Wanita Bercadar Dalam Islam

Wanita Bercadar Dalam Islam

Jilbab, jilbab dan cadar tidak terlepas dari kehidupan seorang wanita muslimah. Tertib menggunakan jilbab atau hijab yang juga berarti pembatas pandangan yakni patut dalam islam dan hal ini berlaku bagi semua muslimah di belahan dunia manapun. Mirisnya di Indonesia sendiri masyarakat masih menyenangi melihat negatif wanita yang mengenakan cadar dengan menyebutnya berlebih-lebihan atau malahan lebih parah menyebutnya dengan sebutan teroris, sama seperti perlakuan masyarakat barat terhadap para muslimah yang mengamati wanita bercadar sebagai orang yang membahayakan (baca islam di Amerika dan perkembangan islam di Eropa). Lalu bagaimanakah sebetulnya hakikat wanita yang mengenakan cadar dalam islam sendiri? simak penjelasannya berikut ini mengenai wanita bercadar dalam islam. (baca juga aturan wanita bercadar dalam islam)

Definisi dan Adat Mengenakan Cadar
Cadar atau yang dikenal dengan penutup wajah dalah sebuah kain yang yaitu bagian dari hijab yang dikenakan untuk menutupi bagian wajah kecuali mata. Muslimah lazim mengenakan cadar ketika dia keluar rumah untuk menjaga dirinya dari pandangan buruk lawan ragam dan dijauhkan dari niat jahat. Adat cadar sendiri sering kali dianggap sebagai tradisi masyarakat Timur Tengah. cadar juga disebut dengan sebutan Niqab oleh masyarakat Arab pada lazimnya.

Kebiasaan mengenakan cadar sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW terlepas apakah itu seharusnya aturannya atau sunnah jikalau dikenakan (baca kisah keteladanan nabi Muhammad SAW). Hal ini dibeberkan dalam hadits Rasulullah SAW dimana pada saat berihram wanita tidak diizinkan menerapkan niqab atau cadar penutup wajah dan kaos tangan. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits berikut

لاَ تَنْتَقِبُ الْمَرْأَةُ الْمُحْرِمَةُ وَلاَ تَلْبَسِ الْقَفَّازَيْنِ

“Wanita yang berihrom itu tak boleh mengenakan niqob ataupun kaos tangan.”

Bukti Tradisi Cadar Telah Ada Semenjak Zaman Rasulullah
Sebagaimana yang telah diceritakan sebelumnya bahwa tradisi mengenakan cadar atau niqab sudah ada semenjak zaman Rasuullah. Hal hal yang demikian diceritakan dalam beberapa dalil yang diriwayatkan sebagai berikut (baca juga istri-istri nabi Muhammad SAW)

Asma binti Abu bakar
Dari Asma’ binti Abu Bakr, ia berkata,“Kami biasa menutupi wajah kami dari pandangan laki-laki pada ketika berihram dan sebelum menutupi wajah, kami menyisir rambut.”

Abdullah bin Umair
Dari Abdullah bin ‘Umar, beliau berkata,“Tatkala Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memperihatkan Shofiyah terhadap para shahabiyah, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengamati Aisyah mengenakan cadar di kerumunan para wanita. Dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengetahui bila itu yaitu Aisyah dari cadarnya.”

Shafiyah binti Syaibah
Dari Shafiyah binti Syaibah, ia berkata “Saya pernah mengamati Aisyah melakukan thowaf mengitari ka’bah dengan memakai cadar.”

Ashim bin Al Ahwal
Ashim bin Al Ahwal, berkata “Kami pernah mengunjungi Hafshoh bin Sirin (seorang tabi’iyah yang utama) yang saat itu ia memakai jilbabnya sekaligus menutup wajahnya. Lalu, kami katakan kepadanya ‘Semoga Allah merahmati engkau…”

Dari riwayat-riwayat yang diceritakan diatas maka dapat digambarkan bahwa adat istiadat mengaplikasikan cadar atau niqab sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW dan berlangsung hingga saat ini.Wanita Bercadar Dalam Islam.

Wanita Bercadar Dalam Islam

Undang-undang Wanita Bercadar
Mengenakan cadar atau niqab mungkin wajar-wajar saja bagi mereka, kaum muslimah yang tinggal di negara islam atau negara Arab. tetapi, berbeda halnya dengan para wanita yang mengenakan cadar di negara berkembang seperti di Indonesia. Padahal Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, konsisten saja budaya mengenakan cadar atau niqab masih asing. Masyarakat juga cenderung berpikiran negatif pada mereka, wanita muslimah yang mengenakan cadar. (baca manfaat mengenakan cadar)

Terlepas dari pandangan orang-orang atau masyarakat hal yang demikian, islam adalah agama yang mulia yang menjunjung kehormatan wanita. Wanita yang mengenakan cadar menurut islam bukanlah sesuatu yang tabu justru merupakan hal yang terpuji, sebab dengan mengenakan hijab komplit dengan cadarnya, seorang wanita bisa menandakan bahwa dirinya mengikuti instruksi Allah SWT dan mengikuti perintah berhijab secara total.

Dasar Instruksi Mengenakan Cadar

Meskipun tak ada dalil yang menyebutkan segera perintah mengenai cadar seperti halnya Allah SWt menyebut kata hijab dalam ayat Alqur’an sebagai perintah memakai hijab, mengenakan cadar atau niqab ialah salah satu hal mulia yang dapat melindungi seorang wanita dari hal-hal yang tak diinginkan termasuk pandangan lawan variasi yang bisa menimbulkan fitnah dan menjerumuskan seseorang dalam perbuatan zina ( baca juga amalan penghapus dosa zina dan cara menghapus dosa zina).

Sesungguhnya islam memerintahkan mengenakan hijab dan cadar untuk melindungi kemuliaan wanita mengingat peran dan kedudukan wanita dalam islam. Perintah mengenakan cadar sendiri ditafsirkan berbeda oleh para ulama. Ada yang menyebutkan bahwa mengenakan cadar harus undang-undangnya dan sebagian lain menganggapnya sebagai sunnah, berdasarkan tafsir ayat mengenai hijab.Wanita Bercadar Dalam Islam.

Wanita Bercadar Dalam Islam

Tafsir Instruksi Berjilbab dan bercadar
Beberapa ulama menafsirkan instruksi berhijab juga termasuk perintah mengenakan cadar atau menutupi auratnya. Seperti yang diceritakan dalam surat An Nur ayat 31 berikut

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَىٰ عَوْرَاتِ النِّسَاءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Katakanlah terhadap wanita yang beriman: “Hendaklah mereka membendung pandangannya, dan alat vitalnya, dan janganlah mereka menunjukkan perhiasannya, kecuali yang (awam) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menonjolkan perhiasannya selain kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak memiliki harapan (kepada wanita) atau buah hati-anak yang belum paham perihal aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua supaya dikenal perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekaligus kepada Allah, hai orang-orang yang beriman agar kamu beruntung. (Qs An Nur ayat 31)

Dalam surat An nur ayat 31 hal yang demikian diterangkan seorang wanita dalam islam mesti dapat membendung pandangannya dari lawan macam yang dapat memunculkan hal-hal yang tak diinginkan, tidak menampakkan perhiasannya dan melebarkan kain kerudung di dadanya. Meskipun tak dibuktikan dan diceritakan segera instruksi mengeai cadar, wanita bercadar dalam islam dapat diperhatikan sebagai wanita yang bagus berdasarkan islam dan melaksanakan perintah Allah SWT untuk menutup auratnya. Wallahu A’lam bis shawab.



Bantu penulis dengan share: