peraturan menerapkan parfum. Sebagian ulama memperbolehkannya dan beberapa yang lain melarangnya. pendapat ini didasarkan pada beberapa dalil dan hadits rasulullah SAW. (baca minuman keras dalam islam)

Berikut adalah hukum menerapkan parfum menandung alkohol :

Pendapat Ulama yang Melarang
Berdasarkan pendapat beberapa ulama menerapkan parfum terutama yang mengandung alkohol sangatlah tak dianjurkan karena alkohol sendiri aturannya najis dan tergolong khamr. Sebenarnya yang terkandung dalam parfum bisa bersifat najis sehingga tak boleh diaplikasikan untuk shalat dan mengerjakan ibadah lainnya. Adapun pendapat hal yang demikian menurut dalil dalam Alqur’an dan hadits berikut ini :

Surat al-Maidah ayat 90-91
إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ ۖ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, Karenanya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, ialah Termasuk tindakan syaitan. Sebetulnya jauhilah tindakan-tindakan itu agar kamu memperoleh keberuntungan. Karenanya syaitan itu bermaksud hendak memunculkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghambat kau dari mengingat Allah dan sembahyang; Sebetulnya berhentilah kau (dari melakukan profesi itu)Tata Memakai Parfum Menandung.

Regulasi Mengaplikasikan Parfum Menandung

Surat al-A‟raf; 157
Maka orang-orang yang mengikut Rasul, nabi yang ummi, yang namanya mereka temukan tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang memerintah mereka melaksanakan yang mungkar, menghalalkan bagi mereka seluruh yang bagus dan mengharamkan bagi mereka semua yang buruk, buang dari mereka beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Hakekatnya orang-orang yang beriman kepadanya memuliankannya, menolongnya dan mencontoh sinar yang jelas yang diturunkan kepadanya (al-Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung.

Surat al-Baqorah; 219
يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ ۖ قُلْ فِيهِمَا إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَا أَكْبَرُ مِنْ نَفْعِهِمَا ۗ وَيَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنْفِقُونَ قُلِ الْعَفْوَ ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ

Mereka bertanya kepadamu tentang khamer dan judi. Katakanlah pada keduanya itu terdapat dosa dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”

Hadits Rasulullah SAW
“Sesuatu yang banyaknya menandung alkohol, karenanya sedikitnya malahan haram”(HR. Ahmad, Ibn Majah, dan al-Daruquthni)

Anggapan Ulama yang Penerapan
Seperti sebuah kontroversi persoalan pemakaian parfum ini juga diperdebatkan oleh para ulama dan sebagian lagi mengizinkan pengaplikasian parfum. Para ulama beranggapan bahwa memakai parfum atau wangi-wangian merupakan salah satu saran Rasulullah SWT dan sunnah peraturannya. Sudah parfum juga direkomendasikan dikala sholat mesti maupun shalat sunnah supaya suasana ibadah bisa berlangsung dengan khusuk. Dasar tata tertib dibiarkannya pemakaian parfum adalah dengan mengacu pada hadits berikut ini

“ Beralkohol dihasilkan saya menyukai komponen dari dunia adalah, menyenangi wanita dan parfum. Dan diciptakan sebagai qurratu a’yun di dalam shalat”

“ Dari ibni Abbas ra berakata Rasulullah SAW bersabda, hari ini adalah hari besar yang dijadikan Alloh untuk muslimin. Siapa di antara kamu yang datang sholat jumat hendaklah mandi dan kalau punya parfum hendaklah dipakainya. Dan hendaklah kalian bersiwak”Hukum Menggunakan Parfum Alkohol.

Aturan Mengaplikasikan Parfum Menandung

” Dari Abi Hurairah ra, “Parfum laki-laki yaitu yang aromanya kuat melainkan warnanya tersembunyi. Parfum wanita adalah yang bebauannya lembut namun warnanya nampak terang.” (HR. At-Tirmizi dan Nasa’i)

Alasan diizinkannya Parfum Memabukkan
Anggapan tersebut juga didasarkan pada sifat alkohol dan alasan yang dikemukakan sebagai berikut :

Sekiranya ada dalil atau ayat alqur’an maupun hadits yang secara tegas yang mengucapkan bahwa khamr atau alkohol itu benda yang itu najis.
Terdapat dalil yang meriwayatkan bahwa Rasulullah memerintah umatnya untuk menghancurkan bejana khamr dan saat bejana-bejana hal yang demikian dihancurkan tumpahlah khamr atau alkohol tersebut ke lantai sementara orang-orang konsisten melewatinya. Peraturan Rasulullah menganggap alkohol atau khamr itu najis maka beliau pasti akan memerintahkan umatnya untuk tidak menumpahkannya ke jalanan dan membersihkannya sebagaimana membersihkan air kencing orang badui.
Undang-undang asal alkohol atau ethanol itu suci dan selama tidak dikonsumsi karenanya boleh menerapkannya termasuk parfum yang mengandung alkohol.
Penggunaan Sudah Parfum
Walaupun belum ada ketetapan yang terang seputar pemakaian parfum karenanya kita sebagai umat islam tetap bisa memakai parfum selama parfum tak menerapkan alkohol dan menghindari keraguan padanya. Pilihlah parfum yang tidak menerapkan alkohol dan sebisa mungkin hindari mengaplikasikan parfum untuk sholat dan beribadah. Alangkah para wanita dilarang dan haram hukumnya menerapkan segala tipe parfum karena bisa menyebabkan dan memicu syahwat laki-laki dan merujuk pada perbuatan zina (baca metode menghapus dosa zina dan amalan penghapus dosa zina) sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut ini (baca wanita dalam islam, kedudukan wanita dan peran wanita dalam islam)

“Seorang perempuan yang mengenakan aroma lalu lewat sekumpulan laki-laki supaya mereka mencium bau harum yang ia pakai karenanya perempuan tersebut adalah seorang pelacur.” (HR. An-Nasa’i, Abu Daud, Tirmidzi, dan Ahmad)

peraturan dan hal-hal menyangkut parfum yang perlu dikenal. bagusnya jikalau kita selalu memutuskan segalanya sebelum melakukan atau menggunakan sesuatu. Semoga berkhasiat.



Bantu penulis dengan share: